Lahan Basah: Pengertian, Sebaran, dan Jenis

Diposting pada
Satwa Lahan Basah (pixabay.com)
Satwa Lahan Basah (pixabay.com)

Fauna yang merupakan penghuni lain dari wetland  sangat beragam juga, mulai dari yang unik serta khas tinggal di lahan basah. Misalnya, seperti biawak, ular, buaya, kura-kura, berbagai jenis kodok, aneka jenis ikan, binatang darat seperti harimau, serta gajah, hingga ke ribuan burung dan mamalia.

Terdapat kurang lebih 150 spesies burung, 35 spesies mamalia, dan 34 spesies ikan ditemukan di lahan gambut. Sebagian fauna yang ada tergolong ke dalam spesies dilindungi dan endemik, seperti orang utan, jenis buaya sinyulong, langur, beruang madu, dan harimau sumatera.

4. Sebaran Lahan Basah di Dunia

Kebutuhan terhadap adanya wetland di dunia semakin meningkat. Kurang lebih 600 juta orang bergantung pada lahan basah sebagai sumber kehidupan mereka. Menurut sebaran lahan basah dunia, Indonesia memiliki lahan gambut terbesar kedua dengan luas kurang lebih 22.5 juta hektar. Urutan pertama ditempati oleh Negara Brazil yaitu sebesar 31.1 juta hektar.

Luasan yang berada di Indonesia tersebar di berbagai daerah yang meliputi Pulau Sumatera hingga Pulau Papua.

Seperti yang telah diketahui, saat ini wetland yang berada di dunia semakin mengalami penurunan sangat derastis. Penelitian dari seorang ilmuan menyatakan bahwa saat ini ekosistem basah telah lenyap hingga tiga kali lipat dari lenyapnya hutan. Hal tersebut didapatkan dari hasil sebaran lahan basah yang berada di setiap Negara. Sebaran tersebut dapat dilihat bahwa wetland tersebar dari Benua Asia hingga Benua Amerika.

Selain itu, sebuah penelitian menyebutkan bahwa wetland yang berada di daratan memiliki luas sekitar 9.5 juta hektar dan hal itu setara dengan 6.5% luasan bumi.

Benua Amerika hingga Benua Asia merupakan dua benua yang memiliki luasan wetland tergolong lebih besar dibandingkan dengan benua-benua lainnya.

Lembaga dunia telah mengeluarkan sebuah peta yang dapat digunakan sebagai acuan terhadap sebaran lahan basah di dunia. Pada peta tersebut terpampang rona yang berwarna hijau hingga biru.

Sebagian negara, contohnya Indonesia memiliki warna hijau hingga biru yang sangat luas. Rona tersebut dapat digambarkan sebagai lahan basah dengan klasifikasi pada delapan wilayah, salah satunya mangrove, rawa, hingga sungai.

Peta itu kemudian diberi nama Global Wetlands yang dicetuskan oleh Pusat Penelitian Kehutanan Internasional (CIFOR). Peta tersebut akan digunakan sebagai acuan luasan lahan basah yang berada di dunia. Peta dengan resolusi spasial satelit ini dapat diakses menggunakan internet.

5. Jenis-Jenis Lahan Basah

Beberapa jenis yang dapat diketahui terhadap wetland adalah rawa, paya, gambut, riparian, dan lahan basah buatan.

5.1 Rawa

Rawa merupakan genangan air yang alamiah terjadi secara musiman ataupun terus-menerus karena terhambatnya drainase. Rawa juga merupakan pembersih alami yang dapat mencegah adanya polusi ataupun pencemaran lingkungan.

5.2 Payau

Payau merupakan sebuah lahan yang terbentuk dari lapangan yang selalu tergenang air. Bagian tumbuhan yang berada di dalam lahan payau dapat menghasilkan gas rawa yang dapat terbakar sewaktu-waktu. Terkadang daerah tersebut menimbulkan api misterius dan terbakar dengan sendirinya tanpa adanya pemicu jelas.

5.3 Gambut

Gambut adalah sejenis tanah yang terbentuk karena adanya akumulasi sisa-sisa tumbuhan yang telah membusuk, sehingga bahan organik yang dikandungnya tergolong tinggi. Sebagai salah satu bahan organik, gambut dapat digunakan sebagai sumber energi yang dapat berguna bagi kehidupan di sekitarnya.

5.4 Riparian

Zona Riparian (pixabay.com)
Zona Riparian (pixabay.com)

Riparian merupakan wilayah peralihan antara daratan dengan sungai. Wilayah ini tergolong ke dalam wilayah yang memiliki karakteristik yang unik karena terdapat perpaduan antara daratan dengan perairan. Lahan riparian memiliki posisi penting dalam ekologi, rekayasa sipil, hingga pengelolaan lingkungan.