Kebun Binatang: Pengertian, Tipe, dan Fungsi

Diposting pada

3. Tipe

Kebun Binatang Ragunan
Kebun Binatang Ragunan

Setiap kebun binatang memiliki dua karakteristik yang selalu ada, yaitu :

  • Memiliki dan mengelola koleksi binatang liar yang dipelihara dalam kandang supaya mudah untuk dilihat dan diteliti
  • Menampilkan koleksi binatang kepada masyarakat dalam kurun waktu tertentu

Akan tetapi, terdapat perbedaan oleh faktor luar mengapa tempat kebun binatang didirikan antara lain perbedaan pada ukuran, perbedaan pada komposisi koleksi, perbedaan tema dan koleksi, perbedaan badan yang mengelola, dan perbedaan sasaran.

Perbedaan pada ukuran yang berarti ukuran kebun binatang berkisar antara 0,1 sampai 500 hektar.

Perbedaan pada komposisi koleksi menunjukkan binatang dalam koleksi kebun binatang dipilih berdasarkan lokasi geografis asal binatang.

Perbedaan tema dan koleksi yang mana ada beberapa konsep yang menjadikan karakter kebun binatang.

Sebagai contoh yaitu konsep berdasarkan pelayanan, seperti kebun binatang yang digabungkan dengan taman atau kebun binatang untuk berburu. Ada juga berdasarkan penataan koleksi binatang, seperti asal geografis, habitat atau ekosistem dan lainnya.

Perbedaan badan yang mengelola yang berarti ada kebun binatang yang ditangani oleh pemerintah, juga ada kebun binatang yang ditangani oleh yayasan.

Perbedaan sasaran dimana ada kebun binatang yang hanya digunakan untuk mencari keuntungan semata (komersil) dan ada juga yang kebun binatang digunakan untuk konservasi dan penelitian atau edukasi.

Kandang hewan di kebun binatang dibangun semirip mungkin dengan habitat alami binatang penghuninya.

Misalnya kandang hewan nokturnal dibuat dengan siklus terang-gelap terbalik, yaitu dengan pemberian pelayanan efek seperti hanya meredupkan lampu putih atau merah pada siang hari sehingga hewan-hewan malam akan aktif selama pengunjung datang.

Kemudian sebaliknya, efek ketika malam hari dengan dinyalakannya lampu terang agar binatang tersebut tidur.

Kondisi iklim pun dapat dibangun menyesuaikan lingkungan yang ekstrem. Misalnya habitat pinguin dan beruang kutub yang berada di kutub es.

Selain itu, konsep pembangunan kandangnya memang disesuaikan dengan kebutuhan luas dan ketinggian penghuninya seperti burung agar mereka dapat betah seperti di alam liar.

Tipe kebun binatang, yaitu:

3.1 Taman Safari

Konsep Taman Safari adalah kebun binatang dengan luas lahan luar ruangan yang sangat luas, dimana pengunjung dapat meihat koleksi hewan lebih dekat.

3.2 Aquaria

Aquaria merupakan konsep taman satwa air, di dalamnya menampilkan hewan-hewan yang hidup di air.

3.3 Kebun Binatang Pinggir Jalan

Taman satwa pinggir jalan adalah arena rekreasi dengan menunjukkan hewan koleksi hewan dalam jumlah yang sedikit dan biasa disebut dengan sirkus.

3.4 Taman Hewan

Taman hewan adalah gabungan dari taman bermain dan kebun binatang dengan tujuan hiburan dan komersial yang diisi oleh atraksi dari para koleksi hewannya.

3.5 Petting Zoo

Petting Zoo dikenal pula dengan sebutan peternakan atau kebun binatang bagi anak-anak.

Koleksi hewan yang dimiliki sebagian besar merupakan hewan domestik dengan beberapa spesies liar yang jinak.

4. Fungsi

Fungsi dan tujuan kebun binatang tidak boleh hanya semata berorientasi pada bisnis atau keuntungan semata berupa uang. Walaupun hal ini mampu menjadi aset yang menghasilkan pendapatan asli daerah (PAD) yang sangat tinggi atas kunjungan masyarakat di kebun binatang.

Namun, harus menyeluruh baik material maupun moral sehingga akan terungkap hasil keuntungan yang tak ternilai harganya. Nilai-nilai tersebut diantaranya:

4.1 Fungsi Rekreasi

Kebun binatang dapat menjadi tempat rekreasi keluarga yang menjamin karena memiliki potensi pada sektor pariwisata cukup besar untuk dikembangkan menjadi tujuan wisata.

Tentunya, dengan rekreasi akan menghilangkan kejenuhan dan kelelahan, menjaga kestabilan aktivitas kerja dengan memulihkan kembali kebugaran jasmani dan rohani pengunjung termasuk mendapatkan perasaan bebas, motivasi intrinsik, kenikmatan, dan relaksasi.

Rekreasi ini didukung dengan aktivitas kebun binatang yang orientasi, pengamatan obyek, pergerakan, istirahat, dan bermain.

Tolak ukur perkembangan pariwisata adalah pertumbuhan jumlah kunjungan wisatawan.

Belajar sambil bermain merupakan metode pembelajaran yang baik karena sifatnya menarik dan rekreatif/ menghibur.

Fungsi rekreasi sangat ditunjang oleh fasilitas bangunan yang tersedia, ini lebih merujuk terhadap kenyamanan pengunjung (berbagai usia dan kategori).

Adapun fasilitas yang diberikan oleh kebun binatang untuk menunjang rekreasi ini adalah kolam berenang dan taman bermain anak.

Kegiatan rekreasi mencakup area ibadah, playground, outbond, dan restoran.

Selain itu, yang menjadi faktor kepuasan pengunjung adalah pelayanan, harga, keanekaragaman binatang, keanekaragaman tumbuhan, dan keanekaragaman hiburan lain.