Reboisasi: Pengertian, Fungsi, Tujuan, dan Penghijauan

Diposting pada

2.4 Fungsi dan Manfaat Secara Klimatologis

Dari fungsi dan manfaat secara klimatologis, reboisasi dapat meningkatkan penyerapan karbon di atmosfer, di mana karbon akan diserap tanaman untuk melakukan fotosintesis.

Manfaat inilah yang akan meningkatkan kualitas udara dan mencgah dampak pemanasan global.

2.5 Fungsi dan Manfaat Secara Protektif

Dari fungsi dan manfaat secara protektif, pohon yang ditanam akan dapat melindungi makhluk hidup dari, angin kencang, terik matahari, menahan debu, dan gerusan air.

Dengan adanya pohon, ketika hujan terjadi air tidak langsung jatuh ke tanah, melainkan akan jatuh ke tajuk pohon dan turun secara perlahan.

Hal inilah yang dapat mengurangi erosi yang diakibatkan oleh erosi percik, terlebih pada lahan kritis.

Erosi pada lahan kritis dapat mengakibatkan tanah menjadi longsor dan kehilangan keseimbangan. Akar tanaman yang kuat dan menjalar akan menahan tanah agar tidak longsor akibat erosi tersebut.

2.6 Fungsi dan Manfaat Secara Higienis

Dari fungsi dan manfaat secara higienis, pohon yang tumbuh dapat mengeluarkan oksigen sekaligus menyerap karbondioksida.

Selain itu, racun-racun yang ada di udara juga tersaring oleh pohon. Akar-akar pohon juga menyaring air yang ada di dalam tanah sehingga udara dan air jadi lebih layak untuk dimanfaatkan kembali.

3. Tujuan Reboisasi

Tujuan reboisasi adalah untuk menumbuhkan kembali hutan dan memulihkan fungsi dan manfaat yang diberikan oleh mereka.

Selain itu, kegiatan ini juga perlu dilakukan untuk meningkatkan tutupan lahan hutan yang akan memberikan manfaat kepada masyarakat sekitar.

Mengapa reboisasi perlu dilakukan?

Eksploitasi yang tidak didasari oleh norma-norma pemanfaatan dan pelestarian lingkungan akan menyebabkan keseimbangan antara struktur buatan manusia dan alam menjadi terganggu.

Hal ini disebabkan eksistensi dari komponen-komponen alami yang seharusnya dapat memberikan keseimbangan lingkungan semakin sedikit.

4. Perbedaan Reboisasi dan Penghijauan

Penghijauan merupakan kegiatan penanaman yang dilakukan pada lahan kosong agar kesuburan pada lahan tersebut dapat dipertahankan, ditingkatkan, dan dipulihkan.

Kegiatan ini dilakukan di lahan kritis di luar kawasan hutan agar fungsi dari lahan tersebut dapat ditingkatkan.

Sedangkan reboisasi adalah suatu usaha yang dilakukan untuk memperbaiki lahan terdegradasi dengan cara penanaman pohon kembali di dalam kawasan hutan.

Setelah mengetahui apa itu reboisasi dan penghijauan, terdapat perbedaan antara keduanya.

Perbedaan paling mencolok terdapat pada wilayahnya.

Reboisasi dilakukan pada lahan yang merupakan kawasan hutan yang telah ditetapkan oleh pemerintah, sedangkan penghijauan dilakukan pada lahan kosong atau lahan kritis yang berada di luar kawasan hutan.

5. Ciri-Ciri Wilayah yang Perlu Direboisasi

Adapun ciri-ciri wilayah yang perlu direboisasi yaitu:

  • kawasan hutan yang sudah rusak,
  • lahan kosong yang biasanya diisi oleh alang-alang dan semak belukar,
  • kawasan hutan gundul,
  • kawasan hutan yang terdapat bekas tebangan, dan
  • lahan kosong dalam kawasan hutan.

6. Pihak yang Berwenang dalam Mereboisasi Hutan

Izin Pinjam Pakai Kawasan Hutan yang selanjutnya disingkat IPPKH adalah izin yang diberikan untuk menggunakan kawasan hutan untuk kepentingan pembangunan di luar kegiatan kehutanan tanpa mengubah fungsi dan peruntukan kawasan hutan.

Pihak pemegang IPPKH sudah sepantasnya mereboisasi kawasan hutan sesuai dengan Keputusan Menteri tentang Penunjukan Lahan Kompensasi menjadi Kawasan Hutan sebagaimana dimaksud pada Pasal 50 ayat (5), Direktur Jenderal atas nama Menteri memerintahkan pemegang IPPKH untuk melaksanakan reboisasi pada kawasan hutan yang berasal dari lahan kompensasi yang bekerja sama dengan pihak pengelola kawasan hutan.

Pihak yang melakukukan reboisasi ini harus berkenaan dengan konsep dasar reboisasi yaitu reboisasi secara berkelanjutan dan lestari.

Hal tersebut dimaksudkan agar reboisasi tidak hanya dilakukan pada salah satu sisi saja tapi berkenaan dengan seluruh aspek atau faktor penunjang kehidupan di dalamnya.

Selain IPPKH, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) dan Perhutani yang merupakan badan resmi yang mengurusi bidang kehutanan juga memiliki wewenang untuk mereboisasi hutan.

Pelaksanaan reboisasi di bawah naungan Perhutani akan dilaksanakan sesuai dengan rencana pengelolaan hutan Perum Perhutani yang mana diatur dalam Pasal 53 P.27/Menlhk/2018.