Sumber Daya Batu Bara di Indonesia

Diposting pada

Bahaya Sekaligus Manfaat Sumber Daya Batu Bara untuk Kehidupan

Batu Bara
Batu Bara

Batu bara sendiri adalah jenis batuan sedimen yang terbentuk oleh carbon, hydrogen, oxygen, dan lain-lain.

Bahaya Sumber Daya Batu Bara

Dalam bentuknya yang masih padat, batu bara dapat mengalami gesekan yang menghasilkan debu jenis fibrogenic. Debu jenis ini merupakan debu yang sangat beracun jika masuk ke dalam paru-paru karena dapat membuat kinerja paru-paru memburuk atau mengganggu fungsional organ tersebut.

Dalam setiap pembakarannya, batu bara juga menghasilkan debu yang mematikan dalam senyap yakni Particular Matter 25,5 (PM 25,5) yang ukurannya sangat kecil sekitar 2,5 mikrometer atau 30% dari diamter rambut manusia.

Bahkan karena ukurannya yang sangat kecil, partikel ini bisa menembus masker yang biasa digunakan.

Paparan PM 25,5 pada orang dewasa dapat menyebabkan berbagai macam penyakit antara lain stroke, paru-paru kronik, kanker paru, dan pernafasan.

Menurut data yang bersumber dari Greenpeace pada tahun 2018 ada 2681 orang di Indonesia yang terdampak stroke, 323 orang kanker paru-paru, dan 179 orang terkena penyakit pernafasan atau kardiovaskular yang kesemuanya terdampak penyakit tersebut akibat PM 25,5 di sekitar area pertambangan.

Tidak hanya bahaya karena batu bara itu sendiri, area pertambangan atau bekas lubang pertambangan batu bara pun cukup menjadi sorotan karena membahayakan mahluk hidup yang berada di sekitarnya.

Setiap pembukaan lahan baru atau perluasan area pertambangan, dilakukan pengeboran yang bedampak pada tanah di sekitar dan berakibat pada permukiman masyarakat yang mudah retak, aliran sungai tercemar, dan sumur-sumur pun mengering.

Seperti yang disebutkan dalam media berita Mongabay Indonesia, di Desa Gunung Karasik, Kabupaten Barito Timur, Kalimantan Tengah, warga harus berjalan tiga kilometer lebih jauh untuk dapatkan sungai yang masih bersih akibat sungai terdekat mereka telah tercemar limbah batubara.

Di Indonesia, sudah banyak laporan dan aksi yang dilakukan masyarakat untuk mencegah daerahnya menjadi area pertambangan, namun hal ini dirasa tidak berpengaruh banyak karena adanya konflik dan intimidasi yang terjadi antara masyarakat, aparat keamanan elit pengusaha, dan oligarki batu bara di daerah tersebut.

Manfaat Sumber Daya Batu Bara

Selain bahayanya, ada banyak sekali manfaat batu bara. Kebanyakan orang hanya mengetahui batu bara sebagai sumber tenaga pembangkit listrik padahal ada banyak sekali manfaat batu bara yang fungsional untuk kelangsungan kehidupan, tiga di antaranya adalah:

  • Komponen sabun. Pabrik industri membutuhkan hasil sampingan olahan batu bara untuk zat pelarut atau pengikat aroma sabun.
  • Produksi bahan pengeras. Batu bara juga digunakan sebagai bahan pembakaran dalam industri baja, sifatnya yang dapat menghasilkan panas mampu memisahkan baja sesuai kualitas nya.
  • Produksi fenol. Fenol merupakan salah satu bahan bakar yang digunakan untuk menggerakan mesin-mesin di dunia industri dan fenol sendiri dihasilkan dari tar batu bara yang sudah halus.

Mengurangi Penggunaan Batu Bara

Energi Alternatif Terbarukan
Energi Alternatif Terbarukan

Banyak alasan mengapa manusia harus mengganti energi fosil menjadi energi alternatif atau energi terbarukan.

Menurut Wikimedia Commons, 50 tahun dari sekarang energi fosil diprediksi akan habis. Banyaknya eksploitasi gas minyak bumi dan batu bara juga membuat lingkungan tercemar dan kurangnya keseimbangan ekosistem.

Di antaranya yang dapat menggantikan bahan bakar fosil adalah:

  • Geothermal yakni daya panas bumi. Dampak negatif pemanfaatan energi panas bumi terhadap lingkungan dapat dikatakan tidak ada, tidak ada emisi karbon dan tidak ada hujan asam sehingga ramah untuk lingkungan.
  • Alkohol/ Etanol diproduksi dari berbagai macam bahan pangan dan seluruh bagian hasil pertanian. Sejak lama, negara Brazil telah berhasil mengembangkan etanol untuk program bahan bakar hingga saat ini di Brazil sudah tidak ada lagi kendaraan pribadi yang menggunakan bensin murni.
  • Heliokultur adalah proses memanen energi matahari dengan memindahkan karbon dikosida dengan memanfaatkan pertanian.