Manajemen Hutan: Pengertian, Jurusan, Prospek Pekerjaan, dan Tantangan

Diposting pada

4.1 Perencanaan Hutan

Laboratorium perencanaan hutan membahas lebih spesifik mengenai perencanaan pengelolaan hutan dalam suatu unit manajemen. Mulai dari inventarisasi hutan, penataan batas areal kerja, penataan areal kerja, penggunaan SIG, penggunaan citra digital, pemodelan kehutanan, dan pemetaan.

4.2 Pemanfaatan Hasil Hutan

Pemanfaatan hasil hutan membahas lebih spesifik mengenai pemanfaatan hasil hutan kayu maupun non kayu, pembukaan wilayah hutan, operasional pemanenan hasil hutan, K3, ergonomi, pemanenan hutan, analisis biaya, dan lain sebagainya.

4.3 Pengelolaan DAS dan Hidrologi

Pengelolaan DAS dan hidrologi membahas lebih spesifik mengenai pengelolaan daerah aliran sungai (DAS) secara menyeluruh dengan melibatkan berbagai sektor non-kehutanan, SWAT (Soil and Water Asessment Tool), neraca air, erosi dan sedimentasi, iklim, hubungan antara vegetasi dengan bencana hidrologi, dan lain sebagainya.

4.4 Sosial dan Ekonomi Kehutanan

Sosial dan ekonomi kehutanan seringkali juga disebut dengan laboratorium kebijakan kehutanan membahas mengenai konflik tenurial, analisis kelayakan usaha kehutanan, penilaian manfaat hutan, akuntansi kehutanan, kehutanan masyarakat, dan lain sebagainya.

5. Tantangan Lulusan Manajemen Hutan

Kebakaran di Kebun Kelapa Sawit via beritadaerah.co.id

Lulusan manajemen hutan mengemban tugas yang cukup berat karena harus melestarikan hutan Indonesia sekaligus memanfaatkanya.

Kondisi hutan yang terus berkurang akibat berbagai hal menjadi salah satu PR besar bagi lulusan jurusan ini. Mengapa tidak? Agar kondisi hutan tetap lestari seorang lulusan manajemen hutan harus dapat berkoordinasi dengan berbagai sektor yang tidak jarang menimbulkan konflik, sektor tersebut seperti sektor pertanian, pertambangan, tata ruang, transmigrasi, ekonomi, dan lain-lain.

Masalah internal sektor kehutanan pun sangat sulit untuk dihilangkan. Budaya KKN masih menjamur di sektor ini dan cukup sulit untuk dihapus. Hal ini menuntut lulusan manajemen hutan nantinya harus memiliki pendirian yang kuat, jujur, dan beretika profesi.

6. Prospek Pekerjaan Lulusan Manajemen Hutan

Pekerjaan Manajemen Hutan

Berbagai pekerjaan dapat dilakukan oleh lulusan jurusan ini. Secara umum sebenarnya tidak ada batasan seorang lulusan jurusan ini harus bekerja di sektor tertentu, namun berikut adalah pekerjaan yang cocok untuk lulusan jurusan ini.

6.1 Tenaga Pendidik Profesional

Seorang lulusan jurusan ini dapat menjadi tenaga pendidik di Universitas ataupun di Sekolah Menengah Kejuruan Kehutanan. Pekerjaan ini cukup memberikan kesejahteraan dan memang banyak dibutuhkan, terutama di universitas-universitas baru yang mengembangkan jurusan-jurusan yang berkatan dengan kehutanan.

6.2 SIG Analisis

Seorang lulusan manajemen hutan memiliki skill dalam hal Sistem Informasi Geografis (SIG) sehingga sangat cocok apabila bekerja sebagai SIG analisis. Pekerjaan ini misalnya adalah pemantauan tutupan lahan, pengukuran luas hutan, pemantauan titik hotspot kebakaran hutan, dan lain sebagainya.

6.3 Ahli Pemetaan

Perusahaan kehutanan dan berbagai sektor yang berkaitan dengan data spasial pastinya membutuhkan seorang ahli pemetaan. Lulusan manajemen hutan memiliki skill dalam hal ini dan sangat dapat bersaing dengan lulusan geografi.

6.4 Tenaga Ahli Sertifikasi Hutan

Sertifikasi hutan saat ini memang sangat diperhatikan, terutama untuk penjualan produk kehutanan ke pasar mancanegara. Maka dari itu dibutuhkan tenaga-tenaga ahli di bidang ini, biasanya seorang yang bekerja di sektor ini memiliki gaji yang cukup tinggi.

6.5 Lembaga Swadaya Masyarakat

Lembaga swadaya masyarakat (LSM) berbasis kehutanan sangat banyak di Indonesia. Mulai dari LSM yang kecil sampai LSM yang cukup berpengaruh di Indonesia. Bekerja di sektor ini saat ini bukan hanya menjadi alternatif tapi sekarang telah menjadi pilihan yang cukup menjanjikan, sebut saja LSM Forest Watch Indonesia (FWI), WWF, dan WG Tenure.