Pohon Beringin: Karakteristik, Sebaran, Manfaat, dan Mitos

Diposting pada

4. Sebaran

Daerah penyebaran Pohon Beringin secara umum menyebar di seluruh wilayah Indonesia. Pohon ini sangat mudah ditemukan di wilayah Indonesia. Wilayah penyebaran dari pohon dari genus Ficus ini meliputi Jawa, Sumatera, Kalimantan, dan sedikit di Sulawesi.

Asia, Malaysia, Australia dan beberapa wilayah pasifik lainnya merupakan negara asli dari pohon ini. Selain tersebar di Asia, Malaysia, dan beberapa wilayah Pasifik, pohon ini juga tersebar di Hawaii, Florida, Arizona, dan Amerika.

5. Keunikan Pohon Beringin

Akar dari Pohon Beringin memiliki keunikan tersendiri, hal ini dapat membedakan pohon yang satu ini dengan pohon lainnya.

Pohon Beringin (pinterest.com)
Pohon Beringin (pinterest.com)

Pada batang pohon akan tumbuh akar gantung yang berfungsi sebagai respirasi. Akar tersebut berwarna coklat dan menggantung. Akar tersebut lama kelamaan akan masuk ke dalam tanah dan berfungsi untuk menyerap nutrisi dan air dari dalam tanah.

Tempat hidup beringin sangat beragam karena pohon ini merupakan jenis yang toleran terhadap sinar matahari. Beringin dapat hidup pada tempat yang ternaungi matahari secara penuh maupun terpapar sinar matahari secara penuh.

Beringin juga toleran terhadap kondisi tanah dimana dia hidup, dia dapat hidup di berbagai kondisi tanah seperti tanah liat, berpasir, asam, basa, basah, dan bahkan kering sekalipun. Kondisi tersebut mengakibatkan pohon berakar gantung ini dapat bertahan pada kondisi kekeringan.

Beringin dapat menyimpan air tanah di dalam akarnya secara baik. Hal ini disebabkan karena perakarannya yang dalam sehingga dapat mencegah terjadinya longsor.

Pohon ini memiliki siklus hidup yang sangat lama, bahkan saat ini masih banyak ditemukan pohon dengan ukuran besar yang sudah berumur ratusan tahun. Salah satu contohnya beringin yang berada di Alun-Alun Yogyakarta. Bahkan banyak yang percaya siklus hidup yang lama tersebut dikarenakan hal-hal yang berbau magis.

Pohon ini memiliki ukuran batang yang besar, apalagi jika pohon tersebut sudah berumur tua pastilah ukuran batangnya akan semakin besar. Pohon Beringin memiliki tinggi pohon yang menjulang tinggi. Struktur buah beringin merupakan struktur buah semu (fig), artinya buah tersebut bukan buah sesungguhnya dari beringin.

6. Manfaat Pohon Beringin

Penanaman beberapa jenis pohon tertentu di mata air dapat melestarikan mata air tersebut dan dapat menjaga mata air tersebut secara berkelanjutan (sustainability). Hal tersebut dikarenakan akar tanaman dapat menimbulkan rekahan pada tanah yang berhubungan langsung dengan aliran air tanah. Pohon Beringin memiliki perakaran yang dalam dan banyak, hal tersebut memiliki dampak positif yaitu menambah titik mata air seiring dengan bertambahnya umur pohon.

Menurut Ridwan dan Pamungkas (2015), perakaran dalam dari beringin dapat menembus lapisan air tanah dangkal sehingga dapat membuka aliran air permukaan baru dan menjadi mata air. Beberapa jenis beringin dapat digunakan untuk mempertahankan kelestarian mata air, mengurangi erosi, dan tanah longsor (Soejono 2012).

Hal ini dikarenakan perakaran, percabangan, dan kanopi dari beringin dapat mengurangi percikan air hujan, sehingga kerusakan pada lapisan permukaan tanah menjadi rendah dan infiltrasi air ke tanah menjadi lancar.

Pohon Beringin mampu mengurangi proses penguapan yang terjadi di dalam tanah maupun di dalam pohonnya itu sendiri. Hal tersebut mengakibatkan Pohon Beringin dapat menjaga ketersediaan air yang terdapat di lingkungan sekitarnya.

Buah beringin sendiri memiliki kandungan saponin, flavonoid, dan polifenol.

Penopang dari pohon ini adalah batang pohon yang sangat besar dan kuat, ukuran diameter dari pohon ini yang bertambah seiring berjalannya waktu. Pertambahan diameter pada Pohon Beringin sendiri dikarenakan akar gantung yang sudah masuk ke dalam tanah akan berbentuk menyerupai batang pohon tersebut.