Pohon Bidara: Taksonomi, Morfologi, Habitat, Manfaat, dan Jenis

Diposting pada

7.3 Bidara Laut

Bidara laut mempunyai nama latin Ziziphus muritina yang merupakan jenis bidara dengan habitat ada di pinggir laut sehingga diberi nama bidara laut.

Masyarakat yang ada di daerah pesisir pantai juga percaya jika tanaman ini bisa membantu untuk meredakan mabuk laut.

Buahnya berwarna kuning walaupun sudah matang dan mempunyai batang dengan duri-duri kecil.

Batangnya memang mempunyai bentuk cukup kecil, tetapi struktur kayunya cukup keras.

Daun tanaman ini bentuknya bulat lonjong dengan permukaan cukup panjang yaitu bisa mencapai 29 cm dengan lebar 2 cm.

7.4 Bidara Upas

Bidara upas merupakan jenis bidara yang tidak memiliki duri sama sekali.

Tumbuhan jenis ini asalnya dari salah satu negara di Asia Tenggara yaitu Filipina.

Bentuk daunnya mirip seperti bentuk hati dan berwarna hijau tua.

Hal yang membedakan dengan jenis tumbuhan bidara lainnya adalah adanya umbi pada bidara upas.

Hal ini dikarenakan bidara upas termasuk dalam jenis umbi-umbian.

Warna umbi bidara upas adalah kuning kecokelatan mirip seperti umbi rambat.

Tinggi dari bidara yang menghasilkan bunga berwarna putih ini bisa mencapai kurang lebih sekitar 5 meter.

Daunnya mempunyai banyak manfaat untuk kesehatan seperti bisa mengobati penyakit diabetes, syphilis, dan masih banyak lagi.

 

Itulah informasi mengenai pohon bidara yang dikenal sebagai tanaman pengusir sihir.

Semoga bisa membantu dan berguna untuk kita semua terutama dalam menambah wawasan mengenai jenis tumbuhan.

Sekian dan sampai jumpa di artikel menarik lainnya!

 

Referensi:

Id.wikipedia.org. 2020. Bidara. [Internet]. Terdapat pada: https://id.wikipedia.org/wiki/Bidara#Kegunaan

Rimbakita.com. 2019. Mengenal Pohon Bidara – Taksonomi, Morfologi, Manfaat & Cara Tanam. [Internet]. Terdapat pada: https://rimbakita.com/pohon-bidara/

Thegorbalsla.com. 2021. 6 Tanaman Bidara (Jenis dan Manfaat). [Internet]. Terdapat pada: https://thegorbalsla.com/tanaman-bidara/#Morfologi_Tanaman_Bidara

 

Editor:
Mega Dinda Larasati