Sumur Resapan: Pengertian, Manfaat, Jenis dan Pembuatan

  1. Mengurangi aliran permukaan dan mencegah terjadinya genangan air
  2. Mempertahankan tinggi muka air tanah dan menambah persediaan air tanah
  3. Mengurangi atau menahan terjadinya intrusi air laut bagi daerah yang berdekatan dengan wilayah pantai
  4. Mencegah penurunan atau amblasan lahan sebagai akibat pengambilan air tanah yang berlebihan
  5. Mengurangi konsentrasi pencemaran air tanah

 

3. Cara Kerja Sumur Resapan

Konsep dasar sumur resapan adalah memberikan kesempatan dan jalan pada air hujan yang jatuh di atap atau lahan yang kedap air untuk meresap ke dalam tanah dengan jalan menampung air tersebut pada suatu sistem resapan dan sumur resapan dalam kondisi yang kosong dalam tanah dengan kapasitas tampung yang cukup besar sebelum air meresap ke dalam tanah (Suripin 2004).

Di sisi lain menurut Arafat (2008), prinsip dasar sumur resapan adalah menyalurkan dan menampung curah hujan ke dalam sebuah sumur dengan tujuan agar air hujan memiliki waktu tinggal di permukaan tanah lebih lama sehingga sedikit demi sedikit air dapat meresap ke dalam tanah.

Berikut adalah ilustrasi dari prinsip kerja sumur resapan yang bersumber dari Kusnaedi (2011).

Cara Kerja Sumur Resapan

 

4. Sumur Resapan di Pekarangan Rumah

Pembuatan sumur resapan di pekarangan rumah sudah memiliki standar nasional. Standar yang digunakan adalah SNI No. 03-2453-2002. Berdasarkan SNI tersebut berikut adalah persyaratan umum yang harus dipenuhi dalam pembuatan sumur resapan.

  1. Lokasi pembuatan harus pada tanah yang datar, tidak bergelombang, berlereng, curam, atau labil.
  2. Letaknya harus jauh dari tempat penimbunan sampah (baik sampah organik maupun anorganik), jauh dari septic tank (minimum berjarak 5 m dari tepi), dan berjarak minimum 1 m dari pondasi bangunan.
  3. Struktur tanah harus mempunyai permeabilitas tanah (kemampuan tanah menyerap air) lebih besar atau sama dengan 2 cm/jam (artinya genangan air setinggi 2 cm akan surut dalam kurun waktu satu jam) dengan tiga klasifikasi sebagai berikut:
    1. Permeabilitas sedang (2 – 3.6 cm/jam)
    2. Permeabilitas tanah agak cepat/pasir halus (3.6 – 36 cm/jam)
    3. Permeabilitas tanah cepat/pasir kasar (lebih besar dari 36 cm/jam)

 

5. Perencanaan Pembuatan Sumur Resapan

Menurut Kusnaedi (1996), dalam merencanakan pembuatan sumur resapan perlu diperhitungkan faktor-faktor: iklim, kondisi air tanah, tata guna lahan, dan kondisi sosial masyarakat. Iklim merupakan faktor yang perlu dipertimbangkan dalam perencanaan sumur resapan, faktor yang perlu mendapat perhatian adalah besarnya curah hujan. Semakin besar curah hujan di suatu wilayah berarti semakin besar sumur resapan yang diperlukan.

Pada kondisi permukaan air tanah yang dalam, sumur resapan perlu dibuat lebih besar karena tanah benar-benar memerlukan persediaan air. Sebaliknya pada lahan yang muka airnya dangkal, sumur resapan ini kurang efektif dan tidak akan berfungsi dengan baik, terlebih pada daerah rawa dan pasang surut (Mulyana 1998).

Menurut Mulyana (1998), kondisi tanah sangat berpengaruh pada besar kecilnya daya resap tanah terhadap air hujan. Dengan demikian konstruksi dari sumur resapan harus mempertimbangkan sifat fisik tanah. Sifat fisik yang langsung berpengaruh terhadap besarnya infiltrasi adalah tekstur dan pori-pori tanah. Tanah berpasir dan porus lebih mampu menginfiltrasikan air hujan dengan cepat.

Berikut adalah tabel yang menjelaskan mengenai kecepatan infiltrasi dengan tekstur tanah (Kusnaedi 1996).

Tekstur TanahKecepatan Infiltrasi (mm/jam)Kriteria
Pasir berlempung25 – 30sangat cepat
Lempng12.5 – 25cepat
Lempung berdebu7.5 – 15sedang
Lempung berliat0.5 – 2.5lambat
Liat< 0.5sangat lambat

Penutupan lahan pun akan sangat berpengaruh terhadap persentase air yang meresap ke dalam tanah. Tanah yang banyak tertutupi beton bangunan, aliran permukaan akan lebih besar dibandingkan dengan air yang meresap ke dalam tanah (Mulyana 1998).

Selain keempat faktor yang telah disebutkan di atas, menurut Kusnaedi (1996) faktor lain yang perlu diperhatikan adalah kondisi sosial ekonomi masyarakat. Pada masyarakat dengan kondisi sosial ekonomi yang baik maka akan membuat sumur resapan jenis permanen; berbeda dengan masyarakat dengan kondisi sosial ekonomi yang kurang baik, konstruksi yang akan dibuat tidak akan dibuat permanen dan dibuat dari bahan-bahan yang murah.

Desain Bangunan Sumur Resapan