Sumur Resapan: Pengertian, Manfaat, Jenis dan Pembuatan

Gambar di atas merupakan contoh desain bangunan sumur resapan berjenis individu yang dapat diterapkan di pekarangan rumah. Gambar tersebut berdasarkan penelitian dari Setiawan (2017).

 

6. Jenis Konstruksi Sumur Resapan

Sumur resapan menurut jenisnya dapat digolongkan menjadi dua, yaitu sumur resapan individu dan sumur resapan kolektif. Sumur resapan individu adalah sumur resapan yang dibuat secara pribadi untuk masing-masing rumah dengan biaya pembuatan dan pemeliharannya diserahkan kepada pemiliknya, sedangkan sumur resapan kolektif adalah sumur resapan yang dibangun secara bersama-sama dalam satu kawasan tertentu. Sumur resapan ini dapat dibuat persepuluh rumah, per blok, satu RT, atau satu kawasan pemukiman (Mulyana 1998).

Sumur resapan individu sesuai dengan jenis bahan yang digunakan diklasifikasikan menjadi beberapa jenis, yaitu sumur resapan tembok, sumur resapan dari hong, sumur resapan dari fiberglass, dan sumur resapan dari bambu (Kusnaedi 1996).

Sumur individu ini harus diperhatikan tata letaknya, maka dari itu harus memperhatikan lokasi relatif terhadap septic tank, sumur air minum, jalan, rumah, dan jalan umum. Berikut adalah jarak minimal sumur resapan dengan bangunan lainnya (Kusnaedi 1996).

BangunanJarak Minimal (m)
Bangunan3
Batas pemilikan1.5
Sumur air minum10.5
Aliran sungai30
Pipa air minum3
Jalan1.5
Pohon besar3

Sumur resapan dapat dibuat dengan beberapa jenis, di antaranya adalah kolam resapan, sumur resapan dalam, dan parit berorak. Sama halnya dengan tipe yang individu sumur ini pun harus memperhatikan tata letak dalam pembuatannya. Letak sumur yang tepat adalah pada lokasi yang terendah di suatu kawasan sehingga air dapat dengan mudah mengalir dari semua tempat dalam suatu kawasan (Mulyana 1998).

 

7. Faktor yang Memengaruhi Penerapan Sumur Resapan

Sumur resapan merupakan suatu inovasi yang baru dan masih terdengar asing di masyarakat. Menurut Niehoff (1966) suatu masyarakat akan dapat menerima suatu perubahan atau suatu hal yang baru apabila didasari oleh rasa membutuhkan (felt need). Melalui rasa membutuhkan inilah akan muncul motivasi untuk menerima perubahan tersebut. Rasa membutuhkan ini dapat diciptakan, misalnya dengan berbagai program penyuluhan suatu program. Namun demikian, persepsi tentang kebutuhan ini tidak mudah tertanam dalam masyarakat.

Sehubungan dengan hal tersebut maka pemasaran sosial penting dilakukan bagi masyarakat yang belum memahami pentingnya konservasi tanah dan air. Pemasaran sosial sendiri menurut Fox dan Kotler (1985) adalah rancang bangun, implementasi dan pengendalian program-program yang telah diperhitungkan untuk memengaruhi penerimaan gagasan-gagasan sosial dan menyertakan pertimbangan-pertimbangan mengenai perencanaan produk, aspek harga, komunikasi, dan riset pemasaran.

 

Referensi:

Arafat Y. 2008. Reduksi beban aliran drainase permukaan menggunakan sumur resapan. Jurnal SMARTek. 6(3): 144-153.