Pohon Bidara: Taksonomi, Morfologi, Habitat, Manfaat, dan Jenis

Diposting pada

6.1.1 Pembenihan

Hal pertama yang harus dilakukan untuk pembenihan adalah menyiapkan biji tanpa cangkang.

Biji yang cangkangnya sudah terkupas itu kemudian direndam bersama bawang merah yang berfungsi sebagai zat perangsang pertumbuhan.

Biji tersebut akan direndam dalam air hangat selama satu malam.

Dibutuhkan beberapa media seperti plastik sungkup, tisu, dan wadah untuk pembenihan.

Tutupi biji menggunakan 2 sampai 3 lembar tisu dan kemudian semprot dengan air agar bisa berkecambah.

Setelah itu, tutup menggunakan plastik sungkup dan tunggu selama 2 hari sampai biji berhasil mengeluarkan akar.

6.1.2 Pemindahan

Proses kedua adalah memindahkan bibit ke media tanam.

Hal yang perlu disiapkan adalah campuran tanah humus, pupuk kandang, dan abu sekam padi.

Masukkan semua bahan ke dalam wadah atau polybag.

Pindahkan bibit dengan hati-hati dan pastikan posisi akarnya menghadap ke bawah.

Benamkan akar dengan kedalaman sekitar 2 sampai 3 cm.

Setelah itu, siram tanaman dengan menggunakan sedikit air setiap hari secara rutin.

Bibit tersebut sudah menghasilkan daun-daun muda dalam waktu sekitar 1 minggu saja.

6.1.3 Perawatan

Pada umumnya, tanaman bidara akan menghasilkan buah saat berumur kurang lebih sekitar 2 tahun.

Sehingga untuk pemangkasan bisa dilakukan setelah masa panen yaitu saat pohon sudah menghasilkan bunga dan pucuk baru.

Pemangkasan ini dilakukan dengan tujuan agar tanaman tetap bisa tumbuh subur.

Berikan pupuk untuk merangsang pertumbuhan tanaman.

Pupuk yang digunakan adalah pupuk kandang dan pupuk nitrogen.

7. Jenis Pohon Bidara

Adapun beberapa jenis dari tumbuhan bidara, antara lain:

7.1 Bidara Arab

Jenis tumbuhan bidara yang pertama adalah bidara Arab atau bidara sidr yang mempunyai nama latin Ziziphus spinacristi.

Dinamai bidara Arab karena jenis tumbuhan ini berasal dari Arab.

Jenis tumbuhan ini biasanya hidup di ketinggian sampai 500 mdpl.

Tumbuhan bidara Arab mempunyai duri yang ada pada batangnya dan buahnya biasanya dijadikan sebagai minuman serta campuran madu.

Tumbuhan ini sangatlah adaptif dan biasanya digunakan sebagai salah satu alat kegiatan ruqyah.

Tidak hanya itu, daun dari bidara Arab mempunyai sifat yang mirip seperti sabun yaitu jika dihancurkan dan digosok-gosokkan maka akan mengeluarkan busa.

Tumbuhan ini juga mempunyai banyak manfaat yang baik untuk kecantikan dan kesehatan.

7.2 Bidara Cina

Jenis bidara yang satu ini mempunyai nama latin Ziziphus jujuba.

Bidara Cina mempunyai buah mirip seperti apel yang saat belum matang warnanya hijau dan jika sudah matang warnanya akan berubah menjadi cokelat sedikit kehitaman.

Bentuk pohonnya rindang dan biji buahnya cukup keras berbentuk lonjong mirip seperti biji buah zaitun.

Tinggi tanaman ini bisa mencapai 5-10 meter dengan kayu yang berduri.

Kulit batang bidara Cina bertekstur halus, mengkilap, dan berwarna cokelat.

Saat sudah berbunga tumbuhan ini akan menghasilkan bunga yang berwarna kuning cerah.