Sistem Informasi Geografis (SIG)

Diposting pada

3. Sistem Koordinat dalam SIG

Sistem koordinat diperlukan dalam SIG agar terdapat suatu koordinat global yang standar dan tidak bersifat lokal.

Selain itu, sistem koordinat ini penting dalam SIG karena:

  1. Peta adalah sumber data spasial utama dalam SIG,
  2. Input peta terkadang mempunyai proyeksi yang berbeda sehingga diperlukan transformasi,
  3. Perlu fungsi matematis dari sistem proyeksi dalam SIG,
  4. SIG sering dipakai untuk skala lokal, regional, maupun global sehingga perlu pemahaman tentang pengaruh kelengkungan bumi, dan
  5. Layar monitor adalah analog dari lembaran kertas yang datar sehingga perlu ada transformasi dari permukaan bumi yang melengkung ke bidang datar.

3.1 Datum Sistem Koordinat

Sistem koordinat memerlukan datum. Datum sendiri adalah suatu besaran-besaran atau konstanta yang bertindak sebagai reference untuk hitungan besaran-besaran lainnya.

Datum menurut cakupan wilayahnya dibagi menjadi datum lokal, datum regional, dan datum global.

Datum yang saat ini dipakai di Indonesia adalah DGN95 (Datum Geodesi Nasional 95). Datum ini merupakan datum lokal yang perhitungannya menyerupai datum WGS84 (World Geodetic System 84) yang saat ini banyak dipakai untuk GPS (Global Positioning System). DGN95 pertama kali diberlakukan di Indonesia pada tahun 1996.

3.2 Proyeksi Peta

Proyeksi peta adalah transformasi (fungsi) dari koordinat geografis (bentuk bumi) ke bidang datar (peta) menggunakan persamaan transformasi.

Proyeksi peta harus memiliki ciri-ciri:

  1. Equidistance, jarak sama di semua bagian peta,
  2. Conformality, bentuk obyek sama dan sudut atau arah di atas peta sama dengan sudut dan arah di permukaan bumi,
  3. Equivalence, luas semua obyek di atas peta sama, dan
  4. True Direction, arah garis antara 2 titik sama – sesuai dengan jenis proyeksi.

Proyeksi peta ini terdapat beberapa macam menurut kriteria tertentu:

Proyeksi peta berdasarkan bidang proyeksi:

  1. Proyeksi Azimuthal
  2. Proyeksi Kerucut
  3. Proyeksi Silinder

Proyeksi peta berdasarkan kedudukan bidang proyeksi:

  1. Proyeksi normal
  2. Proyeksi miring
  3. Proyeksi transversal

Proyeksi berdasarkan karakteristik garis singgung dengan bidang proyeksi:

  1. Proyeksi minyinggung
  2. Proyeksi memotong
  3. Proyeksi yang tidak menyentuh

4. Basis Data Spasial

Basis data adalah kumpulan file atau data yang saling berhubungan yang disimpan dalam suatu media (elektronis) secara terorganisir sehingga dapat diakses dengan mudah dan cepat. Basis data spasial adalah basis data di mana file atau data yang diorganisasikan adalah data spasial.

4.1 Prinsip Kerja Basis Data dalam SIG

Basis data dikembangkan oleh programmer agar proses pemanggilan data dapat dengan mudah dan cepat. Pertama file-file yang dibutuhkan disusun dan dikelompokkan, kemudian data atau file yang telah dikelompokkan diorganisasi dengan sistem tertentu, sampai akhirnya file-file tersebut disajikan dalam tabel.

Basisdata terdiri atas elemen record, field, key, dan attribute field.

Record adalah suatu baris (panjang byte) dalam suatu tabel, mewakili informasi dari suatu dari suatu elemen.

Field adalah komponen dari record yang terdiri dari item data.

Key adalah label yang terdiri dari 1 atau lebih field.

Field yang tidak berfungsi sebagai key disebut sebagai Attrubute Field.