Pohon Bidara: Taksonomi, Morfologi, Habitat, Manfaat, dan Jenis

Diposting pada

5. Manfaat Pohon Bidara

Adapun beberapa manfaat pohon bidara mulai dari buah hingga kayu dari pohon bidara.

Berikut ini adalah penjelasannya:

Buah bidara dengan kultivar unggul seringkali diperjualbelikan sebagai buah segar yang bisa dimakan secara langsung atau diolah menjadi minuman segar.

Adapun beberapa daerah yang mengeringkan buah bidara dan kemudian dijadikan sebagai manisan.

Selain itu, buah yang mempunyai berwarna merah saat matang ini seringkali juga dijadikan sebagai rujak.

Walaupun pahit, tetapi buah bidara mempunyai banyak kandungan nutrisi seperti vitamin A, sumber kandungan karoten, vitamin C, dan lemak.

Daun bidara yang muda bisa dijadikan sebagai sayuran, sedangkan yang tua untuk pakan ternak.

Rebusan daun bidara bisa diminum sebagai jamu.

Ia akan berbusa jika diremas bersama air dan bisa dipakai untuk memandikan orang yang demam.

Di Jakarta, daun bidara biasanya digunakan untuk memandikan mayat agar najis bisa hilang.

Selain itu akar, biji, dan kulit kayu pohon bidara juga bisa digunakan sebagai obat untuk memperlancar pencernaan serta sebagai obat luka.

Di Jawa, kulit kayu pohon ini dipakai untuk mengobati gangguan pencernaan, sedangkan di Malaysia kulit kayu akan dihaluskan dan digunakan sebagai obat sakit perut.

Hal ini dikarenakan kulit kayu bidara dipercaya mempunyai khasiat sebagai tonikum.

Kulit akar pohon ini bisa dicampur dengan sedikit pucuk pulasari dan bawang putih kemudian diminum guna mengatasi kencing nyeri dan berdarah.

Selain berfungsi sebagai obat, pohon bidara mempunyai kayu yang berwarna kemerahan, keras, bertekstur halus, dan tahan lama.

Oleh karena itu kayu bidara cocok jika dijadikan sebagai kayu kontruksi, perkakas rumah tangga, kayu lapis, venir, barang bubutan, peti pengemas, dan peralatan-peralatan lain.

Di Bali, kayu ini dijadikan sebagai gagang pisau, kapak, pahat, dan perkakas tukang kayu lainnya.

Kayu bidara juga cocok untuk dijadikan arang.

Ranting-rantingnya pun mudah untuk dipangkas dan bisa dipanen sebagai kayu bakar.

Buah bidara dan kulit kayunya juga bisa menghasilkan bahan pewarna.

Bahan-bahan tersebut menghasilkan tanin dan pewarna cokelat kemerahan.

6. Perkembangbiakan dan Budidaya

Tumbuhan bidara bisa berkembangbiak dengan melalui penyambungan dan biji.

Biji bidara sendiri ada pada daging buahnya dengan ukuran yang beragam.

Teknik perkembangbiakan dengan menggunakan biji adalah teknik generatif yang mana untuk dijadikan sebagai benih atau bibit, biji bidara harus direndam terlebih dahulu untuk bisa menghasilkan kecambah.

Sementara cara penyambungan atau okulasi merupakan tahap perkembangbiakan vegetatif yang dilakukan pada batang pohon.

Anak hasil penyambungan biasanya akan mempunyai duri yang lebih sedikit dibandingkan dengan induknya, tetapi biji dalam buahnya akan lebih banyak.

6.1 Cara budidaya atau menanam

Berikut ini adalah cara budidaya atau menanam pohon bidara, yaitu: