22 Pilihan Pekerjaan/ Karier untuk Anda yang Bergelar Sarjana atau Vokasi Kehutanan

Diposting pada

6. Ahli Hama Hutan (Forest Entomologist)

Seorang ahli hama hutan harus mendalami Biologi yang berkaitan dengan serangga (entomologi). Pekerjaan yang dilakukan oleh seorang ahli hama hutan biasanya menginventarisasi berbagai serangga atau hama lainnya yang ada di dalam hutan. Invnetarisasi ini sangat penting dilakukan untuk dapat memprediksi penyerangan dan kerusakan yang ditimbulkan oleh hama hutan.

7. Penyuluh Kehutanan (Extension Forester)

Penyuluh Kehutanan (Extension Forester)

Seorang penyuluh kehutanan bertugas untuk menyediakan jasa konsultasi bagi pemilik hutan milik atau pengelola hutan negara yang berada dalam wilayah kerjanya. Setiap penyuluh kehutanan memberikan jasanya dalam mendiagnosis suatu permasalahan yang dihadapi oleh kliennya serta memberikan alternatif sesuai dengan kepakaran yang dimilikinya secara khusus. Kualifikasi yang harus dipenuhi adalah Pendidikan Sarjana Kehutanan atau dalam bidang ilmu lain yang berhubungan (biologi, ekonomi, dan sosial). Pelatihan dalam bidang ilmu-ilmu sosial sangat diperlukan untuk meningkatkan keahlian seorang penyuluh kehutanan.

8. Pekerja Teknis Kehutanan (Forest Worker)

Pekerja Teknis Kehutanan (Forest Worker)

Pekerja teknis kehutanan biasanya bekerja untuk peremajaan dan pembinaan tegakan hutan. Selain itu, pekerjaan lainnya yang dapat dilakukan oleh seorang pekerja teknis kehutanan adalah pemeliharaan jalan hutan, pemeliharaan alur (batas antar petak atau anak petak tegakan), serta pemeliharaan bangunan hutan dan fasilitas-fasilitas lain yang terdapat di dalam hutan. Ilmu yang harus dimiliki untuk mejadi seorang pekerja teknis kehutanan adalah ilmu tentang silvikultur dan keterampilan dalam menggunakan alat-alat yang berhubungan dengan pekerjaan ini.

9. Tenaga Inventarisasi Hutan (Timber Cruiser)

Tenaga Inventarisasi Hutan (Timber Cruiser)

Timber Cruiser apabila dalam bahasa Indonesia berarti penjelajah tegakan atau penjelajah hutan, namun yang lebih tepat dalam Bahasa Indonesia adalah tenaga inventarisasi hutan. Pekerjaan yang dilakukan oleh seorang tenaga inventarisasi hutan adalah mengukur dan menghitung potensi kayu atau non kayu yang terdapat dalam hutan. Data-data yang didapatkan dari inventarisasi ini digunakan untuk merencanakan kegiatan pengelolaan hutan. Biasanya ahli di bidang ini diperlukan untuk industri-industri kehutanan seperti di Hutan Tanam Industri (HTI), perusahaan kertas, dan perusahaan hasil hutan lainnya. Latar belakang pendidikan yang dibutuhkan pastinya merupakan Sarjana Kehutanan dan memiliki keahlian khusus dalam bidang Ilmu Ukur Hutan, Dendrologi, dan Analisis Statistika. Selain itu, keterampilan yang harus dikuasai adalah keterampilan teknik hidup di dalam hutan (jungle survival).

10. Ahli Litigasi Kehutanan (Forestry Litigation Specialist)

Ahli Litigasi Kehutanan (Forestry Litigation Specialist)

Pengelolaan sangat erat kaitannya dengan hukum. Pengelolaan hutan yang menimbulkan dampak negatif terhadap lingkungan merupakan suatu tindakan yang melanggar hukum. Selain itu, hubungan masyarakat dengan hutan pun seringkali terjadi konflik yang ujung-ujungnya dibawa pada jalur hukum. Oleh karena itu, sektor kehutanan membutuhkan orang-orang ahli dalam bidang hukum. Seorang rimbawan atau sarjana kehutanan tidak bisa menangani perkara di pengadilan karena hal itu merupakan urusan dari orang-rang yang memiliki hak untuk melakukan persidangan di pengadilan.  Hal yang bisa dilakukan oleh seorang rimbawan adalah untuk mencari berbagai informasi mengenai kasus tertentu karena seorang yang ahli dalam bidang kehutanan lebih mengerti hutan.

11. Tenaga Penerjun pada Kebakaran Hutan (Smoke Jumper)

Tenaga Penerjun pada Kebakaran Hutan (Smoke Jumper)

Tenaga penerjun pada kebakaran hutan di Indonesia memang belum terlalu populer, berbeda dengan negara-negara yang sudah maju. Tenaga penerjun ini biasanya diturunkan dari pesawat dengan parasut untuk memadamkan kebakaran hutan yang memang susah dijangkau oleh kendaraan darat. Tenaga penerjun ini selain harus memiliki latar belakang keilmuan kehutanan, juga harus terampil dalam menggunakan berbagai alat pemadam kebakaran.