Hutan Produksi: Pengertian, Jenis, Sebaran, dan Peraturan

Diposting pada

6. Pengelolaan Hutan Produksi Lestari (PHPL)

Sertifikator Kehutanan

Pengelolaan Hutan Produksi Lestari (PHPL) merupakan skema sertifikasi hutan untuk memastikan bahwa Unit Manajemen Hutan telah melakukan pengelolaan hutan fungsi produksi secara lestari dan menghasilkan kayu yang legal.

Aspek pokok dalam Pengelolaan Hutan Produksi Lestari (PHPL) adalah (Nurtjahjawilasa et al. 2013):

1. Aspek kepastian dan keamanan sumber daya hutan

  1. Kemantapan dan kepastian hukum
  2. Perencanaan pengelolaan yang disahkan
  3. Pengendalian pelaksanaan secara operasional yang disahkan
  4. Penetapan dan penataan kawasan dengan pemancangan tata batas yang jelas dan dikukuhkan secara hukum

2. Aspek kesinambungan produksi

Penetapan sistem silvikultur harus tepat atau sesuai dengan kondisi hutan yang bersangkutan sehingga kelangsungan produksi kayu dari suatu kawasan HPH berjalan dengan baik dan lestari.

3. Aspek konservasi flora fauna dan keanekaragaman hayati serta berbagai lini fungsi hutan bagi lingkungan

Kegiatan atau program konservasi harus dilakukan dengan tujuan penyediaan plasma nutfah, zona penyangga antara hutan produksi dengan hutan lindung atau hutan konservasi, inventarisasi flora fauna yang dilindungi serta usaha pencegahan perburuan binatang yang dilindungi, pencegahan penebangan pohon yang dilindungi, pencegahan kebakaran, dan perlindungan sungai, mata air, pantai dan areal perlindungan lain.

4. Aspek manfaat ekonomi bagi pembangunana bangsa dan partisipasi masyarakat

Beberapa aspek yang menyangkut sumber daya manusia:

  1. Profesionalisme tenaga kerja
  2. Kesejahteraan karyawan
  3. Pendidikan dan kesehatan anggota masyarakat sekitar hutan
  4. Aspek kelembagaan

Berbagai usaha yang dilakukan dalam pemenuhan tenaga teknis masih perlu dipacu agar aspek kelembagaan dapat mendukung pelaksanaan pengelolaan hutan secara lestari.

Lembaga yang melakukan penilaian pengelolaan hutan fungsi produksi lestari disebut Lembaga Penilai Pengelolaan Hutan Produksi Lestari (LPPHPL). Lembaga yang bertugas melalukan penilaian pengelolaan hutan produksi lestari harus diakreditasi oleh Komite Akreditasi Nasional (KAN). Terdapat beberapa LPPHPL misalnya Lembaga Ekolabel Indonesia (LEI) dan Forest Stewardship Council (FSC).

7. SIPUHH Online

Kegiatan SIPUHH Online

Sistem Informasi Penatausahaan Hasil Hutan (SIPUHH) merupakan serangkaian perangkat dan prosedur elektronik yang berfungsi mempersiapkan, mengumpulkan, mengolah, menganalisis, menyimpan, menampilkan, mengumumkan, mengirimkan, dan menyebarkan informasi penatausahaan hasil hutan kayu.

Terdapat beberapa kelebihan penatausahaan hutan dengan menggunakan SIPUHH Online di antaranya:

  1. Dapat diakses pada tingkat Pusat, Provinsi, Kabupaten dan pada tingkat Unit Manajemen
  2. Kewenangan penerbitan dokumen Surat Keterangan Sah Kayu Bulat (SKSKB) secara Self Assessment oleh petugas penerbit SKSKB setelah dilunasi PSDH/DR
  3. Pengesahan LHP secara mendiri apabila dalam jangka waktu 2 x 24 jam P2LHP tidak memproses urusan pengesahan LHP

Upaya Direktorat Jenderal dalam mengembangkan sistem serta memfasilitasi penyediaan sarana/prasarana dan sumberdaya manusia serta kelembagaan meliputi:

  1. Pusat: Administrator dan operator pada Direktorat Jenderal
  2. Dinas Provinsi: Operator pada Dinas Provinsi
  3. KPH: Operator pada KPH
  4. UPT Pusat di daerah: Operator pada balai
  5. Pemegang Izin: Operator pada IUPHHK

8. Produk Hasil Hutan Produksi

Hasil Hutan Kayu

Seperti namanya, hutan produksi memiliki fungsi pokok sebagi penghasil produk hutan (hasil hutan). Berikut ini hasil hutan yang dihasilkan oleh hutan yang memiliki fungsi utama untuk produksi:

8.1 Kayu

Kayu merupakan hasil hutan produksi yang paling dominan dibandingkan jenis hasil hutan lainnya. Kayu yang berasal dari hutan biasanya dimanfaatkan sebagi bahan baku kertas dalam bentuk pulp kayu, bahan baku bangunan dan lain sebagainya.

Jenis-jenis kayu yang dihasilkan dari hutan produksiĀ  tentunya termasuk ke dalam jenis kayu komersial dan tidak termasuk ke dalam kategori langka.

Jenis kayu hasil dari hutan produksi meliputi kayu jati, kayu jabon, kayu sengon, kayu meranti, kayu pinus, kayu eboni, kayu mahoni, kayu akasia, dan lain sebagainya.