Menikmati Suasana Magis dari Peninggalan Leluhur di Desa Adat Ratenggaro

Diposting pada

Ratenggaro adalah desa adat yang terkenal masih menjaga adat dan tradisi peninggalan nenek moyangnya. Hal tersebut terbukti dengan masyarakatnya yang sampai saat ini masih meyakini tradisi Marapu.

Tradisi Marapu adalah tradisi atau agama yang menghormati arwah leluhur dan nenek moyang. Seorang manusia belum bisa berkomunikasi langsung dengan Tuhan, maka dari itu arwah leluhur dan nenek moyang adalah sebagai perantara permohonan manusia ke Tuhannya.

Desa Adat Ratenggaro (pinterest.com)
Desa Adat Ratenggaro (pinterest.com)

Tradisi Marapu ini banyak dianut atau dipercayai oleh masyarakat Sumba.

Desa Adat Ratenggaro adalah desa yang lokasinya berada di dekat Pantai Ratenggaro. Lebih tepatnya desa ini berada di Desa Umbu Ngedo, Kecamatan Kodi Bangedo, Kabupaten Sumba Barat Daya, Nusa Tenggara Timur.

Desa Adat Ratenggaro mempunyai ciri khas pada rumah adatnya yang bernama Uma Kelada.

Rumah adat Uma Kelada ini mempunyai menara dengan tinggi mencapai 15 meter dan atap yang berasal dari jerami. Tinggi atau rendahnya rumah tersebut berdasarkan status sosial penghuni rumah.

Rumah adat Uma Kelada bisa dikatakan hampir sama dengan rumah adat milik masyarakat Flores dan Toraja yang mana di rumahnya tersebut terdapat tanduk kerbau dan rahang babi yang digantung. Hal tersebut menjadi simbol atau lambang bahwa penghuni rumah pernah melakukan upacara adat.

Selain rumah adatnya yang menarik di Desa Adat Ratenggaro juga ada Kubur Batu yang usianya sudah ribuan tahun. Konon katanya, zaman dahulu saat terjadi perang antar suku, masyarakat yang berpenghuni di desa ini berhasil mengalahkan orang-orang Garo dan merebut wilayahnya.

Suku yang kalah dan wilayahnya berhasil direbut akan dibunuh dan dikubur di tempat itu.

Kubur Batu Desa Adat Ratenggaro (pintesrest.com)
Kubur Batu Desa Adat Ratenggaro (pintesrest.com)

Sampai saat ini terdapat 304 buah Kubur Batu. Tiga di antaranya mempunyai bentuk lumayan unik dan letaknya ada di pinggiran laut. Ukuran dan pahatan yang ada di Kubur Batu menjadikan kesan magis yang semakin erat dengan peninggalan para leluhur.

Anda bisa berkunjung kapanpun ke desa ini karena desa dibuka selama 24 jam sepanjang hari dengan tiket masuk gratis.

Meskipun demikian, Anda tidak disarankan untuk berkunjung saat malam hari. Datanglah saat hari masih belum gelap kemudian menginap.

Itulah sedikit daya tarik dari Desa Adat Ratenggaro yang ada di Sumba Barat Daya.

Ulasan di atas hanya bisa memberikan sebagian kecil informasi dari desa ini. Jika ingin tahu lebih lanjut Anda bisa berkunjung langsung ke Ratenggaro ya.

Selamat berlibur!

Editor:

Mega Dinda Larasati