Menguak Kondisi Alam Pemicu Banjir Bandang di Bogor dan Aceh

Diposting pada

Palung tekanan rendah umumnya akan menarik dan mengumpulkan udara dari sekitarnya, akibat kondisi suhu muka laut perairan yang hangat dan basah kemudian mereka naik dan membentuk awan.

Kondisi yang demikian merupakan kondisi udara tidak mantap atau labil yang mudah naik ke atas yang kemudian membentuk awan konveksi baik awan Cumulus atau awan Cumulonimbus.

Awan-awan konveksi dan dari jenis awan yang menghasilkan kondisi badai termasuk hujan badai inilah yang sepertinya pemicu hadirnya hujan intensitas tinggi yang menghasilkan volume air yang besar dalam waktu yang relatif singkat.

Volume air hujan besar tanpa ada tempat tampungan, maka air vulome besar yang terjadi di ketinggian yang tinggi akan turun tanpa terkendali dan terjadilah bencana banjir bandang di kedua kawasan.

 

Pelajaran yang dapat dipetik bahwa situasi dan kondisi ini masih akan berpeluang di masa mendatang, perlunya menjaga lingkungan yang kondusif serta memperhatikan perkembangan kondisi alam khususnya cuaca akan berguna untuk menyikapi bencana banjir bandang sebagai bencana hidrometeorologi basah yang masih berpeluang terjadi di masa mendatang.