Kucing Domestik: Taksonomi, Sejarah, Morfologi, Sebaran, dan Jenis

“Kucing domestik merupakan salah satu jenis hewan peliharaan yang digemari banyak orang karena bentuk dan tingkahnya yang menggemaskan.”

Di bawah ini akan dibahas mengenai ensiklopedia kucing domestik secara lengkap.

Penasaran?

Yuk simak artikel yang satu ini sampai selesai!

Kucing Domestik
Kucing Domestik (pakanmaster.com)

1. Taksonomi Kucing Domestik

Taksonomi merupakan cabang ilmu biologi yang mempelajari tentang sistematika, pengelompokan, atau pengklasifikasian makhluk hidup.

Di bawah ini terdapat taksonomoni kucing domestik, yaitu:

KingdomAnimalia
FilumChordata
KelasMamalia
OrdoCarnivora
FamiliFelidae
GenusFelis
SpesiesFelis catus

 

2. Sejarah Kucing Domestik

Miacis yaitu binatang liar yang hidup ada pada Masa Eosen dengan penampilan mirip seperti musang diyakini sebagai nenek moyang kucing.

Pada tahun 4000 SM, Mesir menjadi bangsa pertama yang melakukan upaya domestikasi pada hewan karnivora ini.

Usaha tersebut dilakukan agar kucing bisa melindungi toko bahan pangan dari serangan hama tikus.

Selain kejadian di atas, pernah ditemukan pula sebuah makam di Shillourokambos, Siprus yang berumur 7500 SM.

Di dalamnya ditemukan kerangka kucing yang dikubur bersama kerangka manusia.

Hal tersebut menunjukan bahwa pada saat itu telah terjadi upaya domestikasi kucing.

Kerangka yang didapati tersebut serupa dengan spesies kucing liar yang merupakan leluhur atau nenek moyang kucing rumahan.

Pada tahun 1800-an ditemukan kembali kuburan yang berisikan sekitar 300.000 kucing dengan kondisi kerangka masih utuh.

Hal tersebut menandakan bahwa pada zaman dahulu, kucing memang diperlakukan secara spesial.

Bahkan orang Mesir kuno percaya bahwa hewan tersebut merupakan jelmaan dari Dewi Bast yang juga lebih dikenal sebagai Bastet atau Thet.

Sehingga pada masa itu, kucing yang mati diperlakukan seperti manusia yang dimumikan.

Pada masa itu, hukuman seseorang yang membunuh kucing adalah hukuman mati.

Pada abad pertengahan, kucing banyak diduga sebagai rekan penyihir dan seringkali dibunuh dengan cara dilempar atau dibuang dari ketinggian dan dibakar.

Terdapat beberapa ahli sejarah yang mengatakan bahwa takhayul atau dugaan yang hanya bedasarkan khayalan belaka tersebut menjadikan adanya wabah black death.

Wabah yang bisa menyebar dengan sangat cepat ini diperkirakan ada pada abad ke-14 di Eropa.

Banyak orang yang percaya bahwa penyebaran wabah yang cepat merupakan ulah setan.

Paus yang saat itu menjabat menyatakan bahwa kucing yang sering berkeliaran merupakan sekutu setan.

Pernyataan ini menjadikan terdapat banyak sekali kucing yang sengaja dibunuh di Eropa.

Menurunnya jumlah populasi kucing menjadikan jumlah tikus semakin meningkat yang mana hewan ini adalah pembawa penyakit yang sebenarnya.

Zaman sekarang masih terdapat orang yang mempercayai bahwa kucing hitam merupakan pembawa sial, tetapi ada juga yang percaya bahwa kucing hitam adalah pembawa keberuntungan.

Ada juga orang yang masih beranggapan bahwa hewan tersebut telah bersekutu dengan sihir.

Penganut Neopaganisme dan Wicca menganggap bahwa kucing adalah binatang yang baik dan bisa berhubungan dengan dunia lain serta bisa merasakan keberadaan roh jahat.

Di Asia lebih tepatnya di Vietnam, hewan ini masuk dalam zodiak.

Berdasarkan legenda Tionghoa yang ada, Raja Langit mengadakan pesta untuk hewan yang nantinya akan dipilih sebagai zodiak dan ia mengutus tikus untuk mengundang hewan lainnya.

Sayangnya, berdasarkan kisah versi tikus ia lupa untuk mengundang kucing dan melakukan tipuan.

Jadi, pada akhirnya hewan tersebut pun tidak bisa datang ke pesta dan tidak terpilih menjadi zodiak Tionghoa.

Dalam Islam, seseorang tidak diperbolehkan untuk menyakiti atau bahkan membunuh kucing.

Hal ini dituliskan dalam hadist shahih yang diriwayatkan oleh Imam Muslim dari kisah kisah Abdullah bin Umar dan Abu Hurairah.

Haram hukumnya jika menjual atau membeli kucing seperti yang tertulis di dalil hadist Nabi Muhammad dan kaidah fiqih.

Dalil hadist Muhammad yang diriwayatkan oleh Jabir bin Abdullah mengatakan bahwa Islam melarang umatnya untuk memakan daging kucing.

Sehingga bisa disimpulkan bahwa haram hukumnya jika memperjualbelikan dan memakan daging kucing.

3. Morfologi Kucing Domestik

Morfologi merupakan cabang ilmu dalam biologi yang mempelajari bentuk suatu organisme, terutama tumbuhan dan hewan yang terdiri dari bagian-bagiannya.

Di bawah ini akan dijelaskan tentang morfologi kucing rumahan, yaitu:

3.1 Bentuk

Tidak seperti anjing yang mempunyai tubuh beragam, ukuran tubuh kucing bahkan terlihat begitu saja atau hampir sama.

Umumnya, bentuk struktur tubuh kucing baik itu kampung, ras, ataupun liar tidaklah ada yang berbeda.

Bentuk tubuhnya bisa dibagi menjadi dua jenis yang cukup ekstrem yaitu bentuk tubuh pendek dan panjang langsing.

Bentuk tubuh pendek, bulat, bahu lebar, kaki pendek, dan kepala yang bundar adalah ciri khas jenis cobby, misalnya kucing persia.

Sementara bentuk tubuh panjang langsing, berotot, kepala tirus, dan tulang kecil termasuk jenis svelte, misalnya kucing siamense dan balinese.

3.2 Tinggi dan Berat

Kucing domestik mempunyai tinggi badan kurang lebih sekitar 23 sampai 25 cm.

Berat badan ideal kucing domestk dewasa adalah 4 – 5 kg.

3.3 Mata

Kucing dikenal sebagai salah satu hewan peliharaan yang mempunyai mata indah dengan berbagai warna seperti cokelat, hijau, biru, dan lain sebagainya.

Selain bola mata yang berwarna cantik, pupil matanya pun istimewa yaitu bisa memanjang dan berubah bentuk sesuai tingkat cahaya yang ada di sekelilingnya.

Misalnya seperti saat di tempat gelap, pupil mata akan membesar sedangkan saat berada di tempat cukup terang maka pupil akan mengecil dan memanjang vertikal.

Ternyata, tidak semua jenis kucing mempunyai pupil memanjang.

Golongan kucing besar seperti harimau dan singa mempunyai pupil mata seperti manusia yaitu bulat.

Hal tersebut dikarenakan mereka mempunyai ukuran tubuh yang besar.

Suatu penelitian membuktikan bahwa pupil mata memanjang akan memudahkan hewan tersebut saat berburu.

Pupil tersebut mempunyai kemampuan bisa memperkirakan jarak mangsa.

Selain itu pupil jenis ini bisa lebih baik dalam menyesuaikan diri dengan cahaya dibandingkan pupil manusia.

3.4 Kepala

Terdapat beberapa bagian pada kepala kucing yaitu tengkorak kepala, tumpuan mata, dan rahang.

Tiga bagian ini tergabung dan terpasang secara sangat kokoh pada tubuh kucing.

Bentuknya pun dipengaruhi oleh ras.

Biasanya kucing ras mempunyai bentuk kepala yang beragam dengan ciri khas tersendiri.

Sementara, bentuk kepala kucing kampung biasanya sama saja dan tidak ada perbedaan.

3.5 Bulu

Orang-orang sering mengatakan bahwa kucing adalah salah satu hewan berbulu yang menggemaskan.

Namun, sebenarnya kucing tidak memiliki bulu seperti burung/ aves, tetapi kucing memiliki rambut yang lebat.

Terdapat kurang lebih sekitar 9.600 helai rambut pada setiap cm kulit bagian atas dan 19.200 rambut setiap cm-nya pada bagian bawah.

Namun, ternyata tidak semua kucing memiliki rambut lho.

Ada beberapa jenis kucing yang tidak mempunyai rambut sama sekali, misalnya bambino, dwelf, minskin, sphinx, dan ukrainian levkoy.

Sementara contoh jenis yang mempunyai rambut lebat adalah persia, norwegian forest, maine coon, ragdoll, birman, siberian forest, somali, turkish angora, british longhair, ragamuffin, himalaya, oriental longhair, dan masih banyak lagi.

3.7 Hidung

Terdapat beragam bentuk hidung kucing yang bisa dibedakan berdasarkan jenisnya mulai dari yang datar atau pesek, pendek, sedang, dan mancung.

Contoh jenis yang mempunyai hidung datar atau pesek adalah jenis persia, sedangkan yang mempunyai hidung mancung adalah jenis balinese.

3.8 Mulut

Di dalam mulut kucing terdapat beberapa bagian seperti lidah, gigi, dan lain-lain.

Mereka  mempunyai struktur gigi yang cocok untuk memotong dan mencabik daging karena terlahir sebagai hewan karnivora.

Terdapat 12 gigi seri berukuran kecil yang ada di depan di antara gigi taring yang berguna untuk mengiris.

Terdapat 4 gigi taring yang berguna untuk memegang dan merobek daging, serta 10 gigi geraham depan atau premolar bekerja sama dengan molar atau gigi geraham untuk memotong dan mengunyah makanan.

Adapun lidah kucing jika dilihat secara seksama maka bentuknya mirip seperti lidah harimau dan singa.

Lidahnya berduri tetapi tidak setajam harimau dan singa.

Permukaan lidah mereka mirip seperti amplas karena dilapisi oleh papilla.

Lidah berduri ini mempunyai banyak fungsi seperti mencengkeram makanan, menyisir bulu, dan lain sebagainya.

3.8 Kaki

Hewan ini mempunyai 4 kaki yaitu 2 kaki depan dan 2 kaki belakang sebagai alat gerak.

Kakinya pun tidak sama panjang, terkadang ada yang pendek pula.

Mereka mempunyai 4 sampai 5 jari pada kakinya.

Mereka juga lahir dengan 6 atau 7 jari tambahan pada kaki depan dan belakang yang disebut sebagai polidaktil.

Telapak kaki hewan ini bentuknya seperti bantalan.

Tidak hanya untuk menghasilkan jejak kaki, telapak kaki ini mempunyai beberapa fungsi lain seperti sebagai alat navigasi, peredam suara langkah kaki, alat komunikasi, dan lain-lain.

3.9 Ekor

Kucing mempunyai bentuk ekor yang beragam mulai dari yang tidak punya ekor, ekor pendek, ekor menengah, sampai ekor panjang.

Contoh jenis yang tidak mempunyai ekor adalah manx dan cymcric (longhair manx).

Ekor yang berukuran sedang mempunyai ciri yaitu ekor berbulu tebal pada bagian pangkal, ujungnya memiliki sedikit bulu, bulu pada ekor yang tidak kusut, dan ujung ekor bentuknya sedikit melingkar.

Sementara ekor yang panjang juga mempunyai beberapa jenis yaitu ekor bulu tebal dan lurus contohnya persia, ekor bulu lembut dan lurus contohnya ragdoll, ekor yang bentuknya seperti cambuk contohnya sphynx, dan ekor tipis yang meruncing contohnya cornish rex.

4. Habitat dan Sebaran

Sebelum didomestifikasi, kucing ini menempati habitat stepa, sabana, dan hutan lainnya.

Saat itu mereka mempunyai kemampuan berburu dan memanjat yang sangat baik.

Sementara, saat ini mereka banyak ditemukan di lingkungan rumah, kebun, jalanan, sawah, sekolah, dan tempat lainnya.

Pada dasarnya, sebaran kucing domestik sangatlah luas karena bisa bertahan dan beradaptasi dalam iklim apapun.

Di beberapa negara bermusim empat, mereka mempunyai rambut jauh lebih tebal dibandingkan kucing domestik negara beriklim tropis seperti Indonesia.

Biasanya mereka akan berburu tikus, burung, dan hewan kecil lainnya untuk dijadikan sebagai sumber makanan.

5. Status Kelangkaan

Terdapat dua jenis kucing yaitu kucing hutan dan kucing domestik.

Kucing domestik atau rumahan adalah hewan yang biasa dipelihara dan berinteraksi dengan manusia.

Kucing hutan merupakan hewan yang bersifat liar dan tidak dijadikan sebagai hewan peliharaan.

Contoh kucing hutan yang terancam punah adalah kucing merah, kucing batu, kucing emas, kucing bakau, kucing berkepala datar, Iberian lynx, kucing pemancing, dan masih banyak lagi.

Jenis kucing domestik merupakan hewan dengan populasi yang masih banyak tidak seperti jenis kucing hutan yang beberapa di antaranya sudah masuk dalam kategori rentan terhadap kepunahan atau bahkan sudah punah oleh IUCN.

6. Perilaku Kucing

Sebagian besar orang mungkin masih bingung dengan maksud atau arti dari perilaku kucing seperti mendengkur, memijat, meluruskan badan, menempelkan badannya ke kaki manusia, dan masih banyak lagi.

Di bawah ini adalah penjelasan mengenai perilaku dan cara hidup kucing, yaitu:

Kucing Makan
Kucing Makan (apahabar.com)

6.1 Manja

Kucing juga mempunyai sifat manja seperti mencari perhatian dan menggosok-gosokkan wajah serta badannya.

Hal tersebut mereka lakukan untuk menandakan bahwa seseorang telah menjadi teman atau sahabatnya.

Terkadang juga mereka tidak segan untuk duduk di paha seseorang, artinya mereka sudah memberikan rasa percaya sangat dalam terhadap seseorang tersebut.

6.2 Mendengkur

Kucing merupakan salah satu hewan yang bisa menghasilkan atau mengeluarkan suara dengkuran.

Biasanya, mereka akan mendengkur jika merasa bahagia, senang, atau puas hati.

Adapun beberapa penyebab lain seperti saat mereka sedang sakit atau akan mati untuk menjadikannya lebih nyaman dan mengurangi rasa stress.

Mereka juga akan mendengkur saat akan melahirkan dan ketika menyusui anaknya.

Dengkuran mereka dipercaya bisa mengurangi stress dan depresi.

Golongan kucing besar seperti harimau, singa, dan macan tidak bisa mengeluarkan dengkuran, tetapi mereka bisa mengeluarkan auman.

6.3 Meluruskan Tubuh

Kucing memiliki kebiasaan meluruskan badannya.

Gerakan ini mereka lakukan untuk melatih tubuhnya agar tidak cedera ketika terjatuh dari tempat tinggi.

Kemampuan ini akan dimilikinya saat berumur 3 sampai 4 minggu dan akan lebih sempurna lagi saat umur 7 minggu.

Mereka bisa melakukan gerakan ini karena mempunyai tulang punggung yang sangat fleksibel dan tulang selangka yang fungsional.

6.4. Muntah

Terdapat beberapa faktor yang memyababkan hewan ini bisa muntah.

Faktor pertama adalah terlalu banyak makan sehingga perutnya kekenyangan dan memuntahkannya kembali.

Mereka juga bisa muntah karena makan benda-benda asing seperti kertas, tisu, plastik, dan benda asing lainnya.

Faktor berikutnya adalah karena sakit atau keracunan.

Misalnya, jika muntah lendir maka bisa jadi ia mengidap penyakit radang usus dan jika muntah cairan kuning maka terdapat kelainan pada hati.

Adapun beberapa ciri atau tanda-tanda mereka sedang sakit berat yaitu gelisah, tidak bisa tidur nyenyak, nafas berat, suara tidak bersemangat, nafsu makan menurut, dan berat badan turun.

Mereka juga bisa saja muntah bulu karena terdapat bulu yang tertinggal di dalam ususnya akibat dari menyisir bulu dengan menggunakan lidah.

Beberapa cara bisa Anda lakukan agar kucing Anda tidak muntah.

Misalnya, Anda perlu memberikan minum setelah kucing ini makan.

Berikan makanan bergizi dan jauhkanlah dari benda berukuran kecil seperti mainan, serangga, kertas, tisu, dan lain sebagainya.

6.5 Bersin

Tidak hanya manusia, ternyata kucing juga bisa bersin.

Terdapat beberapa faktor yang menyebabkan hewan ini bersin.

Faktor yang pertama adalah karena lingkungan sekitarnya tidak terlalu bersih atau berdebu.

Debu-debu tersebut akan menggelitiki bagian rongga hidung mereka sehingga bersin.

Jika bersin hanya 1 sampai 2 kali saja itu adalah hal yang wajar, tetapi tetap perhatikan ruangan di rumah agar terbebas dari debu dengan sering membersihkannya.

Faktor kedua adalah bisa saja mereka sedang mengalami alergi.

Alergi tersebut bisa disebabkan oleh penggunaan disinfektan yang berguna untuk membersihkan suatu tempat dari bakteri dan kuman.

Tanda kucing mengalami alergi adalah menggaruk-garuk mata dan hidung.

Untuk mengatasi hal tersebut maka gunakanlah cairan pembersih yang aman dan larutkan sedikit saja pada air saat digunakan membersihkan lantai.

Faktor ketiga adalah bisa saja mereka sedang mengalami permasalahan kesehatan yang cukup serius.

Bersin, mata berair, nafsu makan menurun, kesulitan bernafas, dan diare menandakan terdapat masalah kesehatan yang cukup serius pada kucing.

Jika hewan peliharaan Anda mengalami gejala-gejala tersebut maka segera hubungi dokter hewan agar cepat mendapatkan penanganan terbaik.

Jika mempunyai lebih dari satu hewan peliharaan maka pisahkanlah untuk sementara waktu antara yang sakit dengan yang sehat agar tidak tertular.

6.6 Memijat

Kucing juga mempunyai perilaku atau kebiasaan memijat dengan cara menekankan telapak tangannya secara bergantian dan ada juga yang mengeluarkan cakarnya.

Apabila mereka memijat majikan atau pemiliknya maka hal tersebut menandakan bahwa mereka merasakan rasa nyaman dan aman.

Secara tidak langsung, mereka pun juga telah menjadikan orang yang dipijat tersebut sebagai pemilik atau majikannya.

Saat anak kucing sedang menyusu mereka juga pasti akan memijat perut induknya.

Hal tersebut dilakukan untuk melancarkan aliran air susu yang sedang mereka minum.

6.7 Omnivora

Kucing merupakan salah satu hewan karnivora atau pemakan daging yang tidak sama dengan golongan besar seperti macan, cheetah, dan lain sebagainya.

Hewan ini adalah jenis hewan karnivora yang tidak buas sama sekali.

Walaupun ditetapkan sebagai karnivora karena memang sebagian kebutuhan gizinya tercukupi dari makanan hewani, ternyata ada juga beberapa orang yang menganggap bahwa hewan ini adalah hewan omnivora atau pemakan segala.

Hal ini dibuktikan dengan terdapat beberapa pemelihara yang menambahkan nasi ke ikan atau makanan hewani lain agar cepat kenyang dan menghemat pengeluaran sang pemelihara.

Namun, hal ini tidaklah bagus untuk kesehatan mereka karena nasi, sayur, dan makanan non daging lainnya tidak bisa dicerna secara sempurna sehingga gizinya tidak cukup terserap dan keluar kembali bersama feses.

Sama seperti manusia, mereka juga mengenal obat.

Mereka akan mengobati dirinya misalnya dengan mengonsumsi makanan non daging seperti rumput agar bisa muntah.

Hal tersebut dilakukan karena mereka seringkali menjilati bulunya dan tidak jarang pula bulu akan ikut tertelan sehingga untuk mengeluarkannya mereka cukup memicu muntah yaitu dengan mengonsumsi rumput.

7. Perkembangbiakan

Kucing merupakan hewan mamalia atau menyusui sehingga berkembangbiak dengan cara vivipar atau melahirkan.

Gestasi atau masa kehamilan mereka terjadi selama kurang lebih sekitar 63 hari dan dalam sekali hamil mereka akan melahirkan jumlah anakan 4 ekor atau lebih.

Saat lahir, hewan ini masih ada dalam kondisi tuli dan buta.

Mereka baru bisa melihat dan mendengarkan saat usia 8 sampai 10 hari.

Anak kucing akan disusui oleh induknya sampai usia 6 atau 7 minggu dan setelah itu mereka sudah diharuskan mencari makan dan hidup sendiri.

Saat usia 10 sampai 15 bulan, kucing remaja sudah ada dalam masa kematangan seksual dan bisa atau siap untuk berkembangbiak.

Pada dasarnya, usia fase kawin antara jantan dan betina kurang lebih sama.

Mereka diperkirakan atau rata-rata bisa hidup hingga 15 tahun lamanya.

8. Berbagai Jenis Ras Kucing

Banyak orang yang hanya mengenal beberapa jenis hewan lucu berkaki empat ini seperti anggora, kampung, persia dan lain sebagainya.

Ternyata selain itu masih ada banyak sekali jenis ras kucing, antara lain:

8.1 Ocicat

Ocicat merupakan jenis yang mempunyai tubuh besar berotot, berbulu pendek mengkilat dengan motif bintik-bintik dan perilakunya cukup aktif.

Pada awalnya yaitu tahun 1964, ocicat merupakan hasil yang tidak diinginkan dari suatu percobaan perkawinan untuk menghasilkan jenis siam aby point.

Namun perkawinan tersebut justru menghasilkan anak berwarna putih pucat dengan bintik emas sehingga dinamakan ocicat karena mirip dengan ocelot.

Walaupun gagal menghasilkan jenis siam abi point tetapi banyak orang-orang yang justru senang melihat ocicat, sehingga perkembangbiakannya dilakukan kembali agar bisa menghasilkan lebih banyak kucing jenis ini.

Sementara itu ocicat penampilannya memang terlihat liar dan wataknya cukup ganas serta sangat menurut atau berbakti terhadap majikannya.

Mereka termasuk hewan yang sangat mudah untuk dilatih dan cukup pintar.

Sebagian besar dari mereka bisa menangkap sesuatu, merespon perintah, dan bisa beradaptasi dengan peraturan yang ada di rumah.

Mereka juga mempunyai sifat mudah bergaul sehingga kurang cocok untuk ditinggalkan sendiri dalam jangka waktu yang lama.

Ocicat ini memang termasuk dalam kategori kucing eksotis tetapi mereka mudah dipelihara dan tidak membutuhkan terlalu banyak perawatan.

8.2 Manx

Kucing jenis manx merupakan jenis ras yang tidak mempunyai ekor dan kaki belakangnya lebih panjang daripada kaki bagian depan sehingga saat berlari, mereka mirip seperti seekor kelinci.

Ada alasan mengapa manx tidak mempunyai ekor, yaitu karena terdapat gen mutan yang mendominasi.

Gen tersebut sudah ada sejak lama karena tertundanya persalinan sehingga tulang belakang yang cacat menyebar ke seluruh tubuh sehingga mereka kehilangan ekornya.

Berdasarkan besar ekor, kucing manx dibagi menjadi 4 jenis yaitu rumpy, rumpy riser, stumpy, dan longy.

Jenis rumpi tidak mempunyai ekor sama sekali, rumpy riser mempunyai ekor berupa benjolan kecil, stumpy mempunyai ekor tunggal, dan longy mempunyai ekor yang mirip dengan ekor kucing pada umumnya.

Manx ini mempunyai tubuh yang cukup berotot dan kuat serta mantel bulu ganda dengan warna yang berbeda.

Sifatnya yang mudah bergaul, menjadikan manx sangatlah cocok untuk dipelihara dan bisa menjadi hiburan tersendiri bagi majikannya.

Cukup diperlakukan saja dengan baik, mereka akan membalasnya dengan kasih sayang yang berlipat ganda.

Jika memerlihara manx, berikanlah mereka makanan yang bergizi agar kesehatannya tetap terjaga dan bulunya tetap menawan.

8.3 Maine Coon

Maine coon merupakan kucing domestik terbesar yang mempunyai tubuh kuat, perkasa, cakar besar, mata besar, dan bisa bertahan di segala iklim dengan berat tubuh bisa mencapai 15 kg.

Maine coon ini mempunyai bulu yang halus dan sangat tebal, biasanya spesies jantan bulunya lebih tebal daripada betina.

Kucing jenis ini mempunyai temperamen yang menyenangkan, lembut, setia, dan penuh kasih sayang terhadap pemiliknya.

8.4 British Shorthair

British shorthair merupakan jenis kucing yang ukuran tubuhnya sedang dan mempunyai ciri khas bulu sangat halus, mata besar, aktif, dan kepala bulat.

British shorthair mempunyai sifat mandiri, santai, senang dengan suasana hening, dan mudah dirawat.

Penampilannya yang sangat menggemaskan membuatnya disenangi banyak orang.

Namun, sebenarnya british shorthair mempunyai tubuh yang kuat dan gagah.

8.5 Burmese

Kucing jenis Burmese mempunyai kepribadian yang baik yaitu sifatnya penyayang, cerdas, setia, selalu senang, senang menjadi pusat perhatian, dan mempunyai rasa keingintahuan yang tinggi sehingga akan sangat cocok untuk dijadikan sebagai teman bermain untuk anak-anak.

Bahkan mereka seringkali disebut sebagai “dogcat” karena gemar melakukan tipuan dan bisa dilatih untuk mengambil barang mirip seperti perilaku anjing.

Selain itu, mereka juga sangat suka berbicara walaupun masih lebih pendiam dibandingkan jenis Siamese.

Berdasarkan sejarahnya, Burmese merupakan hasil perkawinan dari Siamese dengan kucing dari Burma sehingga dinamakan Burmese.

Kucing jenis ini mempunyai bulu pendek, lembut, berkilau, dan berwarna cokelat kehitaman.

Seiring berjalannya waktu, Burmese juga mempunyai banyak macam warna bulu seperti merah, krem, dan ungu.

Burmese mempunyai mata berwarna emas, tubuh panjang, dada cembung, ujung telinga bulat, dan kaki kecil.

Perawakannya yang kuat dan berotot menjadikan Burmese lebih berat dibandingkan ukuran tubuhnya.

 

Sekian informasi mengenai apa saja jenis, taksonomi, morfologi, sejarah, dan sebaran kucing rumahan atau domestik yang bisa kami sampaikan.

Semoga artikel ini membantu dan bermanfaat untuk kita semua.

Terima kasih sudah baca dari awal sampai selesai, selalu jaga kesehatan, dan sampai bertemu di artikel menarik berikutnya!

 

Referensi:

Diction.id. 2020. Bagaimana Taksonomi dan Morfologi Hewan Kucing? [Internet]. Terdapat pada: https://www.dictio.id/t/bagaimana-taksonomi-dan-morfologi-hewan-kucing/128937

Whiskasindonesia.com. 2020. Jenis-Jenis Kucing [Internet]. Terdapat pada: https://www.whiskasindonesia.com/jenis-jenis-kucing

Bobo.grid.id. 2017. Kucing Sering Muntah Apakah Berbahaya? [Internet]. Terdapat pada: https://bobo.grid.id/read/08679953/kucing-sering-muntah-apakah-berbahaya?page=all

Rimma.co. 2018. Kucingmu Sering Bersin? [Internet]. Terdapat pada: https://www.rimma.co/79519/entertainment/pets/kucingmu-sering-bersin-3-faktanya-ini-bikin-kamu-lebih-memahami-kesehatan-hewan-kesayanganmu-ini/

Kumparan.com. 2018. Alasan Kucing Punya Mata Unik dan Menyeramkan. [Internet]. Terdapat pada: https://kumparan.com/kumparansains/alasan-kucing-punya-mata-unik-dan-menyeramkan-27431110790536591/full

Id.quora.com. 2020. Seperti apakah habitat asli kucing? [Internet]. Terdapat pada: https://id.quora.com/Seperti-apakah-habitat-asli-kucing

 

Editor:

Mega Dinda Larasati