Kawah Ijen, Pesona Api Biru yang Memukau

Diposting pada
Tiket Wisatawan Domestik
Weekday5 000 IDR
Weekend7 500 IDR
Tiket Wisatawan Mancanegara
Weekday100 000 IDR
Weekend150 000 IDR
Tiket Tambahan
Kamera Video atau Film Komersil10 000 000 IDR
Handycam1 000 000 IDR
Kamera biasa250 000 IDR

Terdapat juga fasilitas lain yang bisa anda sewa sebagai perlengkapan, seperti senter dan lain-lain di pos Paltuding.

 

Destinasi Wisata di Kawah Ijen

Taman Wisata Alam Kawah Ijen termasuk dalam Cagar Biosfer Blambangan yang memiliki luas kawasan 678.947 hektare. Di Cagar Biosfer Blambangan terdapat tiga taman nasional, yaitu Taman Nasional Alas Purwo, Taman Nasional Baluran, dan Taman Nasional Meru Betiri, serta satu Cagar Alam Kawah Ijen.

Jadi jika berkunjung ke Kawah Ijen sangat disayangkan jika tidak mengunjungi tempat lainnya yang masih termasuk dalam Cagar Biosfer Blambangan.

1. Pesona Api Biru

Blue Fire di Kawah Ijen

Banyak wisatawan yang berkunjung ke Taman Wisata Alam Kawah Ijen karena penasaran untuk melihat pesona dari blue fire atau kobaran api biru Kawah Ijen. Fenomena ini adalah fenomena langka dan hanya ada dua di dunia, salah satunya di Kawah Ijen ini. Blue fire hanya bisa dilihat ketika malam hari.

Untuk melihat blue fire, para pendaki harus merelakan untuk mendaki saat dini hari. Waktu terbaik untuk memulai pendakian menuju Kawah Ijen biasanya pukul 01.00 WIB pagi. Namun jika cuaca di puncak sedang tidak baik, para pendaki dilarang untuk memulai pendakian sampai cuaca di atas sudah kembali normal.

Blue fire yang berada di Kawah Ijen ini berasal dari gas sulfur atau belerang yang dikeluarkan oleh Kawah Ijen. Umumnya warna pendaran dari gunung api berwarna merah atau jingga akibat lava dari perut bumi. Pendaran di Kawah Ijen bukan diakibatkan oleh lava panas melainkan gas belerang dengan kualitas tinggi dengan tekanan dan suhu yang juga tinggi mencapai 600 derajat celsius. Oksigen yang ada di udara kemudian terpantik oleh panas lava sehingga menghasilkan api berwarna biru.

2. Taman Nasional Alas Purwo

Pantai Triangulasi, Taman Nasional Alas Purwo

 

Taman Nasional Alas Purwo berada sejauh 47.6 kilometer dari Kawah Ijen. Taman Nasional Alas Purwo memiliki kawasan seluas 43.420 hektare dan berada pada ketinggian 322 meter di atas permukaan laut. Nama Alas Purwo memiliki arti hutan pertama dan hutan tertua di pulau Jawa. Penduduk Banyuwangi memandang tempat ini angker dan sangat keramat karena dipandang sebagai situs penciptaan pertama bumi.

Kawasan hutan di Taman Nasional Alas Purwo menjadi salah satu perwakilan ekosistem hutan hujan dataran rendah yang ada di Pulau Jawa. Kawasan ini memiliki enam ekosistem, yaitu hutan bambu, hutan pantai, hutan mangrove, hutan alam, hutan tanaman, dan padang rumput. Hutan yang paling mendominasi adalah hutan bambu yang seluas 40% dari kawasannya.

Taman Nasional Alas Purwo memiliki beragam flora dan fauna yang tinggal di dalamnya. Terdapat 13 jenis bambu dan 580 jenis tumbuhan yang terdiri dari rumput, herba, semak, liana, dan pepohonan. Fauna yang ada di Taman Nasional Alas Purwo juga beragam mulai dari kelas mamalia, aves, dan herpetofauna. Ditemukan 50 jenis mamalia hidup di Alas Purwo. Jika beruntung, anda bisa melihat hewan-hewan tersebut berkeliaran secara bebas di pinggiran jalan kompleks Alas Purwo.

3. Taman Nasional Baluran

Suasana Malam di TN Baluran

Taman Nasional Baluran terletak sejauh 78,4 kilometer dari Kawah Ijen. Taman nasional ini memiliki luas area sekitar 25.000 hektar. Yang menarik dari Taman Nasional Baluran ini adalah hamparan padang rumputĀ  yang luasnya mencapai sepertiga dari luas keseluruhan taman nasional yaitu 10.000 hektar. Savana di Taman Nasional Baluran ini adalah savana terluas yang dimiliki pulau jawa.

Savana ini sangat mirip dengan savana yang berada di benua Afrika. Rumput yang terbentang luas, terdapat satu atau dua pohon dengan batang mekar terlihat di atasnya, dan yang paling menyejukan mata adalah background Gunung Baluran yang terlihat mulai dari pangkal sampai puncaknya.

Taman ini melindungi hewan-hewan padang rumput seperti Banteng, Kerbau, Rusa, dan sebagainya. Bahkan kadang anda bisa melihat mereka berkeliaran di atas padang rumput. Oleh karena itulah Taman Nasional Baluran dijuluki sebagai Africa van Java.