Pohon Eboni: Taksonomi, Morfologi, Manfaat, Budidaya, dan Habitat

Diposting pada

5.5 Jimat

Selain bisa digunakan sebagai furnitur rumah tangga, rumah tradisional, souvenir kayu, dan obat-obatan, kayu eboni juga bisa dijadikan sebagai jimat.

Kehadiran pohon ini memberikan legenda dan mitos tersendiri bagi masyarakat Sulawesi.

Konon katanya kayu eboni yang berwarna hitam gelap dan pekat mempunyai kaitan dengan pertempuran yang diceritakan pada Kisah Ramayana.

Diceritakan Hanuman membakar Kota Lanka sehingga menghitamkan Pohon eboni.

Ada juga versi lain yang berasal dari Suku Muria.

Masyarakat menganggap bahwa kayu hitam ini bisa dijadikan sebagai jimat yang melindungi mereka.

Maka dari itu jangan heran pula jika terdapat beberapa orang yang mengenakan aksesoris dari kayu hitam eboni sebagai perlindungan diri.

6. Budidaya Pohon Eboni

Daun Eboni
Daun Eboni (simakterus.com)

Pohon eboni merupakan salah satu pohon yang dilindungi oleh pemerintah Indonesia dikarenakan jumlahnya yang semakin sedikit dan untuk meminimalisir adanya kemungkinan kelangkaan atau kepunahan spesies.

Maka dari itu pohon yang bisa tumbuh di berbagai jenis tanah seperti tanah berpasir, tanah berkapur, tanah berbatu, dan tanah liat ini diupayakan agar tetap lestari dengan cara budidaya.

Walaupun tingkat keberhasilannya sangat kecil, tetapi cara inilah yang bisa dilakukan agar Pohon eboni tidak sampai mengalami kepunahan.

Langkah pertama adalah dengan mengumpulkan buah-buah eboni yang sudah jatuh ke tanah.

Cara ini mempunyai kelebihan dan kekurangan, kelebihannya adalah buah yang telah jatuh merupakan buah yang telah masak.

Kekurangannya atau sisi negatifnya adalah buah yang sudah jatuh kemungkinan sudah terserang penyakit atau hama.

Setelah pengumpulan buah, proses selanjutnya adalah ekstraksi dan pematahan dormansi.

Cara mengekstraksi buah eboni adalah memisahkan biji dari daging dan kemudian dicuci atau dibersihkan.

Selanjutnya adalah pematahan dormansi yang mana biji tersebut akan direndam dalam air selama 1 sampai 2 hari dan hasilnya adalah muncul bakal akar.

Bakal akar inilah yang akan mengalami perkembangbiakan menjadi pohon.

Perendaman selama 1-2 hari tersebut bisa mempercepat biji buah eboni untuk berkecambah daripada disemai secara langsung.

Penyemaian dilakukan dengan menggunakan media pasir.

Caranya adalah dengan menanam biji dan kemudian ditutup tanah yang tingginya sekitar 2 cm.

Biji tersebut perlu ditanamkan karena akar biji eboni kurang kuat untuk bisa menembus media tanam.

Cara terakhir adalah dengan penanaman ke lahan yang telah disediakan.

Setelah biji atau bibit berhasil berkecambah dan sudah tumbuh 2 pasang daun maka biji tersebut bisa dipindahkan ke lahan yang diberikan campuran kompos.

Proses tersebut akan menghasilkan bibit dengan harga jual sebesar Rp 23.000 sampai Rp 55.000 per satuan.

7. Habitat dan Sebaran

Pohon eboni adalah salah satu pohon unik yang berasal dari Pulau Sulawesi.

Nama eboni sendiri diambil dari salah satu pelabuhan yang ada di Sulawesi.

Pohon ini banyak ditemukan di daerah Sulawesi Selatan, Sulawesi Tengah, Sulawesi Utara, Gorontalo, bahkan adapun yang membudidayakannya di Kalimantan.

Dikarenakan kualitasnya yang bagus dan mempunyai banyak peminat sehingga kayu ini juga banyak diekspor ke berbagai negara seperti negara-negara di kawasan Eropa dan Jepang.