Lubang Resapan Biopori

Diposting pada

5.1 Alat dan Bahan

Alat dan bahan yang diperlukan dalam pembuatan lubang ini meliputi:

  • Bor tanah
  • Sampah organik
  • Pipa PVC yang sudah dilubangi bagian sisinya
  • Air

5.2 Cara Pembuatan

Cara pembutan lubang resapan ini meliputi:

  1. Cari lokasi yang tepat untuk pembuatan lubang resapan biopori, yaitu pada daerah air hujan yang mengalir seperti taman, halaman parkir, dan lain sebagainya.
  2. Tanah yang akan dilubangi disiram terlebih dahulu dengan air agar memudahkan untuk pembuatan lubang.
  3. Letakkan mata bor tegak lurus untuk memulai pengeboran.
  4. Lubangi tanah dengan bor biopori (bor untuk tanah mineral) dengan menekankan bor ke kanan sambil diputar ke kanan hingga bor masuk ke dalam tanah.
  5. Lakukan penyiraman air pada tanah selama pengeboran untuk memudahkan dalam pengeboran
  6. Berhenti saat tiap ukuran 15 cm atau sedalam mata bor, kemudian tarik mata bor sambil tetap di putar ke arah kanan untuk membersihkan tanah yang berada dalam mata bor.
  7. Bersihkan tanah dalam mata bor dengan menggunakan pisau atau alat tusuk lainnya, dimulai dengan menekan tanah dari dalam sisi mata bor sehingga tanah mudah dilepaskan.
  8. Lakukan terus proses pembuatan lubang di tanah berulang-ulang hingga mencapai kedalaman kurang lebih 100 cm.
  9. Apabila tanah berbatu atau kerikil pengeboran dapat dihentikan hingga kedalaman yang dicapai oleh mata bor, walaupun mencapai kedalaman kurang lebih 50 cm.
  10. Kemudian isi dengan sampah organik.

 

6. Lokasi Pembuatan Biopori

Lubang resapan biopori dibuat di tempat yang jauh dari jangkauan anak-anak dan bebas dari lalu-lalang orang. Penempatannya pun harus diatur sedemikian rupa dan disesuaikan dengan landscape yang ada. Secara fungsional lubang ini berfungsi sebagai peresap air sehingga penempatannya dilakukan di lokasi di mana secara alami air cenderung akan berkumpul atau air mengalih ke arah biopori berada. Lubang resapan dapat dibuat di dasar saluran pembuangan air hujan mengalir atau dapat juga dibuat di sekeliling pohon dan pada batas taman.

Apabila menempatkan pada dasar saluran pembuangan air hujan maka saluran ini akan berfungsi menjadi tempat peresapan air hujan. Air hujan akan diserap di sekitar halaman rumah dan tidak menjadi beban pada saluran drainase umum sehingga tidak akan menjadi salah satu penyumbang aliran di tempat lain. Oleh karena itu, adanya biopori akan menciptakan suatu siklus hara yang baik.

Unsur hara yang diambil dari dalam tanah oleh tanaman akan menjadi bagian tanaman tersebut, seperti daun, batang, dan buah. Zat sisa organik dari tanaman tersebut akan kembali ke dalam tanah apabila dimasukkan ke dalam lubang resapan biopori. Selanjutnya melalui proses dekomposisi mereka akan berubah menjadi unsur hara bagi tanaman itu sendiri.

 

Referensi:

Hilwatullisan. 2011. Lubang Resapan Biopori (LRB) Pengertian dan Cara Membuatnya di Lingkungan Kita. Media Teknik. Vol. 8(2).

Kamir R. B., Anne, N. 2008. Lubang Resapan Biopori. Bogor : Penebar Swadaya.

Resapan Biopori. Available at https://resapanbiopori.blogspot.com/ [Internet] diakses pada tanggal 22 Oktober 2018.

Tim Biopori IPB. 2018. Resapan Air Hujan Menjadi Air Tanah. Available at http://www.biopori.com/ [Internet] diakses pada tanggal 22 Oktober 2018.

 

Editor: Mega Dinda Larasati