Taman Nasional Bali Barat: Letak, Luas, Sejarah, Biodiversitas, dan Wisata Alam

Diposting pada

6. Kawasan Wisata yang Telah dan Akan Dikembangkan

Sunrise di Bali

Taman Nasional Bali Barat memiliki banyak tempat alami yang bisa dijadikan sebagai kegiatan berwisata alam. Lokasi-lokasi wisata tersebut di antaranya adalah:

6.1 Pura Pulaki

Bagian timur dari kawasan (6 km dari Cekik) terdapat Pura Pulaki yang cukup besar, didirikan di pinggir tebing bukit batu karang yang menghadap ke laut dengan pasir putih kuarsa. Dibangun pada abad ke-16 sehubungan dengan riwayat perjalanan Sang Hyang Nirartha yang putra sulungnya diistanakan di Pulaki dengan sebutan “Bhatiri Malanting”. Pura ini terletak di tepi jalan raya antara kota Singaraja dan Gilimanuk. Lokasi ini banyak dikunjungi oleh wisatawan lokal maupun wisatawan asing. Di sekitar daerah ini pula banyak ditemukan Monyet Ekor Panjang (Macaca fascicularis).

6.2 Sumber Air Panas

Di daerah Banyuwedang tepatnya pada hutan mangrove, terdapat sumber air panas yag banyak dikunjungi penduduk untuk menyembuhkan penyakit kulit.

6.3 Terumbu Karang yang Eksotis

Terumbu Karang Bali Barat

Di perairan pantai dari kawasan terutama di sekitar Teluk Terima terdapat terumbu karang dengan panorama yang menarik, tempat ini biasa digunakan untuk rekreasi menyelam. Di sekitar pantai ini berkeliaran monyet ekor panjang yang sudah jinak.

Pada daerah yang bersebrangan dengan Pulau Menjangan, di sana merupakan tempat penyu untuk bersarang.

6.4 Candi Taman Sari dan Berbagai Pura

Di Teluk Terima terdapat Candi Taman Sari serta makam Jayaprana dan Layur Sari yang berada di atas bukit (1 km) dari ujung jalan raya antara Gilimanuk-Singaraja yang sering dikunjungi penduduk beragama Hindu untuk berziarah, terutama pada hari besar.

Sebelah barat daya kawasan juga terdapat tempat peribadatan/ pura kecil dengan beberapa janur dan sesaji khas Bali yang masih digunakan.

Di Cekik terdapat pura Bakungan yang keramat.

6.5 Pelestarian Jalak Bali

Di Tegal Bunder terdapat Proyek Penangkaran Jalak Bali yang dikelola oleh Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK).

6.6 Wisata Lansekap dan Pulau

Daerah Klatakan pada ketinggian 400 m dpl, memiliki pemandangan yang indah. Pemandangan alam ini dilengkapi pula dengan berkeliarannya rusa dan burung Rangkong.

Pulau Bahari merupakan obyek wisata Bahari. Lokasi ini dapat dicapai dengan menggunakan “Glass Bottom Boat” yang sekalian bisa digunakan untuk mengelilingi pulau.

Menyusuri jalan setapk sejauh 25 km di pantai Prapat Agung menjadi salah satu kegiatan yang cukup menarik.

6.7 Pulau Menjangan

Kura-Kura

Pulau Menjangan memiliki luas sekitar 175 hektare yang terletak di sebelah Utara kawasan TN Bali Barat. Pulau ini merupakan pulau yang terdiri atas karang, bebatuan, dan tanah hitam vulkanik.

Di pulau ini wisatawan dapat melakukan aktivitas berenang, menyelam, dan berperahu. Terdapat Pulau Tabuan di sebelah Utara Pulau Menjangan dan dermag di Teluk Menjangan.

7. Pengelolaan dan Sumber Daya Manusia

Berdasarkan Surat Keputusan Menteri Pertanian No. 096/Kpts-II/1984 tanggal 12 Mei 1984 ditetapkan struktur organisasi Taman Nasional Bali Barat. Kawasan ini dikelola oleh Balai Taman Nasional Bali Barat (Unit Pelaksana Teknis Eselonn III) dengan jumlah pegawal yang cukup memadai, yaitu lebih dari 100 orang.

8. Partner Organisasi

Balai Besar Taman Nasional Bali Barat telah melakukan berbagai kerja sama dengan berbagai lembaga, di antaranya yaitu:

  1. BirdLife International
  2. American Zoo and Aquarium Association (AZA)
  3. Kebun Binatang Surabaya
  4. Jersey Wildlife Preservation Trust (JWPT)
  5. Universitad Udayana
  6. Trimbawan Swastama Sejati (SMG)
  7. Shorea Barito Wisata
  8. Universitas Indonesia
  9. Institut Pertanian Bogor
  10. Dan Pemerintah Daerah Provinsi Bali, maupun pemerintah daerah tingkat kabupaten/ kota

9. Peraturan Tertulis dan Tidak Tertulis Ketika Memasuki Kawasan Taman Nasional

Beberapa aturan berikut merupakan aturan yang harus ditaati apabila ingin berkunjung ke TN Bali Barat.