Pohon Bidara: Taksonomi, Morfologi, Habitat, Manfaat, dan Jenis

“Pohon bidara adalah salah satu jenis tumbuhan dengan kayu kecil yang dikenal sebagai pengusir makhluk halus.”

Tumbuhan ini mempunyai ciri khas pohon yang mirip dengan bentuk payung.

Bentuk tersebut merupakan adaptasi atau penyesuaian diri tumbuhan terhadap habitat hidupnya yang hidup di lingkungan kering.

Ternyata, selain mempunyai manfaat untuk mengusir makhluk halus pohon bidara ini juga mempunyai banyak khasiat lain baik itu untuk kecantikan, kesehatan, dan masih banyak lagi.

Oleh karena itu tumbuhan bidara ditanam dan dipelihara banyak orang.

Artikel ini akan membahas mengenai taksonomi, morfologi, habitat, manfaat, jenis, dan perkembangbiakan pohon bidara.

Pohon Bidara
Pohon Bidara (artikel.rumah123.com)

1. Taksonomi Pohon Bidara

Taksonomi adalah salah satu cabang ilmu biologi yang membahas atau mempelajari tentang pengklasifikasian atau penggolongan sistematika makhluk hidup.

Di bawah ini merupakan taksonomi dari pohon bidara.

KingdomPlantae
DivisiMagnoliophyta
KelasMagnoliopsida
OrdoRosales
FamiliRhamnaceae
GenusZiziphus
SpesiesZ. mauritiana

 

2. Morfologi

Morfologi merupakan salah satu cabang ilmu biologi yang mempelajari atau membahas tentang bentuk dan struktur dari makhluk hidup atau organisme beserta fungsi dari bagian-bagian tersebut.

Berikut ini adalah morfologi dari pohon bidara, yaitu:

Daun Pohon Bidara
Daun Pohon Bidara (tabbayun.com)

2.1 Akar

Bentuk akar pohon bidara tidak mempunyai ruas atau tidak berbuku-buku.

Tugas dari akar bidara sendiri adalah untuk mendukung fungsi organ tumbuhan lain seperti batang, daun, dan lain sebagainya.

Jenis akar bidara adalah akar serabut yang mana akar primernya akan mati setelah akar-akar sekunder tumbuh besar seperti akar primer.

Semua akar akan keluar dari pangkal batang yang mana akar sekundernya akan tumbuh secara horizontal.

Hal ini bertujuan untuk memperbesar wilayah penyerapan air dan unsur hara karena tanaman bidara merupakan salah satu tanaman adaftif yang bisa hidup di lingkungan kering.

2.2 Batang

Batang dari pohon bidara mempunyai bentuk yang bulat dan berkayu dengan jenis percabangan monopodial atau batang utamanya terlihat memanjang ke atas dan lebih besar dibandingkan cabang-cabang lainnya.

Tumbuhan bidara termasuk dalam jenis pohon kecil atau perdu yang tingginya bisa mencapai sekitar 15 m dengan diameter 40 cm.

Tumbuhan bidara biasanya mempunyai bentuk batang yang bengkok dan cabang pohonnya menyebar serta menjuntai dengan tidak beraturan.

Warna batang pohon bidara sedikit gelap dengan tekstur kulit cukup licin.

2.3 Daun

Daun bidara merupakan daun yang tidak lengkap atau tidak sempurna.

Daunnya hanya memiliki tangkai, helai, dan tulang daun sejajar saja serta tidak mempunyai pelepah daun.

Jenis daunnya tunggal dan tidak berselang-seling.

Bentuknya bulat lonjong atau biasa disebut jorong dengan panjang kurang lebih sekitar 2-9 cm dan lebar 1,5-5 cm.

Warnanya hijau tua dan permukaannya mengkilap.

Bagian bawah daun bidara terdapat rambut lemah berwarna putih.

Teksturnya licin, mengkilap, gundul, dan tidak mempunyai rambut.

Tanaman bidara juga mempunyai daun penumpu yang bentuknya seperti duri lurus dan tunggal.

Daun ini merupakan salah satu jenis daun yang masuk dalam jenis majemuk.

Daun yang seperti ini berasal dari hasil goresan daun yang sudah terpisah dan kemudian hasilnya akan membentuk daun-daun kecil.