Kadal Langka Ditemukan Kembali di Sekitar Danau Toba Setelah Menghilang 129 Tahun

Diposting pada
Nose Horned Lizard
Nose Horned Lizard

Kadal paling langka di dunia kembali ditemukan di Danau Toba Sumatera Utara.

Padahal kadal jenis ini sudah sangat jarang ditemukan bahkan sudah dianggap punah karena menghilang selama 129 tahun lamanya.

Kadal ini dideskripsikan dengan nama Kadal Berhidung Tanduk atau Nose Horned Lizard atau Harpesaurus mogigliani vinciguerra dan pertama kali ditemukan pada tahun 1891.

Sejak saat itu tidak pernah ditemukan lagi sehingga muncullah dugaan dari para ahli bahwa kadal ini sudah punah.

Kadal langka yang bentuknya sedikit unik ini ditemukan oleh tim gabungan peneliti asal Indonesia dan internasional saat melakukan pencarian di Danau Toba pada tahun 2018 lalu.

Tim gabungan tersebut antara lain A. A Thasun Amarasinghe (pakar taksonomi herpert dari Research Center for Climate Change Universitas Indonesia atau RCCC UI), Desy Hikmatullah, Janjaap Brinkman, Ivan Ineich, Ulrich Manthey, dan Chairunnas Adha Putra (seorang ornhitologi dan herpetology).

Menurut Thasun, Kadal Berhidung Tanduk pertama kali dilihat oleh Chairunnas Adha Putra. Kadal jenis ini termasuk dalam genus Harpesaurus yang hidup endemik di Indonesia. Hewan yang hidup endemik berarti hanya bisa ditemukan di satu tempat yang tidak bisa ditemukan di tempat lain.

Kadal Berhidung Tanduk ditemukan oleh para peneliti saat ia sedang tidur di sebuah cabang pohon yang rendah.

Selain H. modigliani Vinciguerra yang ada di Sumatera, Harpesaurus terdiri dari 6 spesies yaitu H. brooksi, H.becarii, H. ensicuda Werner di Pulau Nias, H. borneensis di Kalimantan, dan H. tricintus di Pulau Jawa.

Hidung runcing bertanduk (sciencenews.org)
Hidung runcing bertanduk (sciencenews.org)

Berbeda dari kerabatnya yang lain, H. Modigliani mempunyai ciri khas yang sangat menonjol yaitu hidung runcing dan tipis mirip seperti tanduk.

Selain itu, ciri yang menjadi pembeda antara kadal jenis ini dengan kadal lain adalah pangkal ekornya yang menggembung serta sisik pada bagian post cloacal yang kecil, halus, dan runcing.

Sedangkan sisik ventral yang ada pada ekornya mempunyai bentuk yang membesar dengan warna sangat pudar.

Diharapkan agar pemerintah setempat bisa memberikan perlindungan atau proteksi untuk kadal langka ini supaya tidak terjadi kepunahan.

Referensi:

https://www.kompas.com/sains/read/2020/05/27/090300223/seri-hewan-nusantara-129-tahun-hilang-kadal-ini-ditemukan-di-danau-toba?page=all#:~:text=Ini%20adalah%20kadal%20yang%20dideskripsikan,dideskripsikan%20oleh%20ilmuwan%20pada%201933.

https://www.goodnewsfromindonesia.id/2020/06/05/hampir-1-5-abad-menghilang-kadal-aneh-ini-kadal-ini-muncul-lagi-di-danau-toba

Editor:
Mega Dinda Larasati