Pohon Eboni: Taksonomi, Morfologi, Manfaat, Budidaya, dan Habitat

Diposting pada

4. Status Kelangkaan Pohon Eboni

Kualitasnya yang bagus dan harga cukup tinggi menjadikan kayu hitam eboni banyak diincar para pembalak liar.

Pemanenan yang sudah dilakukan sejak lama dan tidak diimbangi dengan kemampuan regenerasi alaminya dikhawatirkan dapat menyebabkan pohon ini mengalami kelangkaan bahkan kepunahan.

Pada tahun 1920 ekspor kayu eboni bisa mencapai 2.300 m³ dan meningkat pada tahun 1928 yaitu 8.200 m³.

Setelah itu ekspor kayu eboni rata-rata 6.000 m³ per tahunnya dan pada tahun 1973 ekspor ini bisa mencapai 26.000 m³.

Ternyata setelah itu tegakan kayu eboni mengalami kerusakan sehingga ekspor pun menurun sangat tajam.

Hal tersebut menjadikan pemerintah mengeluarkan Surat Keputusan Menteri Kehutanan Nomor 31/KPTS-IV/86 yang mengatur penertiban kayu eboni di Sulawesi Tengah.

Pada tahun 1998 International for Conservation of Nature and Natural Resources (IUCN) Red List of Threatened Species memasukkan Pohon eboni ke dalam kategori vulnerable.

Vulnerable sendiri merupakan status konservasi untuk spesies yang menghadapi risiko kepunahan atau kelangkaan.

Pada tanggal 12 Juni 2013, pohon ini telah masuk ke Appendix II CITES yang merupakan daftar spesies tidak terancam punah tetapi akan punah jika perdagangan tanpa adanya peraturan terus berlanjut.

5. Manfaat Pohon Eboni

Berikut ini beberapa manfaat dari pohon si kayu hitam.

Batang Eboni
Batang Eboni (www.dekoruma.com)

5.1 Konstruksi Bangunan dan Furniture

Kayu eboni dikenal sebagai kayu yang sangat awet dan mempunyai keindahan serta keunikannya tersendiri.

Keawetan dan kekuatan dari kayu ini sangatlah cocok untuk digunakan sebagai konstruksi bangunan dan perabotan rumah tangga.

Sementara keunikannya bisa dimanfaatkan sebagai bahan dasar furnitur yang mempunyai nilai seni tinggi dan bisa menjadi yang paling berkualitas di kelasnya.

Harga kayu yang cukup tinggi menjadikan olahan seninya bisa menghasilkan produk-produk yang mempunyai nilai pakai dan harga cukup tinggi pula.

Misalnya, patung, bahan mebel, alat musik, ukiran, kayu lapis mewah, kipas, hiasan dinding, dan lain sebagainya.

Di Negeri Matahari Terbit atau Jepang, kayu eboni dimanfaatkan sebagai bahan dasar rumah tradisional dan pilar-pilar penyangga.

Di Jepang sendiri kayu ini juga seringkali dianggap sebagai simbol status sosial yang tinggi dikarenakan mempunyai keindahan dan harganya cukup mahal.

5.2 Souvenir

Di Indonesia tepatnya di Sulawesi, kayu eboni dimanfaatkan sebagai souvenir tangan.

Misalnya miniatur perahu pinisi khas suku Bugis Sulawesi, gantungan kunci, jam dinding, bingkai foto, guci kayu, patung tradisional, asbak, dan lain sebagainya.

5.3 Penghijauan

Pohon ini juga bisa membantu penghijauan di area perkotaan.

Dikarenakan cukup langka, pohon ini hanya ditanam di hutan kota dan wilayah-wilayah tertentu di kota besar.

5.4 Manfaat Kesehatan

Ternyata Pohon eboni juga mempunyai manfaat dan keuntungan untuk kesehatan.

Menurut penelitian, daun eboni merupakan sumber kayu hitam yang mempunyai kandungan flavonoid dan triterpenoid pentacyclic.

Dua senyawa tersebut mempunyai sifat antimikroba yang bisa menghambat adanya pertumbuhan mikroba bahkan menutup dan membunuh bakteri.

Bagian kulit kayu juga terdapat antihyperglycemic atau salah satu obat yang dipakai untuk mengobati diabetes mellitus, kencing manis, mengurangi kadar glukosa, dan lain-lain.

Ada juga zat anti karsinogen pada ekstrak kayu hitam yang mempunyai khasiat anti kanker dan senyawa zat aktif antioksidan yang bisa meningkatkan kinerja otak, menstabilkan tekanan darah, menyembuhkan penyakit jantung, dan lain-lain.