Paus: Taksonomi, Peranan, Ciri-ciri, dan Jenis

“Paus adalah hewan mamalia laut terbesar di dunia yang seringkali disebut bahkan digolongkan sebagai ikan.”

Banyak sekali informasi mengenai paus yang masih belum diketahui oleh banyak orang.

Beberapa di antaranya akan dijelaskan di artikel ini, yuk baca selengkapnya!

Paus

1. Taksonomi Paus

Taksonomi adalah salah satu cabang ilmu biologi yang membahas atau mempelajari tentang pengklasifikasian atau penggolongan sistematika makhluk hidup.

Di bawah ini merupakan taksonomi dari hewan paus:

Kingdom Animalia
Filum Chordata
Kelas Mamalia
Subkelas Eutheria
Ordo Cetacea

2. Morfologi

Morfologi merupakan salah satu cabang ilmu biologi yang mempelajari atau membahas tentang bentuk dan struktur dari makhluk hidup atau organisme.

Berikut ini adalah morfologi dari paus.

Secara morfologi, Cetacea dibagi menjadi dua kelompok yaitu paus bergigi (toothed whale) dan paus sikat (ballen whale).

Spesies paus sikat yang mempunyai ukuran tubuh paling besar adalah paus biru, sementara pada spesies bergigi adalah paus sperma.

Umumnya, tubuh dari spesies Cetacea berbentuk memanjang dan ramping.

Hewan ini mempunyai tungkai bagian depan yang disebut sebagai sirip samping atau flipper.

Terdapat sirip pada bagian punggung semua spesies Cetacea, kecuali finless porpoise dan right whale dolphin.

Sirip punggung berfungsi untuk menjaga keseimbangan dan membantu dalam kondisi berbelok secara mendadak.

Tinggi dari sirip punggung pada hewan ini bisa mencapai 1,8 meter.

Spesies yang mempunyai sirip punggung dengan ukuran tersebut atau paling besar adalah paus pembunuh.

Semua spesies Cetacea mempunyai lapisan lemak atau blubber dengan ketebalan hingga 60 cm, tidak mempunyai daun telinga, tidak mempunyai leher, tidak mempunyai kelenjar keringat, tidak berambut kecuali untuk bayi dari beberapa spesies, dan mempunyai ekor yang bercagak atau fluke sebagai penggerak.

Paus sikat atau ballen whale tidaklah bergigi tetapi mempunyai sikat yang bentuknya mirip seperti ijuk berwarna hitam dan cokelat.

Sikat tersebut memiliki fungsi sebagai penyaring setelah menelan air yang berisi kumpulan mangsa.

Pada umumnya sirip samping, bentuk semburan napas, ekor, kepala, serta warna pada bagian tubuh tertentu dari Cetacea menjadi kunci untuk mengidentifikasi spesies.

Misalnya seperti paus sperma yang merupakan satu-satunya hewan Cetacea dengan lubang napas menjorok ke kiri, sementara paus bryde merupakan satu-satunya yang mempunyai tiga buah garis menonjol pada bagian atas kepala.

3. Status Kelangkaan

Semua spesies paus di Indonesia berstatus dilindungi oleh pemerintah berdasarkan pada Undang-Undang Nomor 45 tahun 2009 yang memperkuat Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1990.

Pemanfaatan hewan ini diatur dalam beberapa kebijakan yang melibatkan banyak pihak atau multilateral, di antaranya adalah International Union for Conservation of the Nature (IUCN), International Whaling Commission (IWC), Convention on International Trade in Endangered Species of Wild Fauna and Flora (CITES), Convention on Biological Diversity (CBD), dan Convention on Migratory Species (CMS).

IUCN (International Union for Conservation of the Nature) menyatakan bahwa hanya terdapat tiga jenis baleen whale yang masuk ke dalam kategori genting atau endangered.

Tiga jenis toothed whale masuk ke dalam kategori rentan atau vulnerable.

Semua spesies baleen whale dan beberapa spesies toothed whale masuk ke dalam daftar Apendiks I CITES yang berarti daftar seluruh spesies tumbuhan dan satwa yang tidak diperbolehkan untuk segala bentuk perdagangan internasional serta larangan untuk memanfaatkan bagian tubuhnya.

Sebagian besar spesies lainnya masuk ke dalam daftar Apendiks II CITES atau daftar spesies yang tidak terancam punah, tetapi bisa saja punah jika perdagangan dilakukan terus-menerus tanpa memedulikan peraturan yang telah ditetapkan.

[read more]

4. Ciri-ciri

Hewan mamalia laut ini mempunyai beberapa ciri yang menjadi suatu pembeda dengan hewan lainnya.

Berikut merupakan beberapa ciri umum paus, antara lain:

4.1 Bentuk dan ukuran tubuh

Ciri yang paling umum dari mamalia laut ini adalah bentuk dan ukuran tubuh sangat besar dengan panjang hingga puluhan meter serta berat hingga ratusan ton.

Bahkan hewan ini dinyatakan sebagai hewan terbesar di dunia.

Paus Hidup Berkelompok

4.2 Hidup berkelompok

Hewan ini juga mempunyai perilaku hidup berkelompok atau grouping.

Terdapat beberapa tujuan dari perilaku hidup berkelompok yaitu untuk memudahkan dalam mencari makanan, meningkatkan keamanan diri, dan mengurangi risiko kematian akibat predasi.

4.3 Mamalia

Paus bukankah jenis ikan melainkan mamalia yang hidup di perairan sehingga perkembangbiakannya tidaklah dengan cara bertelur, tetapi vivipar atau melahirkan.

Setelah melahirkan mereka juga akan menyusui anaknya karena memang mempunyai kelenjar susu dalam tubuhnya.

Hewan ini mempunyai kemampuan berburu yang sangat baik karena tingkat kecerdasannya yang cukup tinggi.

4.4 Minyak

Mamalia laut yang satu ini mempunyai minyak yang bisa ditemukan pada hampir seluruh tubuh termasuk tulang berongganya.

Fungsi daripada minyak ini adalah untuk memudahkan tubuh agar bisa mengapung di perairan.

Selain itu selaput minyak ini juga berfungsi sebagai pelindung tubuh.

4.5 Berdarah panas

Paus mempunyai lapisan lemak di bawah kulit yang berguna untuk menjaga suhu tubuh agar tetap panas.

Cara untuk bisa menghasilkan panas adalah dengan berenang dan mencerna makanan.

Suhu tubuh yang panas ini berfungsi untuk membantu agar bisa bermigrasi dan hidup di berbagai perairan mulai dari yang sangat dingin seperti kutub sampai yang hangat seperti wilayah tropis.

4.6 Menghirup oksigen

Ikan bernapas dengan menggunakan insang sedangkan paus yang merupakan mamalia laut bernapas menggunakan paru-paru.

Hewan ini bernapas melalui lubang yang ada di tengkorak dan menghirup oksigen saat sedang keluar dari air.

Beberapa spesies paus dapat bertahan di bawah air sampai 90 menit lamanya walaupun mayoritas hanya mampu bertahan selama 20 menit.

4.7 Memiliki rambut

Masih banyak orang yang belum mengetahui fakta bahwa paus memiliki rambut.

Mayoritas spesies akan kehilangan rambut sebelum dilahirkan, tetapi adapun yang bisa mempertahankan rambut di sekitar mulut dan area kepala mereka.

Misalnya seperti jenis paus bungkuk yang mempunyai bonggol-bonggol di kepalanya.

Bonggol-bonggol tersebut merupakan folikel rambut yang akan muncul pada beberapa paus bungkuk dewasa.

4.8 Memiliki tulang keras

Sama seperti Cetacea pada umumnya tengkorak hewan ini terbuat dari tulang keras yang dilalui oleh darah.

Hal tersebut berkebalikan dengan ikan yang tengkoraknya terbuat dari tulang rawan tipis, bisa mengapung di air, dan fleksibel.

4.9 Cara renang berbeda

Seperti yang sudah disinggung sebelumnya bahwa paus bukanlah termasuk jenis ikan, tetapi mamalia.

Pada umumnya ikan berenang maju dengan cara menggerakkan ekornya ke samping.

Sementara paus berenang dengan cara melengkungkan punggung dan menggerakkan kakinya arah naik turun.

5. Peranan Bagi Lingkungan

Semua makhluk hidup yang ada di dunia ini diciptakan dengan manfaat, tugas, serta peranan masing-masing.

Ada yang diciptakan untuk dimakan dagingnya, menghasilkan oksigen, menjadi pemimpin, sebagai predator, menjaga keseimbangan ekosistem, sebagai pengurai, sebagai obat, dan masih banyak lagi.

Hewan paus juga termasuk dalam makhluk hidup dan mereka juga mempunyai peranan penting terutama bagi lingkungan.

Berikut ini adalah penjelasannya!

5.1 Rantai makanan

Sebagai makhluk hidup pastinya paus mempunyai manfaat dan peranan penting dalam ekosistem khususnya dalam rantai makanan.

Tidak ada hal khusus yang membedakan hewan satu ini dengan organisme lain, kecuali ekosistem tempat tinggalnya yaitu laut.

Fitoplankton adalah awal dari rantai makanan si mamalia laut ini.

Fitoplankton akan dimakan zooplankton dan kemudian dimakan oleh mamalia salah satunya adalah paus.

Terdapat banyak sekali fitoplankton dan zooplankton yang akan termakan oleh hewan yang satu ini dalam satu kali makan.

Jika paus mati maka jasadnya akan dimakan oleh fitoplankton dalam bentuk materi organik yang sudah teruraikan.

Kemudian proses ini akan terus berulang menjadi suatu siklus.

5.2 Pemasok nutrisi

Selain mempunyai peranan penting dalam rantai makanan paus mempunyai peranan penting pula dalam menyebarkan nutrisi dan mikroorganisme dari semburan napasnya di permukaan setelah makan di dalam laut.

Sebelum hewan ini menyelam ke dalam laut mereka seringkali muncul ke permukaan dan mengeluarkan segumpal kotoran besar.

Kotoran ini mengandung nitrogen dan zat besi yang merupakan pupuk bagi plankton.

Sudah sejak lama para peneliti berusaha untuk menyatakan dan membuktikan bahwa kotoran hewan ini adalah salah satu komponen penting bagi laut.

Kotoran ini memberikan nutrisi penting yang bisa menjadi bahan bakar bagi rantai makanan laut.

Tidak hanya itu saja, kotoran hewan ini juga ikut serta dalam siklus karbon laut.

Sebuah studi pada tahun 2010 oleh tim Joe Roman menyatakan bahwa kotoran paus membawa sekitar 23.000 metrik ton nitrogen ke permukaan laut setiap tahunnya di Teluk Maine.

Nitrogen tersebut berfungsi untuk menyuburkan laut dengan menjaga tanaman mikroskopis yang merupakan makanan bagi plankton.

Plankton sendiri tidak hanya bisa dimakan oleh paus tetapi juga berbagai hewan laut dan bermacam ikan lainnya.

6. Perburuan

Terdapat beberapa negara di dunia ini yang masih melakukan perburuan terhadap hewan paus, walaupun hewan ini sudah masuk ke dalam daftar hewan yang populasinya hampir punah.

Misalnya seperti di Greenland di Denmark, Alaska di Amerika Serikat, Siberia di Rusia, Indonesia, Kanada, Bequiavdi negara kepulauan Saint Vincent dan the Grenadines, serta kepulauan Faroe yang mempunyai tradisi berburu paus dan pemerintah mengizinkan mereka untuk tetap melanjutkan tradisi tersebut.

Daerah di Indonesia yang memiliki tradisi tersebut adalah Desa Lamalera, Pulau Lembata, Nusa Tenggara Timur.

Di Jepang juga terdapat kegiatan untuk menangkap mamalia terbesar di laut ini dengan alasan untuk memenuhi kebutuhan pangan dan tujuan komersial.

Berikut merupakan penjelasan mengenai perburuan paus yang ada di Indonesia dan Jepang.

6.1 Indonesia

Masyarakat Desa Lamalera merupakan keturunan dari para pelaut yang lebih dari 500 tahun lalu datang dari Sulawesi bagian Selatan.

Para pelaut tersebut saat tiba di Desa Lamalera membawa tradisi perburuan yang kemudian dimodifikasi untuk memburu paus.

Hal tersebut dikarenakan hewan yang satu ini seringkali ditemukan di wilayah perairan selatan Pulau Lembata.

Para pemburu tersebut menggunakan kapal layar yang juga disebut sebagai Paledang.

Paledang ini bisa berjalan dengan cara didayung secara beramai-ramai.

Jika ada paus yang lewat maka juru tombak akan melemparkan tombak ke arah mangsa perburuannya tersebut.

Pernah suatu ketika penduduk Desa Lamalera melihat satu paus dewasa dengan berat kurang lebih sekitar 35 ton sampai 57 ton.

Akhirnya mereka menjadikan daging hewan ini sebagai sumber pangan yang bisa menjamin pasokan pangan seluruh masyarakat desa selama satu bulan penuh.

Jenis mamalia laut terbesar ini yang seringkali ditangkap oleh masyarakat Desa Lamalera adalah jenis paus sperma yang dikenal penduduk lokal sebagai koteklema.

Saat ini paus sperma sendiri, menurut Daftar Merah IUCN pada tahun 2018 sudah masuk ke dalam daftar hewan berstatus rentan atau populasinya menurun.

Pemerintah Indonesia pun sudah memasukkan hewan ini bersama lumba-lumba sebagai hewan yang dilindungi dan dilarang untuk diburu.

Namun pelarangan ini tidaklah efektif sehingga mereka tetap berburu karena aktivitas ini merupakan salah satu bagian yang tidak bisa terpisahkan dari budaya masyarakat Desa Lamalera.

Maka dari itu perlu dipikirkan kembali bagaimana cara agar perburuan paus tradisional di Desa Lamalera bisa dilakukan secara lestari sembari menjamin kebutuhan penduduk yang berada di salah satu provinsi dengan penduduk miskin paling tinggi di Indonesia ini.

6.2 Jepang

Sama seperti yang terjadi di Islandia, Norwegia, Kanada, dan Indonesia, Jepang juga mempunyai tradisi turun menurun untuk berburu paus.

Tradisi ini ada pada penduduk Jepang yang tinggal di pesisir pantai.

Jepang tidak hanya berburu di wilayah perairan sekitarnya saja, tetapi mereka juga mengejar paus sampai ke Antartika.

Diyakini ekspedisi berburu negara Jepang ke Antartika pertama kali tercatat sekitar saat pertengahan tahun 1930-an.

Setelah Perang Dunia II terjadi aktivitas perburuan mamalia laut terbesar ini semakin meningkat tajam karena Jepang kalah perang sehingga menanggung risiko kehancuran ekonomi dan penduduknya banyak yang mengalami kelaparan.

Pada saat itulah paus dilirik untuk bisa dijadikan sebagai sumber makanan utama masyarakat Jepang.

Pada tahun 1940-an sampai 1964 perburuan hewan ini sampai pada puncaknya yang mana Jepang telah membunuh lebih dari 24.000 ekor paus dalam satu tahun saja untuk dimakan oleh masyarakatnya.

Kebanyakan jenis yang diburu adalah paus sirip gigantis dan paus sperma.

Pada tahun 1986 akhirnya Jepang menghentikan perburuan si mamalia laut ini untuk mengikuti atau menaati moratorium Komisi Perpausan Internasional atau IWC yang mengeluarkan peraturan mengenai larangan perburuan paus kecuali jika digunakan untuk tujuan ilmiah dan komunitas adat.

Jepang pun tidak kehilangan akal dan untuk menyalurkan hasrat memburu mamalia laut terbesar ini mereka pun menggunakan alasan penelitian ilmiah agar bisa berburu kembali ke perairan Antartika dan barat laut Pasifik sejak tahun 1987.

Sampai di Jepang para pemburu akan menjual hasil tangkapan mereka untuk diambil dagingnya dan kemudian dikonsumsi.

Pada tahun 2018 Jepang telah membunuh dan membawa sekitar 333 ekor paus dengan alasan penelitian.

Hal yang sama juga terjadi pada tahun 1987 yang diperkirakan Jepang telah membunuh sekitar 200 sampai 1.200 paus pada setiap tahunnya.

Selain itu, Jepang juga telah meminta perizinan untuk berburu hewan ini secara komersial lebih dari 20 kali ke IWC, tetapi selalu ditolak.

Pada tahun 2018 akhir Jepang untuk terakhir kalinya meyakinkan IWC agar bisa mendapat izin berburu paus dengan kuota tertentu secara berkelanjutan, tetapi tetap ditolak dan hal tersebut menjadikan Jepang memutuskan untuk keluar dari IWC dan mendeklarasikan dimulainya kembali perburuan.

Walaupun demikian, Jepang tidak berburu secara bebas karena sudah tidak lagi terikat dengan aturan yang mengekang.

Kementerian Perikanan Jepang menetapkan jumlah perburuan hanya 227 ekor dari bulan Juli sampai Desember tahun 2019.

Hanya tiga jenis apa saja yang diperbolehkan untuk ditangkap yaitu minke dengan jumlah 52, bryde 150 ekor, dan sei 25 ekor.

Area perburuannya pun juga hanya mencakup perairan teritorial Jepang atau Zona Ekonomi Ekslusif.

7. Makanan Paus

Paus dibagi menjadi dua subordo yaitu toothed whale dan baleen whale yang masing-masing mempunyai jenis makanan berbeda.

Jenis toothed whale seperti paus pembunuh dan pilot mempunyai satu set gigi besar yang digunakan untuk memakan hewan besar seperti cumi-cumi, ikan, sampai mamalia laut seperti anjing laut.

Beberapa spesies lain bahkan memangsa ikan paus lainnya dan lumba-lumba.

Jenis baleen whale dikenal sebagai filter feeder yang bisa memakan bermacam makhluk kecil seperti ikan kecil, plankton dan krill.

Mereka menyaring makanan tersebut melalui struktur seperti sisir yang dikenal sebagai baleen.

Contoh dari jenis ini adalah paus biru dan minke.

8. Perkembangbiakan

Semua hewan yang ada di dunia pasti melakukan perkembangbiakan, termasuk paus yang merupakan salah satu hewan mamalia laut.

Pertanyaannya adalah bagaimana cara mereka untuk berkembangbiak atau melakukan reproduksi?

Sama seperti hewan mamalia lainnya, hewan mamalia laut yang satu ini juga berkembangbiak dengan cara generatif yaitu vivipar atau melahirkan.

Usia matang atau dewasa jantan adalah 7 sampai 10 tahun, sedangkan betina 5 sampai 7 tahun, tergantung dengan spesiesnya.

Saat musim kawin tiba, biasanya betina akan bergerombol atau berkelompok dan kemudian dikelilingi oleh jantan sehingga sangatlah memungkinkan terjadinya hubungan seksual yang menyebabkan betina hamil.

Masa kehamilan hewan ini adalah kurang lebih sekitar 10 sampai 18 bulan lamanya dan hanya bisa mengeluarkan satu bayi saja dalam sekali melahirkan.

Ukuran bayi paus tergantung dengan ukuran induk dan spesies.

Sebagian besar ukurannya adalah sekitar seperempat dari panjang sang induk.

Adapun beberapa jenis yang ukurannya lebih besar saat lahir dibandingkan dengan jenis lainnya yaitu paus biru.

Setelah melahirkan, sang induk akan menyusui anaknya selama satu tahun dan mengajari anaknya tentang bagaimana atau di mana tempat untuk berkembangbiak, mencari makan, dan melindungi diri dari serangan predator.

Pada dasarnya hewan ini sangatlah ramah dan bersahabat di alam, tetapi jantan akan berubah menjadi agresif untuk bersaing memperebutkan betina saat musim kawin tiba.

Perkelahian atau perebutan tersebut juga bisa menjadi salah satu penyebab kematian dari hewan ini.

Namun hal ini sangatlah jarang terjadi karena perkelahian antar paus jantan hanya untuk menunjukkan siapa yang paling kuat dan bisa memikat betina.

Selama musim kawin, betina sangat reseptif atau terbuka terhadap jantan karena betina sangat menyukai suara yang dihasilkan oleh jantan.

Paus jantan cenderung meninggalkan betina setelah kawin untuk mengurusi hal lain.

Betina pun juga tidak menutup kemungkinan untuk bisa kawin lagi dengan jantan lainnya.

9. Habitat dan Sebaran Paus

Laut mempunyai 5 zona kedalaman dan tempat tinggal paus adalah di sunlight zone yang merupakan permukaan laut paling dangkal yaitu sekitar 700 kaki atau 213 meter.

Zona ini masih disinari oleh cahaya matahari dan mempunyai suhu hangat sehingga banyak hidup photoplankton atau hewan yang menjadi makanan utama sebagian besar hewan laut.

Adapun zona ke-4 yaitu midnight zone yang ada di kedalaman antara 3.280 kaki atau 1 km hingga 13.125 kaki atau 4 km.

Zona ini sangatlah gelap sehingga cahaya yang ada adalah cahaya yang diproduksi oleh hewan laut itu sendiri.

Semakin dalam laut maka semakin besar pula tekanan air dan diketahui paus sperma bisa menyelam hingga ke zona ini untuk mencari makanan.

Sebaran paus di dunia tergantung dengan spesiesnya.

Baleen whale umumnya tersebar di perairan yang sangat dingin dan dalam seperti daerah Lingkaran Arktik.

Paus sperma seringkali ditemukan di sekitaran laut khatulistiwa dan Arktik.

Sedangkan paus biru dapat ditemukan di Samudera Pasifik Utara, Samudera Hindia, dan Samudera Antartika, tetapi ada juga yang hidup di Samudera Atlantik Utara dan Selatan.

Paus sirip tersebar di antara lautan es seperti Kutub Utara dan Kutub Selatan.

Killer whale tersebar di antara perairan Arktik hingga Antartika.

Perairan Indonesia adalah tempat hidup dan jalur migrasi sebanyak kurang lebih sekitar 34 spesies Cetacea yaitu 7 spesies baleen whale dan 27 spesies toothed whale.

Kebanyakan penelitian mengenai spesies ini dilakukan di perairan segitiga terumbu karang atau coral triangle yang ada di kawasan Indonesia Timur sehingga belum ada banyak informasi mengenai spesies Cetacea di kawasan Indonesia Tengah dan Barat kecuali perairan sekitar Kalimantan.

Adapun beberapa spesies Cetacea yang seringkali ditemui di perairan pesisir misalnya seperti lumba-lumba bungkuk indopasifik, dan ikan pesut.

Sementara spesies lainnya hidup dan mencari makan di perairan dalam misalnya seperti paus pilot sirip pendek dan paus sperma.

10. Jenis-Jenis Paus

Berikut ini adalah beberapa jenis paus, antara lain:

Nama Nama Latin
Arnoux’s Beaked Whale Berardius arnuxii
Beluga Whale Delphinapterus leucas
Blue Whale Balaenoptera musculus
Bowhead Whale Balaena mysticetus
Bryde’s Whale Balaenoptera brydei
Cuvier’s Beaked Whale Ziphius cavirostris
Fin Whale Balaenoptera physalus
Gray Whale Eschrichtius robusts
Humpback Whale Megaptera novaeangliae
Killer Whale Orcinus orca
Minke Whale Balaenoptera acutorostrata
Narwhal Whale Monodon monoceros
North Atlantic Right Whale Eubalaena glacialis
Northern Bottlenose Whale Hyperoodon ampullatus
Omura’s Whale Balaenoptera omurai
Southern Right Whale Eubalaena australis
Sperm Whale Physeter macrocephalus

 

Demikianlah penjelasan mengenai hewan paus yang merupakan salah satu mamalia laut terbesar dengan berbagai jenis dan persebaran di dunia.

Perlu kesadaran lebih tinggi lagi oleh masyarakat untuk bisa menjaga populasi dari mamalia tersebut agar tidak mengalami kelangkaan atau kepunahan.

Terima kasih sudah membaca ulasan ini dari awal sampai selesai, semoga bisa bermanfaat bagi kita semua khususnya untuk menambah wawasan, dan sampai bertemu lagi di artikel menarik lainnya!

 

Referensi:

Wwf.id. 2021. Spesies Mamalia Laut. [internet]. Terdapat pada: https://www.wwf.id/spesies/mamalia-laut

Referensibebas.com. 2019. Cara Berkembang Biak Paus. [Internet]. Terdapat pada: https://www.referensibebas.com/2016/09/cara-berkembang-biak-paus.html#:~:text=Telah%20dikatakan%20bahwa%20ikan%20paus,akan%20hamil%20lalu%20melahirkan%20anak.

Sivistys.net. 2020. Inilah Ciri Ciri Ikan Paus Secara Umum Yang Bisa Dikenali. [Internet]. Terdapat pada: https://sivistys.net/inilah-ciri-ciri-ikan-paus-secara-umum-yang-bisa-dikenali/

Sains.kompas.com. 2019. Jangan Sampai Salah Lagi, Paus Bukan Ikan, tetapi Mamalia. [Internet]. Terdapat pada: https://sains.kompas.com/read/2019/06/07/180700023/jangan-sampai-salah-lagi-paus-bukan-ikan-tetapi-mamalia?page=all

Nationalgeographic.grid.id. 2018. Paus Perlu Diselamatkan Karena Peran Kotoran Mereka Bagi Dunia. [Internet]. Terdapat pada: https://nationalgeographic.grid.id/read/13927564/paus-perlu-diselamatkan-karena-peran-kotoran-mereka-bagi-dunia

nationalgeographic.grid.id. 2019. Mengenal Budaya Perburuan Paus yang Dilakukan Masyarakat Lamalera. [Internet]. Terdapat pada: https://nationalgeographic.grid.id/read/131916464/mengenal-budaya-perburuan-paus-yang-dilakukan-masyarakat-lamalera?page=all

Tirto.id. 2019. Jepang yang Sulit Lepas dari Tradisi Perburuan Paus. [Internet]. Terdapat pada: https://tirto.id/jepang-yang-sulit-lepas-dari-tradisi-perburuan-paus-edyn

 

Editor:

Mega Dinda Larasati

[/read]