Orang Utan: Taksonomi, Makanan, Habitat dan Upaya Konservasi

Diposting pada

Sangat suka tidur

Tak hanya tidur panjang di malam hari, orangutan biasanya juga tidur siang di sela-sela aktivitasnya. Demi kenyamanan tidurnya, hewan ini biasanya membuat kasur tidur di sarangnya dari dahan-dahan yang ada di sekitar sarang.

Memiliki kekerabatan yang sangat dekat dengan manusia

Orangutan memiliki tingkat kesamaan DNA sebesar 96,4% dengan manusia sehingga dapat dikatakan bahwa orangutan dan manusia memiliki hubungan kekerabatan yang sangat dekat.

Termasuk satwa yang kuat

Orangutan memiliki kekuatan enam kali lipat dari kekuatan yang dimiliki manusia dewasa. Gigitannya juga sangat kuat. Meskipun demikian, orangutan termasuk satwa yang tidak berbahaya karena sifatnya yang cenderung tenang.

 

9. Status Kelangkaan

International Union for Conservation Nature (IUCN) menaikkan status orangutan Kalimantan (Pongo pygmaeus) menjadi Kritis (Critically Endangered) setelah sebelumnya ditetapkan berstatus Terancam Punah (Endangered). Keputusan pihak IUCN ini didasari oleh keadaan populasi orangutan Kalimantan yang terus menurun pada beberapa dekade terakhir. Selain itu, pertimbangan lainnya adalah semakin maraknya perburuan ilegal orang utan Kalimantan di Indonesia dan Malaysia serta habitat satwa ini yang semakin terdegradasi (National Geographic Indonesia 2016).

Status konservasi orangutan Kalimantan ini sama dengan status konservasi orangutan Sumatera. Berdasarkan International Union for Conservation Nature (IUCN) dalam Red List edisi tahun 2002, orang utan Sumatera (Pongo abelii) juga dikategorikan Critically Endangered atau sudah sangat terancam punah (WWF).

Berdasarkan data yang didapatkan IUCN, selama 75 tahun terakhir populasi orang utan Sumatera telah mengalami penurunan sebanyak 80%. Kondisi seperti ini terjadi karena habitat orangutan yang terus menurun akibat penebangan hutan.

Status konservasi orang utan Kalimantan dan orang utan Sumatera ini menunjukan bahwa populasi primata ini menghadapi resiko kepunahan yang sangat tinggi dalam waktu dekat.

 

10. Upaya Konservasi

Upaya konservasi terhadap populasi orang utan Kalimantan dan orang utan Sumatera terus dilakukan oleh berbagai pihak untuk mencegah penurunan populasinya.

Kementerian Negara Lingkungan Hidup, Departemen Pekerjaan Umum dan Departemen Kehutanan dalam mengembangkan Rencana Tata Ruang Berbasiskan Ekosistem Pulau Sumatera dibantu World Wide Fund for Nature (WWF) Indonesia. Penyusunan rencana tata ruang ini dilakukan sebagai salah satu upaya penyelamatan atau restorasi hutan tersisa di Sumatera.

WWF Indonesia juga bekerjasama dengan berbagai pihak untuk melindungi lanskap hutan di Bukit Tiga Puluh dan Jambi yang merupakan areal introduksi orang utan Sumatera di alam.

Upaya konservasi juga dilakukan oleh WWF terhadap orang utan Kalimantan yakni:

  1. Memfasilitasi terciptanya sebuah jaringan dari kawasan-kawasan lindung seperti adanya koridor satwa yang dikelola secara teliti dan memastikan orang utan dapat bergerak dengan leluasa di dalamnya.
  2. Memastikan semua kawasan lain di dalam maupun di perbatasan Heart of Borneo yang statusnya tidak dilindungi dapat dipertahankan sama seperti kawasan hutan yang dikelola berkelanjutan kerena diperkirakan 70% pupulasi orang utan Kalimantan diperkirakan berada diluar kawasan yang dilindungi.
  3. Melakukan kampanye penyadartahuan konservasi orang utan kepada kelompok masyarakat.

Upaya konservasi orang utan tak hanya dilakukan oleh satu pihak, namun juga perlu dilakukan oleh berbagai pihak.

Pemerintah harus melakukan penyuluhan kepada masyarakat khususnya para orangtua untuk menimbulkan kesadaran akan pentingnya melindungi orang utan sehingga pengetahuannya nanti dapat diwariskan pada anak cucunya di generasi mendatang.

Pendidikan konservasi anak usia dini juga harus dilakukan dengan cara menyenangkan dan mudah dipahami agar anak-anak mengenal dan mengetahui serta mencintai orang utan.

Upaya konservasi orang utan juga dilakuakan dengan memperbaiki dan melestarikan habitatnya karena orang utan lebih suka hidup di alam bebas dari pada di penangkaran atau di kebun binatang. Upaya pencegahan perusakan habitat orang utan ini harus segera dilakukan.

 

11. Mengapa Orang Utan Perlu Dilestarikan?

Pada dasarnya terdapat berbagai alasan terkait pentingnya orang utan untuk dilestarikan. Secara ringkasnya alasan orang utan perlu dilestarikan adalah karena keberadaan atau peranan orang utan sangat besar terhadap hutan, lingkungan, alam dan untuk manusia.

Orang utan dikenal dengan sebutan makhluk payung atau umbrella species. Hal ini dikarenakan orang utan memiliki peranan penting dalam mempertahankan keragaman spesies di muka bumi, menjaga keseimbanagn ekosistem dan memiliki peranan utama dalam melakukan regenerasi hutan serta keragaman jenis tanaman liar di hutan.

Orang utan berperan penting bagi regenerasi hutan. Orang utan berperan dalam penyebaran biji-bijian yang berasal dari buah-buahan sebagai makanan mereka. Penyebaran biji-biji dari buah yang mereka makan ini akan menyebabkan pertumbuhan pohon meningkat sehingga keseimbangan alam tetap terjaga.

Salah satu keunikan orang utan adalah dapat menyembuhkan atau mengobati penyakit mereka sendiri dengan memakan buah atau tumbuhan lainnya di hutan. Jika hal ini diteliti lebih lanjut oleh para peneliti maka akan ditemukan orat-obatan untuk penyakit tertentu. Upaya pelestarian atau konservasi orang utan perlu dilakukan agar tersedia waktu yang lebih lama bagi para peneliti untuk melakukan penelitian ini.

 

Referensi:

Ginting Y W S B. 2006. Studi reintroduksi orangutan Sumatera (Pongo pygmaeus abelii Lesson 1827) yang dikembangkan di Stasiun Reinroduksi Jambi [skripsi]. Bogor (ID): Fakultas Kehutanan IPB.

National Geographic Indonesia.2016. Status Konservasi Orangutan Borneo Naik dari “Endangered” Menjadi “Critically Endangered” [internet]. [diunduh 2017 Des 13]. Tersedia pada: http://nationalgeographic.co.id/berita/2016/07/status-konservasi-orangutan-borneo-naik-dari-endangered-menjadi-critically-endangered

Noprianto A. 2004. Kajian pengelolaan orang utan (Pongo pygmaeus pygmaeus, L) di Kebun Binatang Ragunan Jakarta [skripsi]. Bogor (ID): Fakultas Kehutanan IPB.

Suwandi A. 2000. Karakteristik tempat bersarang orang utan (Pongo pygmaeus, Linne 1760) di camp leakey Taman Nasional Tanjung Putting Kalimantan Tengah [skripsi]. Bogor (ID): Fakultas Kehutanan IPB

World Wide Fund for Nature (WWF). Orangutan Sumatera [internet]. [diunduh 2017 Des 13]. Terdapat dalam: https://www.wwf.or.id/program/spesies/orangutan_sumatera/