Pohon Trembesi (Albizia saman): Taksonomi, Habitat, dan Budidaya

Diposting pada

8. Budidaya

Budidaya trembesi dapat dilakukan dengan cara pembibitan dan pencangkokan dengan memotong bagian batang, dahan, atau ranting.

Proses pembibitan trembesi biasanya dilakukan menggunakan biji jika pembibitan dilakukan dalam skala besar.

Proses pembibitan menggunakan biji dapat dilakukan dengan cara sebagai berikut:

  • Biji dimasukkan dalam air bersuhu 80oC atau 176oF selama 1-2 menit dengan perbandingan volume biji dengan volume air 1:5 kemudian biji dikeringkan.
  • Setelah itu, biji direndam dalam air hangat dengan suhu 30-40oC selama 24 jam. Metode ini dilakukan dengan tujuan untuk mempercepat perkecambahan biji 90-100%.
  • Biji akan tampak mengelupas setelah 3-5 hari setelah perendaman. Penyimpanan harus dilakukan di tempat teduh dengan pemberian air secara konstan agar dapat membantu pertumbuhan biji.
  • Biji sudah siap ditanam saat kecambah memiliki panjang 20-30 cm. Bibit yang lebih tahan terhadap air hujan adalah bibit yang berdiameter lebih dari 10 mm. Bibit yang siap ditanam biasanya memiliki tinggi sekitar 15-30 cm dengan panjang akar 10 cm serta panjang batang 20 cm. Bibit harus memiliki diameter 5 hingga 30 mm. Penanaman bibit trembesi dapat dilakukan pada media berupa pasir di bedeng tabur atau dapat juga ditanam langsung menggunakan polybag. Polybag yang digunakan umumnya berukuran 10 x 20 cm dengan media tanam berupa tanah, pasir, dan kompos dengan komposisi 3:1:1.
  • Setelah bibit ditanam, perlu juga dilakukan pemeliharaan bibit agar bibit dapat tumbuh dengan baik dan tahan terhadap serangan hama serta terpaan angin.

 

Berdasarkan uraian di atas, dapat diketahui bahwa pohon trembesi merupakan pohon dengan segudang manfaat dan memiliki beragam kelebihan jika dibandingkan dengan jenis pohon lainnya.

Selain bermanfaat untuk lingkungan, keindahan, dan juga mengatasi pencemaran udara, pohon trembesi juga mampu meningkatkan kualitas air tanah di sekitar tempat tumbuhnya.

Setiap bagian pohon trembesi mulai dari batang, daun, akar, buah, hingga bijinya dapat dimanfaatkan. Dapat dikatakan bahwa pohon trembesi seperti pohon kelapa yang semua bagiannya dapat bermanfaat bagi manusia.

Dengan demikian, kontribusi tersederhana jika kita ingin menyelamatkan lingkungan dari pencemaran maupun pemanasan global adalah dengan melestarikan pohon trembesi. Satu trembesi untuk udara bersih, satu trembesi untuk lawan pemanasan global!