Menjelajahi Pesona Alam di Taman Nasional Gunung Halimun Salak

Diposting pada
  • Nandur, dilakukan pada saat akan mulai menanam padi.
  • Meupeuk pare berkah, dilakukan pada saat padi mulai berbuah.
  • Nganyaaran, dilakukan pada saat memasukkan padi ke leuit/ lumbung sehabis panen.
  • Seren Tahun, dilakukan oleh masyarakat kesepuhan Banten Kidul pada sekitar bulan Juli, sebagai tanda telah berakhirnya masa bertani untuk tahun lalu.

Masyarakat Kasepuhan juga berada di desa Cisungsang, Banten Selatan/ Kidul, Cicarucub, dan Bayah. Masyarakat Kasepuhan memiliki pengelolaan hutan yang unik dan hampir sama dengan pengelolaan hutan modern. Masyarakat membagi hutan dalam tiga zona, yaitu Leuweung Kolot (tidak boleh diganggu), Leuweung Titipan (harus ada perizinan ketua adat), dan Leuweung Biasa (bisa dimanfaatkan). Pemanfaatan hasil hutan oleh masyarakat sekitar Taman Nasional Gunung Halimun Salak dapat dalam bentuk kayu bangunan dan peralatan rumah tangga.

Di bagian barat Taman Nasional Gunung Halimun Salak tinggal penduduk Suku Badui yang masih mempertahankan cara hidup tradisional dan tidak terdapat pengaruh dari budaya lain. Terdapat 44 desa yang sebagian kecil berada di zona penyangga Taman Nasional Gunung Halimun Salak, dan empat desa yang berada di enclave kawasan.

Masyarakat sekitar TNGHS ini biasanya tergabung dalam kelompok yang disebut masyarakat adat. Masyarakat adat di Indonesia sendiri jumlahnya sangat banyak dan memiliki budaya khasnya masing-masing. Lebih lengkap mengenai masyarakat adat dapat dilihat pada artikel “Kearifan Lokal, Warna-Warni Masyarakat Adat Indonesia“.

 

6. Potensi Wisata Alam

Curug Cigamea di Taman Nasional Gunung Halimun Salak
Curug Cigamea di Taman Nasional Gunung Halimun Salak

TNGHS memiliki banyak potensi wisata alam yang telah dan akan dikembangkan untuk ke depannya. Wisata alam ini tidak hanya satu macam saja, tetapi berbagai macam jenisnya. Oleh karena itu, dipastikan pengunjung yang sudah berkunjung ke sini pasti ingin datang kembali untuk mengunjungi wisata alam yang lainnya.

Taman nasional ini memiliki delapan air terjun yang sangat berpotensi untuk dikembangkan. Di Kabupaten Sukabumi terdapat lima air terjun yang masuk ke dalam kawasan TNGHS yaitu air terjun Curug Cimantaja, air terjun Cipamulaan yang berada di Cikiray, Cikidang, serta air terjun Curug Citangkolo, dan air terjun Ciraksamala yang berada di sekitar Mekarjaya.

Perkebunan Teh Nirmala Agung di Tengah-Tengah Taman Nasional Gunung Halimun Salak
Perkebunan Teh Nirmala Agung di Tengah-Tengah Taman Nasional Gunung Halimun Salak

Di Kabupaten Bogor terdapat tiga lainnya air terjun yang masuk ke dalam kawasan TNGHS yaitu air terjun Curug Piit dan air terjun Cihanjawar yang berada di sekitar perkebunan teh Nirmala Agung, serta air terjun Curug Ciberang yang berada di Desa Cisarua.

Di TNGHS juga terdapat candi yang terletak 8 km di sebelah barat daya kawasan, yaitu Candi Cibedug. Candi kecil yang sudah ada dari zaman Megalitikum ini dapat ditempuh dengan berjalan kaki selama dua jam dari Desa Citorek dan melalui danau kecil dengan panorama yang indah.

Puncak Manik Gunung Salak
Puncak Manik Gunung Salak

TNGHS juga biasa dikunjungi untuk mendaki karena terdapat puncak-puncak gunung yang berada di kawasan ini. Puncak-puncak tersebut bisa dicapai melalui jalan setapak, namun kondisinya cukup sulit untuk dilalui. Di TNGHS juga terdapat perkebunan teh yang berada di bagian timur kawasan dekat pintu masuk utama di Cipeuteuy.

Di sekitar perkebunan teh juga terdapat beberapa kebun pertanian milik penduduk sekitar. Taman nasional ini juga memiliki sungai Citarik yang biasa digunakan untuk kegiatan arung jeram.

 

7. Fasilitas yang Tersedia

Pengurus Taman Nasional Gunung Halimun Salak telah menyediakan beberapa fasilitas guna meningkatkan kenyamanan para pengunjung. Fasilitas penunjang yang terdapat di taman nasional ini antara lain pondok kerja, pos penjagaan, wisma tamu, pusat informasi, dan jalan setapak.

Taman Nasional Gunung Halimun Salak juga menyediakan bumi perkemahan yang terdapat di Desa Cikaniki dan Desa Citalahab yaitu di jalan antara perkebunan teh Nirmala dan Desa Kabandungan. Canopy Trail yang memiliki panjang 110 meter juga disediakan oleh pengurus TNGHS tepatnya berada di Desa Cikaniki.

 

Bagaimana? Sudah siapkah kamu menjelajahi pesona alam yang ada di Taman Nasional Gunung Halimun Salak? Tunggu apalagi, ayo ajak keluarga, sahabat, juga semua teman temanmu untuk berkunjung ke sini! Selain untuk melepas penat, kamu juga bisa belajar banyak hal disini. Selagi berkunjung, tetap jaga kebersihan Taman Nasional ya!