Suku di Indonesia: Pengertian, Sebaran, Jumlah, dan Daftar Lengkap

Diposting pada
  1. Perbedaan ras asal
  2. Kemampuan adaptasi dan menyesuaikan diri
  3. Kepercayaan masyarakat

Faktor yang paling berpengaruh terhadap keanekaragaman suku di Indonesia adalah faktor eksternal yang menyebabkan suku dapat tersebar secara heterogen.

Selain itu ditambah dengan bentuk negara Indonesia yang merupakan negara kepulauan yang setiap pulau dapat memiliki suku yang cukup banyak disebabkan adanya akulturasi dengan budaya luar seperti Arab, India, dan Tionghoa.

3. Sebaran Suku-Suku Besar di Indonesia

Negara Indonesia merupakan negara yang berbentuk kepulauan. Suku di Indonesia pun bersifat heterogen dan tersebar di berbagai pulau.

Terdapat kelompok suku yang besar maupun yang kecil. Beberapa suku besar yang tersebar di Indonesia di antaranya:

3.1 Suku Sunda

Suku Sunda merupakan kelompok suku/ etnis yang terdapat di bagian barat Pulau Jawa.

Suku Sunda tersebar dari Ujung Kulon (ujung barat Pulau Jawa) hingga sekitar Brebes yang mencakup wilayah administrasi di Provinsi Jawa Barat, Banten, sebagian dari DKI Jakarta, dan sebagian wilayah Jawa Tengah.

Jawa Barat termasuk sebagai provinsi dengan jumlah penduduk terbanyak di Indonesia.

Menurut statistik 65% penduduk di Jawa Barat merupakan Suku Sunda yang merupakan penduduk asli daerah tersebut. Suku Sunda merupakan suku terbesar kedua setelah Suku Jawa.

3.1.1 Sejarah Suku Sunda

Sejarah Suku Sunda berawal dari kerajaan Pasundan yang akhirnya berubah nama menjadi Sunda, sehingga lahirlah Suku Sunda. Kata Sunda memiliki arti Bagus/ Putih/ Baik/ Bersih/ Cemerlang.

Sunda juga memiliki arti semua yang mengandung unsur kebaikan. Orang-orang Sunda dipercaya memiliki perilaku Kasundaan yang selalu dipegang sebagai jalan menuju keutamaan hidup.

Karakter kasundaan yang dimaksud ialah cageur (sehat), bageur (baik), bener (benar), singer (terampil), dan pinter (pandai/ cerdas).

Nilai tersebut telah ada sejak zaman Salaka Nagara mulai tahun 150 sampai dengan kerajaan Sumedang Larang pada abad ke-17. Kerajaan tersebut telah memberikan kemakmuran dan kesejahteraan kepada rakyat Sunda lebih dari 1000 tahun.

3.1.2 Agama

Suku Sunda mayoritas beragama islam karena adanya pengaruh islam yang dibawa melalui jalur pelayaran di Jawa. Tetapi terdapat sebagian kecil suku sunda yang tidak beragama islam di antaranya adalah orang Baduy.

Pada dasarnya kehidupan orang Sunda adalah berpegang pada memelihara keseimbangan alam agar selaras dengan kehidupan mereka.

Keseimbangan tersebut dipertahankan dengan adanya upacara-upacara adat. Selain itu mereka juga memelihara keseimbangan sosial dengan kegiatan gotong royong.

3.1.3 Pakaian Adat

Suku sunda memiliki berbagai ciri khas seperti pakaian adat yang dibagi menjadi 3 jenis.

Baju adat tersebut didasarkan pada fungsi, umur, dan tingkat sosial masyarakat pemakainya. Ketiga jenis baju adat tersebut adalah pakaian rakyat jelata, kaum menengah, dan para bangsawan.

Bagi rakyat jelata, lelaki Sunda selalu menggunakan pakaian sederhana seperti pakaian komprang atau pangsi dilengkapi sabuk kulit dengan atasan berupa baju salontren yang dilengkapi sarung yang diselempangkan dan dilengkapi dengan penutup kepala berupa ikat logen model hanjuang nangtung.

Wanita Sunda biasanya memakai sinjang kebat, beubeur, kamisol, baju kebaya, dan selendang batik.

Lelaki Sunda dengan kelas menengah biasanya memakai atasan bedahan putih, ikat kepala, dan kain kebat batik.

Untuk wanita Sunda kelas menengah biasanya terdapat tambahan aksesoris yang mewah dari emas dan perak.

Sedangkan untuk kaum bangsawan para lelaki biasanya memakai jas tutup berbahan beludru hitam dengan sulaman benang emas, kain dodot, benten, dan bendo untuk penutup kepala.

Untuk wanita bangsawan Sunda biasanya memakai kebaya beludru hitam disulam emas dengan aksesoris tusuk konde dan perhiasan lain.