Ruang Terbuka Hijau: Pengertian, Manfaat, Jenis, dan Penyediaan

Diposting pada

3.2.4 Taman Lingkungan Perumahan atau Perkantoran

Dalam jenis privat ada pula bentuk ruang terbuka hijau yang dimiliki oleh perorangan atau pihak swasta.

Contohnya yang terdapat di suatu permukiman atau perumahan serta gedung-gedung perkantoran atau gedung komersial.

Biasanya taman lingkungan perumahan dan permukiman berbentuk taman yang juga dapat dijadikan sebagai tempat diskusi atau melakukan interaksi sosial lainnya.

Di samping memberikan fungsi sosial budaya dan ekologi, fungsi yang paling diperlihatkan adalah fungsi estetika.

Lingkungan perkantoran atau gedung komersial yang memiliki berbagai kegiatan melelahkan dan padat dapat diatasi dengan adanya taman yang memberikan kesan tenang dan nyaman untuk orang-orang tersebut.

3.2.5 Hutan Kota

Ada juga dalam bentuk hutan kota. Sesuai dengan namanya, hutan kota didominasi oleh vegetasi-vegetasi berkayu dan berada di wilayah perkotaan.

Tidak sama dengan taman kota, hutan kota memiliki karakteristik strata tajuk yang berlapis atau banyak.

Mulai dari tingkat pepohonan atau pohon-pohon tinggi hingga tumbuhan bawah serta berbagai penutup tanah lainnya seperti semak yang semuanya pada umumnya memiliki jarak tanam yang tidak teratur.

Hutan kota memiliki struktur yang menyerupai hutan alam yang juga dapat menjadi habitat satwa.

Tempat ini dapat menjadi simbol atau identitas suatu daerah.

Misalnya dari vegetasi yang ada dan mendominasi di hutan kota tersebut menunjukkan bahwa spesies tanaman tersebut adalah endemik dari daerah tersebut sama halnya dengan satwa-satwa yang mendominasi di suatu hutan kota dapat menunjukkan bahwa satwa endemik daerah tersebut.

Tempat ini memiliki beberapa macam bentuk yaitu bentuk jalur, mengelompok, dan menyebar.

Selain itu, hutan kota juga dibedakan jenisnya berdasarkan fungsi dan peruntukkan lahan yaitu hutan kota tipe kawasan permukiman, kawasan industri, rekreasi, plasma nutfah, perlindungan, dan tipe pengamanan.

3.2.6 Taman Pemakaman Umum (TPU)

Taman Pemakaman Umum (TPU) juga menjadi bagian dari kawasan ini. Mengingat kondisi tempat yang kritis untuk ruang terbuka hijau, maka salah satu cara mengatasinya adalah dengan memanfaatkan tempat pemakaman umum.

Tempat ini adalah pemakaman jenazah bagi semua masyarakat tanpa membeda-bedakan golongan, suku, ras, agama, bangsa, atau kewarganegaraannya. Pada tempat ini, banyak sekali ditemukan vegetasi baik pohon ataupun rerumputan yang tumbuh secara alami maupun ditanam oleh manusia.

Di sini juga dapat tercipta iklim mikro dan menjadi tempat penyerapan air serta menyediakan tempat yang memiliki pemandangan indah. Oleh karena itu, taman pemakaman umum terhitung menjadi kawasan ruang terbuka hijau.

3.2.7 Lapangan Olahraga

Selain itu, lapangan olahraga juga terhitung dalam kawasan ini. Lapangan olahraga merupakan suatu area atau lahan datar yang luas yang peruntukkannya untuk kegiatan-kegiatan atau aktivitas olahraga contohnya adalah lintasan lari dan lapangan golf.

Tempat ini tergolong dalam kawasan ruang terbuka hijau karena menunjukkan area yang didominasi tumbuh-tumbuhan yang beberapa bagian areanya dimanfaatkan untuk keperluan aktivitas fisik.

3.2.8 Jalur Hijau

Adapula jalur hijau yang merupakan daerah yang kaya akan vegetasi dan dibuat secara menjalur atau memanjang di sekitar lingkungan kota atau pemukiman masyarakat. Area ini berfungsi untuk tempat penyerapan air hujan.

Di sini tidak boleh membangun rumah, gedung-gedung, atau bangunan lainnya. Salah satu bentuk jalur hijau adalah jalur hijau jalan yang memanjang dan berada di sisi jalan berfungsi sebagai sanitasi lingkungan.

3.2.9 Sabuk Hijau

Selain itu ada sabuk hijau. Area ini berfungsi sebagai pembatas dengan lahan atau kawasan lain yang berfungsi untuk melindungi area tersebut. Salah satu contohnya adalah sabuk hijau yang berada di kawasan waduk.

Sabuk hijau memiliki fungsi sebagai pembatas atau pemisah waduk dengan area lainnya serta perlindungan waduk. Fungsi perlindungannya adalah fungsi ekologi yaitu untuk menjaga stabilitas tanah dan terjadinya erosi.

Sabuk hijau harus dijaga dan dirawat dengan baik sebab sabuk hijau mempengaruhi tingkat kerusakan pada area yang dibatasinya. Jika sabuk hijau sudah mengalami kerusakan yang cukup tinggi, akan lebih mudah akses serta meningkatkan risiko kerusakan pada area yang dibatasinya.