Strategi Pelestarian Flora dan Fauna di Hutan Indonesia

Diposting pada
  1. Keanekaragaman jenis tumbuhan, satwa, dan ekosistem.
  2. Memiliki formasi biota tertentu serta penyusunnya.
  3. Kondisi alam yang masih alamiah baik biota maupun fisiknya yang masih asli yang belum tersentuh manusia.
  4. Tempat cukup luas dengan struktur tertentu agar pengelolaannya efektif.
  5. Memiliki ciri khas konservasi.
  6. Memiliki keberadaan tumbuhan, satwa, dan ekosistemnya yang terancam punah.

 

4. Identifikasi Endemisitas dan Biogeografi suatu Wilayah

Endemisitas dan biogeografi adalah konsep terpenting dalam konservasi. Endemisitas merupakan konsep penting untuk mengetahui sebaran spesies dalam suatu wilayah. Biogeografi adalah ilmu yang mempelajari distribusi flora dan fauna yang tersebar secara tidak acak namun hanya dapat dijumpai pada daerah tertentu saja.

Oleh karena itu, konsep biogeografi spesies dapat dimanfaatkan untuk identifkasi endemisitas di suatu wilayah. Biogeografi bertujuan untuk mengungkapkan kehidupan spesies serta yang mempengaruhinya.

 

5. Pendekatan Penyelesaian Deforestasi dan Degradasi Hutan

Luas kerusakan hutan yang terdapat di Indonesia setiap waktunya mengalami kerusakan. Kerusakan ini akan menimbulkan peran negatif pada ekosistem hutan, berkurangnya tingkatan biodiversitas, dan sumberdaya genetik.

Terdapat beberapa faktor yang menyebabkan kerusakan hutan baik terkait deforestasi maupun degradasi pada hutan. Oleh karena itu, perlu tindakan dalam menyelesaikan masalah deforestasi dan degradasi yang sedang terjadi di Indonesia saat ini.

Penyelesaian deforestasi dan degradasi hutan memerlukan ruang lingkup yang luas cakupannya dan di dalamnya saling berkesinambungan tidak bisa dipisahkan satu dengan yang lainnya. Kebijakan perbaikan praktek usaha misalnya kebun sawit dan hutan industri perlu adanya instrumen kebijakan pengawasan dan pengelolaan hutan oleh pemerintah harus lebih baik, memanfaatkan peluang ekonomi bagi masyarakat yang tinggal sekitar hutan, memahami implementasi punishment.

Terkait masalah kebakaran hutan maka edukasi dan koordinasi antar stakeholder sangat diperlukan. Menyelesaikan deforestasi dan degradasi mencakup banyak sektor. Penyelesaian masalah ini harus dilakukan secara komprehensif meliputi: bidang kebijakan/hukum, ekonomi, sosial budaya, tata kelola hutan, dan edukasi.