22 Pilihan Pekerjaan/ Karier untuk Anda yang Bergelar Sarjana atau Vokasi Kehutanan

Diposting pada

12. Tenaga Operator Komputer Penggergajian (Sawyer)

Tenaga Operator Komputer Penggergajian (Sawyer)

Kualifikasi yang dibutuhkan minimal adalah seorang Sarjana Kehutanan, khususnya seorang yang mendalami bidang Teknologi Hasil Hutan. Orang yang bekerja pada bidang ini nantinya akan menentukan kualitas untuk produk turunan selanjutnya. Orang yang bekerja pada bidang ini pastinya harus memiliki ketelitian dan kecermatan dalam menggunakan alat dan pastinya orang ini akan bekerja di industri penggergajian kayu (sawmill).

13. Ahli Penilaian Kualitas Sortimen Kayu (Lumber Grader)

Ahli Penilaian Kualitas Sortimen Kayu (Lumber Grader)

Kualitas sortimen kayu sangat menentukan harga sortimen tersebut. Semakin baik sortimen maka harga semakin tinggi sehingga dibutuhkan penilai kualitas sortimen kayu. Penilai kualitas sortimen kayu ini biasanya bekerja di industri penggergajian kayu (sawmill). Kualifikasi yang dibutuhkan untuk menjadi seorang ahli penilaian kualitas kayu adalah seorang Sarjana Kehutanan dengan bidang yang didalami adalah teknologi kayu dan pengukuran dimensi kayu. Keterampilan juga sangat diprioritaskan maka melalui pelatihan dalam bidang grading and scaling keterampilan ini dapat diperoleh.

14. Teknisi Pemantauan Kualitas Lingkungan (Environmental Quality Technician)

Teknisi Pemantauan Kualitas Lingkungan (Environmental Quality Technician)

Teknisi pemantauan kualitas lingkungan biasanya bekerja di sektor industri kertas dan pulp (pulp and paper indsutry). Teknisi ini bekerja untuk menilai kadar polutan yang dihasilkan oleh industri agar tidak melebihi ambang batas yang diperbolehkan. Tingkat pencemaran yang diukur biasanya pada tanah, air, dan udara. Kualifikasi yang dibutuhkan untuk menjadi seorang teknisi pemantauan kualitas lingkungan adalah Sarjana Kehutanan dengan bidang keahlian Teknologi Hasil Hutan atau Silvikultur, Sarjana Kimia, Sarjana Teknik Lingkungan, dan Sarjana Biologi.

15. Ahli Silvikultur (Silviculturist)

Seorang ahli silvikultur harus memiliki pemahaman yang tinggi dalam bidang budi daya pohon. Teknik budi daya ini mencakup persemaian dan pembibitan, penanaman, pemeliharaan tegakan (termasuk pemupukan), dan pemanenan. Kualifikasi yang dibutuhkan adalah seorang sarjana kehutanan yang mendalami ilmu budidaya tanaman hutan dan Ilmu Tanah Hutan.

16. Pengelola Hutan Kota (Urban Forester)

Pengelola Hutan Kota (Urban Forester)

Seorang yang bekerja sebagai pengelola hutan kota biasanya akan bekerja di kota-kota besar. Saat ini bidang pekerjaan ini cukup menjanjikan mengingat di setiap kota besar harus ada ruang terbuka hijau. Kualifikasi untuk menjadi seorang pengelola hutan kota adalah Sarjana Kehutanan, Sarjana Hortikultura (Agronomi), atau Sarjana Biologi.

17. Ahli Teknologi dalam Bidang Kehutanan (Technology Specialist)

Teknologi saat ini sudah menjamur di segala bidang, begitu pula dengan sektor kehutanan. Seorang ahli teknologi kehutanan harus dapat menerapkan berbagai teknologi untuk kepentingan kehutanan, seperti penggunaan komputer, penerapan teknologi Sistem Informasi Geografis (SIG), alat pengukuran canggih, dan lain-lain. Kualifikasi yang dibutuhkan untuk bidang pekerjaan ini adalah seorang Sarjana Kehutanan yang mendalami perencanaan hutan, teknologi hasil hutan, silvikultur, serta Sarjana Ilmu Komputer.

18. Tenaga Pengukuran dan Pemetaan Wilayah

Tenaga Pengukuran dan Pemetaan Wilayah

Hutan merupakan hamparan lahan yang sangat luas. Dalam pengelolaan hutan, seorang pengelola membutuhkan data-data mengenai wilayah hutan. Seorang tenaga pengukuran dan pemetaan wilayah menyediakan berbagai informasi spasial terkait kehutanan. Saat ini teknologi penginderaan jauh dan penggunaan drone sangat membantu untuk bidang pekerjaan ini. Kualifikasi yang dibutuhkan adalah seorang Sarjana Kehutanan khususnya bidang perencanaan kehutanan, Sarjana Geografi, Sarjana Geodesi yang mendalami ilmu pengukuran dan pemetaan kehutanan.

19. Tenaga Profesional Di Luar Bidang Kehutanan

Tenaga Profesional Di Luar Bidang Kehutanan

Seorang yang telah lulus dari jenjang pendidikan kehutanan baik itu bidang sarjana ataupun vokasi bisa bekerja di mana saja. Biasanya suatu bidang pekerjaan tertentu hanya menyeleksi melalui kriteria IPK, bila Anda ingin bekerja di luar bidang kehutanan perbanyaklah informasi dan raih IPK yang cukup tinggi (biasanya IPK > 3.00 dari interval 0.00 – 4.00).