Suku di Indonesia: Pengertian, Sebaran, Jumlah, dan Daftar Lengkap

Diposting pada

3.4 Suku Dayak

Suku Dayak merupakan suku di Indonesia yang mendiami Pulau Kalimantan. Masyarakat Suku Dayak biasanya dapat ditemui di pedalaman Kalimantan.

Arti dari kata Dayak sendiri sebenarnya adalah orang pedalaman, sehingga Suku Dayak terkenal dengan kehidupan yang jauh dari globalisasi dan hidup secara primitif.

Suku Dayak yang mendiami Pulau Kalimantan terpecah menjadi beberapa suku seperti Dayak Tunjung, Dayak Kenyah, Dayak Punan, dan lainnya sesuai dengan nama daerahnya.

Suku Dayak memiliki kebudayaan yang dipengaruhi oleh sejarah terbentuknya suku ini, yaitu pengaruh dari nenek moyangnya yang berasal dari Yunan atau suatu wilayah di Tiongkok.

Suku Dayak memiliki pakaian adat yang dinamakan sapei sadaq untuk laki-laki dan Ta’a untuk perempuan. Masyarakat Suku Dayak biasanya tinggal di rumah Betang atau rumah Panjang.

Masyarakat Dayak biasanya membangun rumah Panjang di daerah hulu sungai. Rumah Betang memiliki bentuk seperti panggung dengan ketinggian 5 meter dan panjangnya mencapai 15 meter.

Rumah Betang yang berbentuk panggung ini dibuat tinggi karena fungsinya untuk bertahan dari hewan buas dan banjir.

Kebudayaan lain yang dimiliki oleh masyarakat Dayak adalah tarian dan alat musik. Tarian adat Dayak di antaranya adalah Tari Leleng, Tari Kancet Papatai, dan Tari Hudoq.

Ketiga tarian tersebut dilakukan pada saat-saat tertentu dan memiliki maksud tertentu.

  • Tari Leleng menceritakan tentang gadis yang dipaksa menikah dan akhirnya melarikan diri ke hutan.
  • Tari Hudoq adalah tarian orang Dayak untuk mengenang leluhur dan dilakukan setelah selesai menanam padi.
  • Tarian Kancet Papatai menceritakan tentang kisah pahlawan perang Suku Dayak.

Alat musik khas Suku Dayak adalah Garantung (gong) yang dibuat dari bahan logam, Kalali, Tote, Suling balawung, dan Gandang (gendang).

Alat musik tersebut biasanya dimainkan saat upacara adat dan pada saat mengiringi tarian Suku Dayak.

Upacara adat yang sering dilaksanakan di antaranya upacara Tiwah yang dilakukan untuk mengiringi pengantaran tulang ke Sandung (kuburan masyarakat Dayak).

3.5 Suku Bugis

Suku Bugis merupakan salah satu suku di Indonesia yang wilayah asalnya dari Sulawesi Selatan dan tergolong ke dalam suku-suku Melayu Deutero.

Kata Bugis berasal dari kata To Ugi yang mana penamaan ugi merujuk pada raja pertama kerajaan China di Pammana, yaitu La Sattumpugi.

Rakyat Bugis menjuluki diri mereka sebagai To Ugi atau pengikut dari La Sattumpugi.

Suku Bugis dikenal sebagai suku yang sangat mempertahankan kebudayaannya sehingga tetap eksis di era global.

Hingga kini keunikan budaya dari Suku Bugis tetap menarik dan menjadi sorotan.

Adapun keragaman budaya dari Suku Bugis, di antaranya:

3.5.1 Adat istiadat Suku Bugis

Mappadendang atau pesta panen adalah salah satu adat istiadat yang sering dilakukan oleh Suku Bugis.

Dilaksanakannya upacara ini sebagai wujud syukur atas keberhasilan dalam menanam padi sekaligus memiliki nilai magis. Upacara ini juga disebut penyucian gabah.

Mappadendang digelar dengan menumbukkan alu ke lesung secara silih berganti yang dilakukan oleh tiga laki-laki dan enam perempuan dengan mengenakan baju adat Bugis, yakni baju bodo.

3.5.2 Rumah Adat Bugis

Keunikan dari rumah adat ini yaitu dibangun tanpa menggunakan paku, tetapi digantikan dengan kayu atau besi.

Berdasarkan status sosial yang berbeda, rumah ini memiliki dua jenis yaitu rumah saoraja untuk kaum bangsawan dan bola untuk rakyat biasa. Perbedannya hanya terletak pada luas dan besaran tiang penyangganya.

Arsitektur rumah ini mendapat pengaruh Islam. Hal ini terlihat dari banyaknya lukisan yang bernuansa islami.