Pencemaran Udara: Pengertian, Penyebab, Dampak, dan Jenis

Diposting pada

3.4 Tempat Pembuangan Akhir (TPA)

Tempat Pembuangan Akhir (TPA) merupakan sanitari landfill atau dikenal sebagai lahan urug.

TPA merupakan salah satu terjadinya pencemaran udara.

Timbunan sampah menyumbang pencemaran gas metan bagi lingkungan.

Diperkirakan setiap harinya dalam 1 ton sampah dapat menghasilkan sekitar 50 kg gas metan.

Penumpukan sampah di TPA pasti mengalami pembusukan yang besar karena diuraikan oleh bakteri sehingga dapat menghasilkan gas metan, karbon dioksida, dan sejumlah gas lainnya yang berpotensi menyebabkan pencemaran.

3.5 Pembangkit Listrik

Industri Pembangkit Listrik yang Tidak Sehat
Industri Pembangkit Listrik yang Tidak Sehat

Pembangkit listrik memiliki peranan yang sangat besar bagi kehidupan manusia, akan tetapi juga memiliki sisi negatif.

Pembangkit listrik saat ini masih banyak yang belum ramah lingkungan sehingga menyebabkan banyaknya polusi udara yang terjadi.

Pembangkit listrik tenaga uap menghasilkan polutan yang sangat banyak dalam setiap pembakaran batu baranya.

Polutan beracun yang dihasilkan seperti merkuri, timbal, arsenik, dan lainnya menyebabkan berbagai masalah kesehatan bagi penduduk yang bertempat tinggal di sekitar PLTU batu bara tersebut.

Hal ini dikarenakan partikel yang sangat halus dari polutan PLTU dapat dengan mudah terhirup dan masuk ke paru-paru.

3.6 Abu Vulkanik

Polutan juga dapat disebabkan oleh abu dari gunung berapi yang berupa abu vulkanik.

Abu yang mengepul di udara membawa serpihaan-serpihan debu yang dapat mengganggu jarak pandang dan pernapasan.

Letusan gunung api membawa gas seperti CO2, SO2, CO, He, DF dan H2O (gas).

Dampak dari adanya letusan gunung berapi ini akan menyebabkan hujan asam serta pencemaran udara di daerah sekitar.

Bukan hanya gas yang menimbulkan pencemaran udara dalam letusan gunung api, material halus seperti debu juga terlempar ke lingkungan sekitar.

Paparan debu dari gunung api sangat berbahaya bagi bayi, anak-anak, dan warga usia lanjut yang menderita penyakit pernafasan.

Debu gunung berapi sendiri bersifat korosif dan jika masuk ke mata dapat melukai mata.

Partikel debu ini beristalin silica yang dapat menyebabkan penyakit paru silicon jika terpapar lebih lama.

3.7 Alat Transportasi

Penyebab lain terjadinya polusi udara adalah alat transportasi.

Pesatnya laju pertumbuhan penduduk membuat alat transportasi yang semakin banyak.

Hal ini menyebabkan alat transportasi memiliki andil yang sangat besar dalam menyebabkan polusi udara.

Penggunaan bahan bakar yang belum ramah lingkungan ini dapat menghasilkan emisi zat-zat yang berbahaya.

Dampak dari hal tersebut yaitu dapat menimbulkan berbagai penyakit pernafasan kronis.

Alat transportasi, mulai dari kendaraan umum maupun kendaraan pribadi di kota besar misalnya Kota Jakarta, kendaraan memenuhi setiap bagian di jalan raya.

Mayoritas kendaraan tersebut ialah kendaraan pribadi, banyaknya kendaraan pribadi di kota tersebut dikarenakan nilai jual bahan bakar tergolong rendah sehingga masyarakat lebih memilih menggunakan kendaraan pribadi dibanding dengan kendaraan umum.

4. Dampak Pencemaran Udara

Pencemaran udara memiliki dampak yang luas. Salah satu dampak yang paling krusial ialah dampak bagi kesehatan.

4.1 Dampak Kesehatan Adanya Pencemaran Udara

Semakin tinggi laju pertumbuhan maka semakin tinggi tingkat polusi udara.

Polutan masuk ke dalam tubuh melalui sistem pernafasan. Partikel-partikel yang masuk ke dalam tubuh berbagai macam ukuran.

Partikel besar dapat tertahan di saluran pernafasan bagian atas.

Namun apabila yang masuk partikel dengan ukuran kecil maka bahayanya bisa masuk sampai ke paru-paru. Dari paru-paru zat pencemar yang berbahaya tersebut diserap oleh sistem peredaran darah dan bisa menyebar ke seluruh bagian tubuh.

Dampak penyakit yang paling sering kita jumpai ialah Infeksi Saluran Pernafasan Atas (ISPA), misalnya bronkhitis, asma, dan gangguan pernapasan lainnya. Beberapa zat berbahaya dikategorikan sebagai toksik dan karsinogenik.

Di Indonesia sendiri 50% dari angka kesakitan diakibatkan oleh polusi udara. Menurut WHO terdapat sekitr 3,2 juta kasus kematian disebabkan oleh pencemaran udara tiap tahunnya.

Pencemaran Udara: Pengertian, Penyebab, Dampak, dan Jenis
Rating: 5 from 22 vote[s]

Gambar Gravatar
Mahasiswa rantau dari ujung timur pulau jawa.