Kopi Arabika, Biji Hitam Berharga dari Tanah Afrika

Diposting pada

9. Budidaya

Buidaya Kopi Arabika
Buidaya Kopi Arabika

Sesuai dengan asalnya di pegunungan Ethiopia, kopi ini cocok tumbuh di dataran tinggi yang berada lebih dari 700 mdpl.

Pertumbuhan tanaman ini akan maksimal jika berada di ketinggian 1000-2000 mdpl, oleh karenanya, banyak kota dengan dataran tinggi yang subur memilih berkebun kopi ini.

Daerah-daerah seperti Gayo dan Toraja yang ada di kaki pegunungan, sangat cocok untuk kegiatan budidaya kopi.

Lokasi penanaman kopi juga dipengaruhi oleh beberapa faktor lain, seperti suhu yang berada di kisaran 15-24 derajat celcius, dan curah hujan antara 1200-2000 mm per tahun.

Kondisi keasaman atau pH juga akan mempengaruhi tumbuh kembang bibit kopi.

Kadar keasaman yang tepat untuk pertumbuhan kopi adalah 5,5 – 6.

Selain itu, akan lebih baik jika menanamnya di daerah dengan nutrisi yang baik, untuk memenuhi kebutuhan nutrisi dan menjaga kelembapan.

Buah kopi akan tumbuh setelah kopi berumur lebih dari 2 tahun.

Kopi akan memerlukan musim kering dan panas paling tidak 4-5 bulan selama setahun sebelum bunga muncul.

Setelah itu, bunga akan menyerbuk dan menjadi buah.

Kemudian buah kopi bisa panen dalam kurun waktu 8-10 bulan.

Kopi Arabika merupakan jenis kopi yang unik, dengan cita rasa dan wangi yang enak, tak hanya untuk orang Indonesia saja, namun luar negeri pun menyukainya.

Tanaman asli kopi ini memerlukan perawatan dan perhatian untuk bertumbuh dan berbuah.

Oleh karenanya, harga kopi ini menjadi mahal dan dicari banyak orang di seluruh dunia.