Kertas: Sejarah, Manfaat, Pembuatan, dan Jenis-jenis

Diposting pada

3.1.3 Papirus

Menurut sejarah versi Mesir, asal mula lembaran ini digarap dengan bahan dasar papirus. Pohon papirus tumbuh baik di Mesir.

Namun karena kelangkaan dan jenis papirus berkualitas yang jarang, kertas berbahan papirus ini memiliki harga yang relatif mahal.

3.1.4 Kulit Binatang

Bahan pembuatan kertas ternyata tidak hanya dari tumbuhan lho. Ada kulit binatang yang oleh sebagian kalangan difungsikan sebagai bahan baku dalam pembuatannya.

Kulit binatang yang biasanya digunakan sebagai bahan baku adalah kulit domba. Kulit domba memiliki karakteristik yang kering dan mudah didapatkan. Kertas jenis ini masih sering digunakan di beberapa negara kerajaan.

3.2 Tahapan Pembuatan

Adapun tahapan pembuatan kertas adalah sebagai berikut:

"Proses

Advertisement nature photography

3.2.1 Pembuatan Bubur Kertas (Pulp)

Berikut ini proses pembuatan pulp:

  1. Kayu ditebang dari hutan tanaman industri atau hutan produksi, kemudian dipotong-potong
  2. Potongan kayu ini disebut log. Log disimpan di tempat penampungan selama kurang lebih 3 bulan sampai agak melunak
  3. Log dibuang kulitnya menggunakan mesin atau istilahnya De-Barker
  4. Kayu dipotong-potong menjadi lebih kecil seukuran chip dengan mesin chipping
  5. Chip dipilah-pilah yang sesuai ukuran diambil dan yang tidak sesuai ukuran diproses ulang
  6. Chip dimasak dalam gester dengan tujuan untuk memisahkan lignin dengan serat kayu. Di tahap ini, ada dua proses pemasakan yakni Chemical Process dan Mechanical Pulping Process
  7. Hasil dari proses pemasakan disebut pulp atau bubur kertas. Pulp inilah yang nantinya akan diolah menjadi kertas

3.2.2 Pembuatan Kertas

Berikut ini proses pembuatan kertas:

  1. Pulp diolah di mesin pencetak bagian stock preparation. Di sini pulp akan diramu, dicampur zat kimia dan air, ditambahkan filler untuk mengisi pori-pori serat kayu, ditambahkan zat retensi, serta diberi pewarna kertas (dye). Hasilnya disebut stock
  2. Setelah itu, stock dibersihkan dengan cleaner
  3. Lalu dimasukkan ke Headbox, tempat membentuk formasi lembaran kertas. Ini berada di atas Fourdinier Table. Fungsinya untuk membuang air yang ada dalam stock (dewatering). Hasil dari proses ini disebut web atau kertas basah dengan kadar kepadatan sekitar 20%
  4. Selanjutnya masuk ke press part agar air dari web terbuang sehingga kadar padatnya bertambah mencapai 50%. Caranya, kertas masuk di antara dua roll yang berputar, bagian atas diberi tekanan sehingga air keluar dari web
  5. Terakhir, kertas dibawa ke dryer untuk mengeringkan web. Dalam tahap akhir ini, kadar air mencapai sekitar 6%

3.2.3 Finishing

Proses finishing yakni melilitkan kertas pada paper roll atau gulungan besar.

Setelah itu, tergantung akan digunakan sebagai apa kertas tersebut.

Hasil olahan berbahan baku pohon ini dapat dipadatkan atau diratakan lebih jauh dengan melewati calendars atau rol logam.

3.3 Produk Akhir

Produk akhir dari proses pembuatan tergantung penggunaannya. Contohnya kertas buram, GSM, atau dus.

Ada banyak jenis kertas dengan fungsi yang berbeda.

Biasanya industri pulp & paper akan memproduksi kertas dengan hasil akhir sesuai dengan yang dibutuhkan pasar.

4. Jenis-Jenis

Lembaran yang biasanya berwana putih ini ternyata tidak hanya berwarna putih seperti yang biasa kita temukan di printer. Jenisnya ada sangat banyak, baik dari segi komposisi, warna, ketebalan, dan kegunaan.

Adapun jenis-jenis benda ini yang sering digunakan adalah sebagai berikut:

  1. Kalkir
  2. Duplex (Coated)
  3. Art/Matt Paper
  4. Ivory
  5. HVS
  6. Art Karton
  7. CWb/Duplex Putih
  8. Samson Kraft
  9. Corugated (Gelombang)
  10. Bw/BC/Linen Jepang/ Concord
  11. Jasmine
  12. Fancy Paper
  13. Stiker Vinyl
  14. Yellow Board

5. Perusahaan Pembuat Kertas di Indonesia

Syukurlah di Indonesia sudah ada produsennya sehingga kita tidak perlu impor dari negara lain. Beberapa contoh perusahaan pembuatnya di Indonesia adalah sebagai berikut: