Pohon Eboni: Taksonomi, Morfologi, Manfaat, Budidaya, dan Habitat

Diposting pada

Pohon eboni (Diosypyros celebica) merupakan pohon yang menghasilkan kayu hitam berkualitas tinggi.

Kayu yang berasal dari pohon ini sangat cocok digunakan sebagai kayu kontruksi bangunan atau furnitur rumah tangga. Tak heran jika kayu ini banyak dicari orang meskipun harganya cukup mahal.

Penasaran dengan pohon yang hidup di Pulau Sulawesi ini?

Yuk simak artikel ini sampai selesai!

Kayu Eboni
Kayu Eboni (www.99.co)

1. Sekilas mengenai Pohon Eboni

Pohon eboni (Diospyros celebica) merupakan pohon yang mempunyai kayu indah dan tumbuh di Pulau Sulawesi.

Di dunia internasional pohon ini dikenal sebagai Macassar Ebony, Coromandel Ebony, Streaked Ebony, dan Black Ebony.

Di Indonesia sendiri pohon ini juga mempunyai beberapa nama lagi yaitu maitong, lotong, kayu hitam, sora, dan toetandu.

Pohon eboni mempunyai karakteristik yang unik dengan nilai jual tinggi.

Namun, pohon ini sudah masuk dalam kategori cukup langka serta dilindungi oleh Pemerintah Indonesia.

Hal ini karena banyaknya pemanenan di habitat asli oleh oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab.

2. Taksonomi Pohon Eboni

Berikut ini adalah taksonomi Pohon eboni, yaitu:

KingdomPlantae
Sub KingdomViridiplantae
Infra KingdomStreptophyta
Super DivisiEmbryophyta
DivisiTracheophyta
Sub DivisiSpermatophyta
KelasMagnoliopsida
OrdoEricales
FamiliEbenaceae
GenusEricales
SpesiesDiosypyros celebica

3. Morfologi

Terdapat beberapa hal yang membuat Pohon eboni berbeda dengan pohon lainnya.

Pohon eboni tumbuh dengan batang yang tinggi, tegak, dan lurus dengan ketinggian 20 – 40 meter serta memiliki diameter hingga 1 meter.

Pohon ini mempunyai batang atau kayu berwarna hitam sehingga seringkali disebut sebagai kayu hitam.

Jika dilihat lebih dekat lagi, kayu eboni mempunyai warna serta barisan yang cukup tidak teratur berwarna hitam dan cokelat kemerah-merahan.

Kayu eboni mempunyai tekstur yang halus, serat kayu lurus, mengilap, dan permukaannya cukup licin sehingga tidak perlu banyak dipoles dengan mesin atau tangan.

Kulit batangnya mempunyai tekstur yang beralur, berwarna cokelat kehitaman, dan sedikit terkelupas.

Pepagan atau bagian paling luar dari batang Pohon eboni mempunyai warna cokelat muda dan bagian bawahnya berwarna putih kekuningan.

Pohon ini juga mempunyai banir atau akar yang menonjol ke luar tanah dan bentuknya seperti dinding penopang pada bagian pangkal dengan tinggi mencapai 4 meter.

Jenis daun eboni adalah daun tunggal yang mana hanya terdapat satu helaian pada satu tangkai daun.

Bentuk daun ini adalah memanjang dan bagian ujungnya cukup meruncing tajam.

Warnanya hijau tua dan jika disentuh maka akan terasa sedikit ada bulu-bulu halus di bagian permukaannya.

Pohon ini juga mempunyai bunga berwarna putih dan tumbuh secara berkelompok yang biasanya muncul pada Bulan Maret sampai Mei.

Ternyata Pohon eboni juga bisa menghasilkan buah berbentuk bulat oval yang warnanya merah kekuningan dan berubah menjadi cokelat ketika sudah matang.

Sama seperti daun, buahnya juga mempunyai bulu-bulu halus di bagian luarnya.

Buah ini tumbuh pada Bulan September sampai November dan biasanya dimakan oleh monyet, kelelawar, bajing, dan lain sebagainya.