Sistem Informasi Geografis (SIG)

Diposting pada
  1. ArcGIS (khusus untuk SIG)
  2. ArcView (SIG dan sedikit pengolahan citra)
  3. ArcInfo
  4. ILWIS (Remote sensing dan SIG)
  5. ATLAS
  6. ERDAS Imagine
  7. GeoMedia
  8. GRASS (Geographic Resources Analysis Support System)
  9. IDRISI
  10. Manifold System GIS
  11. MapInfo
  12. MGE Product
  13. PAMAP
  14. Ermapper
  15. ArcSWAT (Arc Soil and Water Asessment Tools)

1.10 Manfaat SIG di Berbagai Bidang Kehidupan

Sistem Informasi Geografis secara umum memiliki fungsi untuk pembuatan peta, pemilihan lokasi yang sesuai, perencanaan dan penanggulangan bencana, simulasi dampak lingkungan suatu proyek, dan memprediksi bencana alam di suatu wilayah.

SIG biasanya dimanfaatkan oleh sektor pertambangan untuk memetakan potensi perut bumi, geografi untuk membuat peta dengan tema tertentu, oseanografi untuk memetakan laut atau samudera, perencanaan wilayah dan kota, klimatologi untuk memetakan hal yang berkaitan dengan cuaca, serta kehutanan dan lingkungan hidup.

1.11 Manfaat SIG di Bidang Kehutanan dan Lingkungan Hidup

Sistem informasi geografis bagi para rimbawan atau aktivis lingkungan sangat dibutuhkan. Sebagai contoh, penentuan titik panas atau hotspot dalam kebakaran hutan ditentukan dengan teknologi SIG, menghitung luas hutan yang rusak, memetakan daerah aliran sungai (DAS), dan lain hal sebagainya.

Berikut alasan-alasan mengapa SIG diperlukan dalam pengelolaan hutan dan sumber daya alam:

  1. SIG membantu pengelola sumber daya hutan atau sumber daya alam dalam pengambilan keputusan,
  2. SIG mampu memproduksi peta secara singkat, terotomatisasi, berulang, dan cepat,
  3. Dapat membantu menyelesaikan beberapa proses yang menuntut kemampuan analisis,
  4. SIG melakukan analisis secara efisien karena harga perangkat keras dan perangkat lunak yang semakin terjangkau,
  5. SIG mampu bekerja dari informasi yang dikumpulkan guna mempermudah pemetaan dan pemodelan terhadap bentang alam sumber daya alam atau untuk mempermudah mengevaluasi kebijakan-kebijakan pengelolaan,
  6. SIG mampu mempermudah eksflorasi secara efisien terhadap informasi yang terkait dengan sumber daya alam, dan
  7. SIG menyediakan operasi-operasi dasar yang diperlukan dalam pengelolaan hutan atau sumber daya alam, seperti penampilan data, penghitungan, pengukuran, dan pembuatan peta dari obyek-obyek yang diinginkan.

2. Konsep Topologi

Topologi adalah hubungan (relasional) antar feature yang terdapat dalam SIG. Definisi lain menyebutkan bahwa topologi adalah prosedur matematis yang secara eksplisit menyatakan hubungan spasial dari feature.

Feature sendiri adalah elemen yang terdapat dalam display layar, dapat berupa titik, garis, ataupun poligon.

Perlu diperhatikan bahwa topologi tidak sama dengan tipologi.

Konsep topologi SIG dapat dibedakan menjadi:

  1. Contiguity/ Adjacency, yaitu hubungan antar feature yang bersebelahan,
  2. Connectivity, yaitu garis yang saling berhubungan, dan
  3. Areal definition, yaitu pembangkitan parameter pada suatu poligon.

Konsep topologi contiguity ini dipakai dalam menganalisis keterkaitan antar daerah yang berdekatan. Contohnya adalah wilayah A yang dikelilingi oleh wilayah B, C, dan D apabila terjadi kebakaran hutan maka wilayah B, C, dan D akan menerima efek yang ditimbulkan oleh wilayah A.

Konsep topologi connectivity ini dipakai dalam menganalisis feature garis. Misalkan terdapat jaringan jalan di provinsi Jawa Barat dan seseorang akan menganalisis rute tercepat dari Bandung menuju Bogor maka hubungan antar feature garis ini dapat dipakai. Connectivity ini dapat memberikan data panjang jalan rute yang kita kehendaki.

Konsep topologi areal definition ini dipakai dalam pembangkitan data suatu areal. Misalkan seseorang menghitung luas wilayah Kota Bogor dan Kabupaten Bogor maka topologi yang dipakai adalah topologi areal definition.