Pohon Sonokeling (Dalbergia latifolia): Taksonomi, Kayu, dan Budidaya

Diposting pada

4. Habitat

Pohon sonokeling berukuran relatif besar dengan tinggi pada kisaran 20 m hingga 40 m disertai dengan diameter yang besar.

Tumbuhan sonokeling menyukai daerah dengan keadaan lembab dan solum tanah yang dalam.

Tumbuhan ini mampu tumbuh baik di daerah dengan curah hujan antara 750 hingga 5000 mm/th dengan drainase yang baik.

Berdasarkan lokasi tempat tumbuh, tumbuhan ini cocok ditanam pada lahan dengan ketinggian kurang dari 600 mdpl (meter di atas permukaan laut).

5. Sebaran

Sebaran pohon ini tumbuh secara berkelompok, tetapi dengan jumlah yang tidak terlalu banyak.

Tumbuhan ini seringkali ditemukan tumbuh secara alami di hutan Jawa Tengah dan Jawa Timur dengan ketinggian kurang dari 600 mdpl.

Advertisement nature photography

Tumbuhan ini ditemui di negara-negara Asia, seperti India tepatnya di sekitar kaki gunung Himalaya hingga ujung selatan dari semenanjung dengan karakteristik hutan monsun kering di wilayah Karnataka, Tamil Nadu, dan Kerala. Sonokeling juga ditemui di negara Sri Langka.

Tumbuhan sonokeling ini sebagian besar dapat ditemui di hutan daerah Jawa Tengah pada ketinggian 20 meter hingga maksimal 40 meter. Sedangkan di daerah Jawa Timur, biasanya terdapat di hutan alam  dengan variasi warna batang pohon yang unik antara ungu gelap dan cokelat.

6. Kayu Pohon Sonokeling

Bentuk Kayu Sonokeling
Bentuk Kayu Sonokeling

Kayu pohon sonokeling termasuk dalam jenis kayu yang memiliki nilai ekonomis di pasar hasil hutan kayu.

Kayu dari sonokeling ini termasuk dalam kelas keawetan yang tidak kalah dari jenis komoditas lainnya yaitu dalam kelas awet satu (I) yang memiliki berat jenis sedang hingga berat antara 0,77-0,86 pada kadar air sekitar 15%.

Kadar air yang cukup tinggi ini membutuhkan perlakuan tambahan atau treatment dalam pengolahannya dalam mengurangi resiko terkena jamur ataupun rayap.

Kayu pohon ini bertekstur halus serta arah serat yang berombak dan kadang pula lurus.

Terdapat 2 sampai 3 pori berganda radial, dan lima hingga 8 pori per mm2  baur dan soliter.

Kayu yang awet serta tahan terhadap serangan jamur pembusuk dan rayap kayu kering ini cocok sebagai salah satu referensi dalam memilih kayu pertukangan maupun dialokasikan dalam furniture dan mebel.

Pohon dengan kelas kekuatan dua (II) ini memiliki harga yang cukup stabil, sehingga kayu ini bisa dijadikan salah satu alternatif apabila Anda hendak melakukan investasi dalam jangka panjang (kurang lebih dalam kisaran waktu 10 tahunan).

Tentu saja harga kayu berbanding lurus dengan lama atau umur dari pohon sonokeling. Untuk memperoleh harga yang maksimal kurang lebih dibutuhkan waktu lebih dari 20 tahun dengan tetap memperhatikan pemeliharaan, karena semakin tua usia kayu akan semakin besar pula resiko yang ada baik dari faktor alam maupun faktor manusia.

Harga kayu ini dipasaran mulai drai 1,3 juta per kubik untuk ukuran 1,5 x 180 x 90 cm. Kayu dalam bentuk lembaran memiliki harga yang jauh lebih tinggi yaitu untuk ukuran 300x 20 x 3 cm seharga 16 juta per meter.

Tumbuhan ini memiliki keawetan yang setara dengan kayu jati dengan serat unik berwarna hitam serta bertekstur halus. Keawetan yang tinggi ini dipengaruhi oleh zat ekstraktif yang seperti getah dihasilkan oleh kayu sonokeling ini sendiri.

7. Manfaat Pohon Sonokeling

Tumbuhan ini memiliki manfaat beragam yang dapat diolah menjadi produk jadi maupun produk setengah jadi.

Kayu tumbuhan ini tergolong lebih mudah diolah dan proses pengerjaannya pun tidak membutuhkan usaha yang ekstra.

Dengan mudahnya proses pengerjaan tersebut output dari kayu ini berupa mebel/ furniture, tableware, alat musik, serta beberapa produk luaran lainnya.

Tetapi serbuk kayunya dapat menyebabkan alergi, ruam, atau gatal sehingga perlu dilakukan perlakuan berbeda daripada kayu tumbuhan jenis lain.

Salah satu implementasi dari penggunaan kayu sonokeling sebagai produk mebel yaitu pada rumah joglo atau rumah adat di Jawa. Kayu ini selain dapat dibuat menjadi beberapa produk jadi di atas juga dimanfaatkan oleh perusahaan otomotif terkemuka seperti Mercedes Benz dengan bahan kayu rosewood pada interior panel mobil produksi mereka karena memiliki nilai eksklusifitas yang tinggi.

Gambar Gravatar
Mahasiswi Manajemen Hutan IPB yang aktif di bidang sosial dan seni terutama seni vokal. Eksplorasi lingkungan dan alam manjadi minat utama.