Kucing Domestik: Taksonomi, Sejarah, Morfologi, Sebaran, dan Jenis

Diposting pada

3.7 Hidung

Terdapat beragam bentuk hidung kucing yang bisa dibedakan berdasarkan jenisnya mulai dari yang datar atau pesek, pendek, sedang, dan mancung.

Contoh jenis yang mempunyai hidung datar atau pesek adalah jenis persia, sedangkan yang mempunyai hidung mancung adalah jenis balinese.

3.8 Mulut

Di dalam mulut kucing terdapat beberapa bagian seperti lidah, gigi, dan lain-lain.

Mereka  mempunyai struktur gigi yang cocok untuk memotong dan mencabik daging karena terlahir sebagai hewan karnivora.

Terdapat 12 gigi seri berukuran kecil yang ada di depan di antara gigi taring yang berguna untuk mengiris.

Terdapat 4 gigi taring yang berguna untuk memegang dan merobek daging, serta 10 gigi geraham depan atau premolar bekerja sama dengan molar atau gigi geraham untuk memotong dan mengunyah makanan.

Adapun lidah kucing jika dilihat secara seksama maka bentuknya mirip seperti lidah harimau dan singa.

Lidahnya berduri tetapi tidak setajam harimau dan singa.

Permukaan lidah mereka mirip seperti amplas karena dilapisi oleh papilla.

Lidah berduri ini mempunyai banyak fungsi seperti mencengkeram makanan, menyisir bulu, dan lain sebagainya.

3.8 Kaki

Hewan ini mempunyai 4 kaki yaitu 2 kaki depan dan 2 kaki belakang sebagai alat gerak.

Kakinya pun tidak sama panjang, terkadang ada yang pendek pula.

Mereka mempunyai 4 sampai 5 jari pada kakinya.

Mereka juga lahir dengan 6 atau 7 jari tambahan pada kaki depan dan belakang yang disebut sebagai polidaktil.

Telapak kaki hewan ini bentuknya seperti bantalan.

Tidak hanya untuk menghasilkan jejak kaki, telapak kaki ini mempunyai beberapa fungsi lain seperti sebagai alat navigasi, peredam suara langkah kaki, alat komunikasi, dan lain-lain.

3.9 Ekor

Kucing mempunyai bentuk ekor yang beragam mulai dari yang tidak punya ekor, ekor pendek, ekor menengah, sampai ekor panjang.

Contoh jenis yang tidak mempunyai ekor adalah manx dan cymcric (longhair manx).

Ekor yang berukuran sedang mempunyai ciri yaitu ekor berbulu tebal pada bagian pangkal, ujungnya memiliki sedikit bulu, bulu pada ekor yang tidak kusut, dan ujung ekor bentuknya sedikit melingkar.

Sementara ekor yang panjang juga mempunyai beberapa jenis yaitu ekor bulu tebal dan lurus contohnya persia, ekor bulu lembut dan lurus contohnya ragdoll, ekor yang bentuknya seperti cambuk contohnya sphynx, dan ekor tipis yang meruncing contohnya cornish rex.

4. Habitat dan Sebaran

Sebelum didomestifikasi, kucing ini menempati habitat stepa, sabana, dan hutan lainnya.

Saat itu mereka mempunyai kemampuan berburu dan memanjat yang sangat baik.

Sementara, saat ini mereka banyak ditemukan di lingkungan rumah, kebun, jalanan, sawah, sekolah, dan tempat lainnya.

Pada dasarnya, sebaran kucing domestik sangatlah luas karena bisa bertahan dan beradaptasi dalam iklim apapun.

Di beberapa negara bermusim empat, mereka mempunyai rambut jauh lebih tebal dibandingkan kucing domestik negara beriklim tropis seperti Indonesia.

Biasanya mereka akan berburu tikus, burung, dan hewan kecil lainnya untuk dijadikan sebagai sumber makanan.