Pohon Rasamala (Altingia excelsa): Taksonomi, Kelangkaan, dan Habitat

Diposting pada

4. Habitat

Habitat Pohon Rasamala terdapat di kawasan hutan hujan tropis serta pegunungan/ bukit lembab, misalnya di Taman Nasional Gunung Gede Pangrango yang notabene didominasi oleh Pohon Rasamala.

Menurut penelitian Wisnubudi (2009) tentang penggunaan strata vegetasi oleh burung, bahwa rasamala paling tinggi dimanfaatkan sebagai habitat dari 32 jenis burung. Begitu pula dalam penelitian Oktaviani (2009), pohon rasamala menjadi pohon dominan yang dipilih Owa Jawa sebagai lokasi untuk melakukan aktivitas bersuara.

Pohon Rasamala banyak dijumpai di daerah Jawa Barat.

Pohon jenis ini akan tumbuh dengan baik pada ketinggiannya sekitar 500 – 1500 mdpl di daerah-daerah yang memiliki musim kering, basah, ataupun sedang.

Kriteria tempat tumbuh yang dapat ditumbuhi pohon jenis ini adalah tanah vulkanik yang subur dan selalu lembab pada daerah dengan curah hujan lebih dari 100 mm/bulan.

5. Sebaran

Sebaran dari pohon rasamala yang paling banyak berada di dataran Asia. Rasamala termasuk ke dalam famili Hamamelidace yang tersebar dari Tibet Selatan, Assam (India), hingga Asia Tenggara termasuk Cina Selatan sampai Malesia.

Namun, hanya terdapat 1 spesies yang ada di Malaysia yaitu A. excelsa. Persebaran Jenis ini bermula dari Himalaya menuju ke wilayah lembab di Myanmar hingga Semenanjung Malaysia, Sumatera, dan Jawa (Soerianegara & Lemmens 1994).

Selain dikenal dengan nama rasamala, masyarakat di beberapa daerah Indonesia menyebutnya mala, tulasan, atau mandung.

Masyarakat Melayu yang tinggal di Malaysia sering kali menyebutnya raksamala atau ra’samala.

Masyarakat Sunda menyebutnya rasamala, masyarakat Jawa menyebutnya gadog, dan masyarakat Tapanuli menyebutnya tulason.

Berbeda dengan Myanmar, pohon jenis ini memiliki sebutan nantayok, serta di Thailand memiliki  tiga nama yaitu sophom, dan satu.

Penyebaran pohon jenis ini secara alami di wilayah Indonesia meliputi Sumatra Utara, Sumatra Barat, Bengkulu, hingga Jawa Barat.

6. Kayu Pohon Rasamala

Kayu yang Anda sebut rasamala ini tergolong ke dalam kelas keawetan kayu II dengan berat jenis antara 0,6-0,8.

Kulit kayu pohon jenis ini halus dan berwarna abu-abu. Batang kayunya berwarna merah. Kayu pohon jenis ini dikenal sangat awet walaupun disimpan secara langsung tanpa ada perlakuan khusus dan bersentuhan dengan tanah.

Kayu pada pohon jenis ini banyak digunakan oleh aquacaper dalam pembuatan hiasan dalam aquascape.

Selain memiliki harga yang relatif murah, kayu pohon jenis ini apabila telah mongering tidak akan lagi mengeluarkan tanin dalam jumlah besar.

Pengurangan jumlah tanin tersebut selanjutnya dapat mengurangi dampak negatif bagi habitat di sekitarnya.

Warna kayu pada pohon jenis ini yaitu kemerah-merahan yang didominasi oleh tekukan serta cabang, sedangkan untuk ukuran kayu pada pohon jenis ini cenderung ramping dengan harga berkisar Rp 30.000,- hingga ratusan ribu yang bergantung pada besar kecil dan bentuk rantingnya.

7. Manfaat Pohon Rasamala

Canopy Trail TNGGP
Canopy Trail TNGGP

Pohon ini mempunyai sejuta manfaat bagi manusia, mulai dari akar hingga daun.

Pohon ini merupakan pohon yang kuat dan solid. Kegunaan akar pada pohon jenis ini adalah sebagai hiasan dekorasi pada aquascape.

Pohon ini memiliki tinggi bebas cabang yang tinggi maka kayunya cocok digunakan untuk bahan kegiatan kontruksi seperti tiang, kerangka jembatan, tiang listrik dan telepon, hingga penyangga pada rel kereta api.

Kayu pada pohon jenis ini juga dimanfaatkan untuk kegiatan konstruksi berat, perahu, kapal, rangka kendaraan, vinir, plywood, hingga bahan untuk lantai rumah.

Daun pohon yang masih muda dan berwarna merah, sering digunakan untuk lalapan ataupun bahan tambahan pada sayur.

Batangnya lurus ke atas sehingga bisa digunakan sebagai bahan untuk membuat rumah. Rasamala adalah solusi ekonomis dari kebutuhan bahan kayu.

Program reboisasi yang telah dicanangkan oleh pemerintah Jawa Barat juga menggunakan pohon rasamala sebagai jenis utama yang akan ditanam. Penanamannya biasanya pada jarak yang rapat karena pohon muda rentan mengalami percabangan apabila terkena banyak sinar matahari.

Berdasarkan penelitian Hidayat dan Fijridiyanto (2002), keberadaan rasamala biasanya dimanfaatkan oleh masyarakat sebagai bahan bangunan karena kayunya yang awet.

Penelitian Susanti (2010) juga menyatakan bahwa pohon jenis ini merupakan pohon yang banyak dimanfaatkan oleh masyarakat sebagai kayu bakar untuk kegiatan sehari-hari.

Selain itu, pohon jenis ini dapat digunakan sebagai pengharum ruangan karena memiliki getah yang berbau harum.

Gambar Gravatar
Mahasiswa rantau dari ujung timur pulau jawa.