Hutan Produksi: Pengertian, Jenis, Sebaran, dan Peraturan

Diposting pada

Seperti namanya, hutan produksi memiliki fungsi pokok sebagi penghasil produk hutan (hasil hutan). Berikut ini hasil hutan yang dihasilkan oleh hutan yang memiliki fungsi utama untuk produksi:

8.1 Kayu

Kayu merupakan hasil hutan produksi yang paling dominan dibandingkan jenis hasil hutan lainnya. Kayu yang berasal dari hutan biasanya dimanfaatkan sebagi bahan baku kertas dalam bentuk pulp kayu, bahan baku bangunan dan lain sebagainya.

Jenis-jenis kayu yang dihasilkan dari hutan produksi  tentunya termasuk ke dalam jenis kayu komersial dan tidak termasuk ke dalam kategori langka.

Jenis kayu hasil dari hutan produksi meliputi kayu jati, kayu jabon, kayu sengon, kayu meranti, kayu pinus, kayu eboni, kayu mahoni, kayu akasia, dan lain sebagainya.

8.2 Hasil Hutan Non Kayu

Selain hasil hutan kayu, hutan yang memiliki fungsi utama produksi juga menghasilkan Hasil Hutan Bukan Kayu (HHBK) atau sering disebut Hasil Hutan Non Kayu (HHNK).

Hasil Hutan Bukan Kayu (HHBK) merupakan hasil hutan hayati baik nabati maupun hewani beserta produk turunannya dan budidaya kecuali kayu yang berasal dari hutan. Hasil hutan bukan kayu (HHBK) merupakan sumber daya alam yang sangat melimpah dan memiliki prospek yang sangat baik untuk dikembangkan menjadi produk hasil hutan andalan.

Jenis-jenis Hasil Hutan Bukan Kayu (HHBK) meliputi rotan, getah damar (kopal), getah pinus (resin), bambu, buah-buahan, sagu, madu, nipah, dan lain sebagainya.

8.3 Pemanfaatan Kawasan

Pemanfaatan kawasan di areal hutan ini dapat berupa:

  1. Bududaya tanaman obat
  2. Budidaya tanaman hias
  3. Budidaya janur
  4. Bududaya lebah
  5. Budidaya ulat sutera
  6. Penangkaran satwa
  7. Budidaya sarang burung wallet
  8. Budidaya hijauan makanan ternak

8.4 Pemanfaatan Jasa Lingkungan

Pemanfaatan jasa lingkungan merupakan kegiatan untuk memanfaatkan potensi jasa lingkungan dengan tidak merusak lingkungan dan mengurangi fungsi utamanya.

Pemanfaatan jasa lingkungan di areal Hutan Produksi meliputi:

  1. Pemanfaatan aliran air
  2. Pemanfaatan air
  3. Wisata alam
  4. Perlindungan keanekaragaman hayati
  5. Penyelamatan dan perlindungan lingkungan
  6. Penyerapan dan atau penyimpan karbon

 

Referensi:

Nurtjahjawilasa, Duryat K, Yasman I, Seotiani Y, Lasmini. 2013. Konsep dan Kebijakan Pengelolaan Hutan Produksi Lestari dan Implemantasinya. Jakarta (ID): Natural Resources Development Center.
Undang-undang No 41 Tahun 1999 Tentang Kehutanan

Risnandar C. 2017. Hutan Produksi. Jurnal Bumi

Peraturan Pemerintah Nomor 104 Tahun 2015 tentang Tata Cara Perubahan Peruntukan dan Fungsi Kawasan Hutan

Peraturan Menteri Kehutanan Republik Indonesia Nomor P.47/Menhut-II/2013 tentang Pedoman, Kriteria dan Standar Pemanfaatan Hutan di Wilayah Tertentu pada Kesatuan Pengelolaan Hutan Lindung dan Kesatuan Pengelolaan Hutan Produksi

https://www.korindo.co.id