Konservasi: Pengertian, Metode, dan Sejarah

Diposting pada

4.4 Taman Laut

Taman laut digunakan untuk perlindungan seta perbaikan ekosistem laut yang di dalamnya terdapat flora dan fauna langka untuk dilindungi hingga memperbaiki dan melakukan penanaman kembali untuk terumbu karang.

Taman laut juga dapat digunakan untuk rekreasi hingga tujuan komersil lainnya namun tentu saja dengan aturan-aturan ketat yang berlaku bagi pengunjung agar tidak mengganggu atau hingga menyebabkan kerusakan ekosistem.

Taman laut haruslah memiliki keanekaragaman sumber daya alam yang tinggi dengan ekosistem yang memiliki karakteristik tersendiri unik dan khas. Luas wilayahnya juga cukup luas dan terdapat flora serta fauna langka di dalamnya.

Kegiatan perburuan juga dianggap ilegal serta bagi penyelam tidak diperbolehkan untuk menyentuh terumbu karang karena meningkatkan resiko untuk terumbu karang mengalami kerusakan.

Selain berfungsi sebagai tempat untuk dilakukannya kegiatan pendidikan, penelitian, dan rekreasi juga fungsi utamanya merupakan perlindungan bagi flora dan fauna yang ada di dalam laut. Taman laut juga berfungsi untuk perbanyakan terumbu karang serta satwa-satwa air yang terancam mengalami kepunahan.

Contoh taman laut yang ada di Indonesia adalah Taman Laut Bunaken yang terletak di Sulawesi Utara dan sudah ditetapkan menjadi salah satu situs warisan dunia oleh UNESCO dengan kekayaan keindahan terumbu karang yang sangat unik.

4.5 Kebun Raya

Jika pada penjelasan sebelumnya merupakan kawasan berupa in situ, berbeda dengan kebun raya yang berupa kawasan ex-situ. Kebun raya dibuat sedemikian rupa yang berfungsi untuk perlindungan dan pelestarian. Di dalamnya ditanami berbagai jenis tumbuhan untuk dikoleksi, dilakukan penelitian, sarana pengembangan ilmu pengetahuan, pendidikan, serta rekreasi.

Tidak hanya melakukan koleksi tumbuhan, tetapi juga mendatangkan hewan atau satwa yang juga digunakan untuk koleksi serta pengembangan riset ataupun budidaya. Hal ini untuk menjaga sumber plasma nutfah tetap ada sehingga mencegah terjadinya kepunahan.

Ekosistemnya merupakan ekosistem buatan dan luas wilayahnya juga tidak besar seperti pada kawasan in situ lainnya. Di dalamnya juga banyak dibuat bangunan untuk keperluan pengawetan atau koleksi salah satunya adalah rumah kaca yang dibuat adaptif iklim bagi tanaman-tanaman tertentu atau memerlukan suatu perlakuan khusus dalam merawatnya.

Terdapat juga perpustakaan untuk menunjang keperluan pengembangan ilmu pengetahuan. Selain itu, juga dibuat beberapa bangunan sarana dan prasarana guna mendukung untuk meningkatkan daya tarik wisatawan terhadap kebun raya.

Salah satu kebun raya yang populer dan tidak asing adalah Kebun Raya Bogor. Kebun raya ini memiliki banyak tumbuhan baik endemik maupun eksotik serta budidaya hewan rusa.

4.6 Taman Hutan Raya

Taman hutan raya atau sering disingkat dan disebut sebagai Tahura. Sama seperti taman nasional, kawasan ini masuk dalam jenis kawasan pelestarian alam. Tahura digunakan untuk mendukung keperluan pengembangan ilmu pengetahuan, budidaya, hingga pariwisata.

Ekosistemnya ada yang buatan dan juga alami. Kawasan ini penting untuk menjaga keseimbangan ekosistem pada suatu daerah. Selai itu, kawasan ini juga sebagai tempat koleksi satwa dan tumbuhan serta sebagai tempat bagi pelestarian plasma nutfah.

Contohnya adalah Taman Hutan Raya Ir. H. Djuanda yang terletak di Bandung, Jawa Barat. Kekayaan flora  tempat ini mencapai sekitar 2500 jenis tanaman yang berasal dari empat benua yaitu Asia, Afrika, Amerika, dan Australia.

4.7 Hutan Bakau

Garis pantai yang panjang di Indonesia memerlukan adanya upaya preventif untuk mencegah adanya perlakuan dari pasang surut air laut. Hal ini dapat diatasi dengan hutan bakau yang merupakan hutan yang berada di atas rawa dan air payau.

Salah satu manfaatnya adalah untuk mencegah terjadinya intrusi air laut dan menyebabkan air tanah tidak dapat dikonsumsi karena payau. Manfaat lainnya adalah mencegah terjadinya abrasi yaitu pengikisan tanah oleh air laut melalui akar-akar pohon dalam hutan bakau.

Pohon-pohon yang terdapat di hutan bakau adalah jenis api-api (Avicennia sp.), jeruju (Acanthus sp.), dan bakau (Rhizopora sp.)