Silvikultur

Diposting pada

5. Program Studi Silvikultur

Terdapat banyak perguruan tinggi yang menawarkan program studi atau jurusan silvikultur. Dua perguruan tinggi tersohor di Indonesia pun memiliki jurusan budidaya hutan ini, seperti Institut Pertanian Bogor (IPB) dan Universitas Gadjah Mada (UGM).

Berikut adalah daftar lengkap perguruan tinggi yang memiliki program studi atau jurusan silvikutur beserta nilai akreditasinya dari Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT).

No.Nama Perguruan TinggiAkreditasi BAN-PT
1Institut Pertanian Bogor (IPB)A
2Universitas Gadjah Mada (UGM)A
3Universitas BengkuluB
4Universitas Lambung Mangkurat (ULM)B
5Universitas Pattimura (Unpatti)B
6Universitas Muhammadiyah MalangB
7Universitas Negeri PapuaC

Program studi atau jurusan silvikultur di Indonesia ini berdasarkan data dari BAN-PT hanya terdapat 7 jurusan. Hal ini karena di Indonesia untuk kajian ilmu silvikultur sendiri pada beberapa universitas tergabung dalam jurusan atau program studi kehutanan.

Program studi ini membahas berbagai hal mengenai budidaya hutan, mulai dari tempat tumbuh sampai rekayasa genetik untuk permudaan. Secara lengkap gambaran materi yang dibahas dalam studi ini adalah

  • Dendrologi

Dendrologi merupakan salah satu ilmu pengetahun dasar (basic science) di bidang kehutanan yang menguraikan tentang pengertian “pohon”, morfologi (sifat botani) pohon, azas-azas taksonomi tumbuhan, deskripsi beberapa suku, marga, dan jenis pohon penting di bidang kehutanan, serta kegiatan eksplorasi botani hutan.

Bahasan lebih lengkap mengenai dendrologi dapat dilihat di sini.

  • Ekologi Hutan

Studi ini membahas pengertian ekologi hutan, ekosistem hutan, prinsip energi, produktivitas, dinamika masyarakat tumbuhan, klasifikasi dan formasi hutan Indonesia, cara mempelajari vegetasi hutan dan tumbuhan bawah, keanekaragaman hayati, hubungan masyarakat tumbuhan dengan lingkungan, dan dampak gangguan hutan.

  • Silvika

Studi ini membahas faktor-faktor klimatis, edafis, air, biologi, fisiografi, dan interaksi faktor-faktor tersebut dalam mempengaruhi pertumbuhan pohon, regenerasinya, dan pembentukan tegakan hutan. Pengaruh hutan terhadap lingkungan juga dibahas pada studi ini.

  • Perlindungan Hutan

Perlindungan hutan adalah perlakuan yang diberikan pada hutan untuk mencegah dan membatasi kerusakan hutan, kawasan hutan dan hasil hutan yang disebabkan oleh faktor-faktor pengganggu.

Gangguan pada hutan dapat berupa hama, penyakit, kebakaran, penggembalaan ternak, pencurian hasil hutan dan penggarapan liar/penyerobotan lahan hutan.

Tujuan perlindungan hutan adalah untuk menjaga hutan agar fungsinya tercapai secara optimal dan lestari, sesuai dengan peruntukan hutannya.

Tindakan perlindungan hutan terdiri atas pencegahan dan pemberantasan (pada kebakaran hutan disebut pemadaman).

Lebih lengkap mengenai perlindungan hutan dapat dilihat di sini.

  • Praktik Pengenalan Ekosistem Hutan

Kegiatan praktik pengenalan ekosistem hutan berupa pengenalan tipe-tipe ekosistem hutan dan melakukan pengamatan dan pengukuran komponen ekosistem hutan alam dan hutan tanaman dari pantai sampai pegunungan.

Komponen ekosistem yang diamati adalah komponen satwa liar, fisik tanah (tanah dan faktor-faktor iklim), perilaku, interaksi antar komponen ekosistem, dan manfaat setiap tipe ekosistem hutan bagi kehidupan serta pengenalan status dan fungsi hutan.

  • Syn-Ekologi Hutan

Studi ini membahas mengenai pengertian ekosistem hutan tropika, ekologi populasi, ekologi komunitas, ekosistem hutan mangrove, ekosistem hutan rawa air tawar, ekosistem hutan gambut, ekosistem hutan pantai, ekosistem hutan hujan tropis, ekosistem hutan musim, ekosistem savana dan padang pasir, dan penerapan informasi ekologi dalam pengelolaan ekosistem hutan.

  • Ekologi Jenis Pohon Tropik

Studi ini membahas geografi tumbuhan, studi outekologi (studi ekologi jenis), adaptasi dan domestikasi pohon, ekologi jenis pohon Dipterocarpaceae, ekologi jenis pohon non-Dipterocarpaceae, ekologi jenis pohon budidaya (domestikasi), dan ekologi jenis tumbuhan untuk produksi hasil hutan bukan kayu.