Pohon Rasamala (Altingia excelsa): Taksonomi, Kelangkaan, dan Habitat

Diposting pada

8. Budidaya

Bibit Pohon Rasamala
Bibit Pohon Rasamala

Menurut beberapa penelitiaan yang telah dilakukan, budidaya pohon rasamala dapat diawali dengan pengumpulan buah untuk diambil bijinya.

Buah pada pohon ini yang telah jatuh harus segera diambil karena warna pada buah dapat berubah hitam ataupun bijinya hilang diambil oleh satwa yang melewati pohon.

Pada pengolahan dan penanganan benih, benih harus diekstraksi melalui penjemuran selama kurang lebih 2 hari, atau dapat menggunakan pengering benih dengan suhu 38-42˚C selama 20 jam.

Melalui perlakuan ini, buah akan terbelah dan benih yang berada di dalamnya akan keluar. Setelah itu, dapat dilanjutkan pemilahan benih berdasar pada beratnya.

Benih yang masih segar selanjutnya segera ditabur agar viabilitas pada benih tidak menurun.

Hasil penelitian dari Balai Penelitian dan Pengembangan Teknologi Perbenihan Bogor menyatakan dan menunjukkan bahwa viabilitas dari benih hanya dapat dipertahankan hingga 12 minggu apabila benih dalam keadaan kering.

Sebelum ditanam, benih direndam di dalam air kurang lebih 24 jam. Apabila benih telah selesai direndam, maka kemudian harus segera ditabur.

Campuran pasir dengan tanah (1:1) digunakan sebagai media tabur yang baik pada umumnya. Rata-rata perkecambahan pada jenis ini terjadi pada hari ke-10 dan apabila kecambah yang telah berumur 1 bulan dapat dilakukan penyapihan kedalam polybag yang telah diisi tanah kaya akan bahan organik.

 

Sebagai salah satu tanaman yang memiliki banyak manfaat, seiring dengan berjalannya waktu tanaman ini bisa saja berkurang.

Jika kondisi ini terus menerus dibiarkan tanpa adanya tindak lanjut maka dikhawatirkan eksistensi Pohon Rasamala semakin sedikit, hingga mengalami kepunahan.

Mengingat pentingnya eksistensi pohon rasamala (Altingia excelsa Noronha) maka keberadaan tanaman ini penting untuk diperhatikan.

Gambar Gravatar
Mahasiswa rantau dari ujung timur pulau jawa.