Hutan Produksi: Pengertian, Jenis, Sebaran, dan Peraturan

Diposting pada

4. Peraturan yang Berkaitan dengan Hutan Produksi

Peraturan Perundangan

Beberapa peraturan yang berkaitan dengan hutan yang memiliki fungsi produksi meliputi:

  1. Undang-undang Nomor 41 Tahun 1999 tentang Kehutanan.
  2. Peraturan Pemeritah Republik Indonesia Nomor 3 Tahun 2008 tentang Perubahan Atas Peraturan Pemerintah Nomor 6 Tahun 2007 tentang Tata Hutan dan Penyususnan Rencana Pengelolaan Hutan serta Pemanfaatan Hutan.
  3. Peraturan Menteri Kehutanan Republik Indonesia Nomor P.50/Menhut-II/2009 Tentang Penegasan Status dan Fungsi Kawasan Hutan.
  4. Peraturan Menteri Kehutanan Nomor P.50/Menhut-II/2010 tentang Tata Cara Pemberian dan Perluasan Areal Kerja Izin Usaha Pemanfaatan Hasil Hutan Kayu (IUPHHK) dalam Hutan Alam, IUPHHK Restorasi Ekosistem atau IUPHHK Tanaman Industri pada Hutan Produksi.
  5. Peraturan Direktur Jendral Bina Usaha Kehutanan Nomor P.8/VI-BPPHH/2011 tentang Standar dan Pedoman Pelaksanaan Penilaian Kinerja Pengelolaan Hutan Produksi Lestari (PHPL) dan Verifikasi Legalitas Kayu (VLK).
  6. Peraturan Menteri Kehutanan Republik Indonesia Nomor P.47/Menhut-II/2013 tentang Pedoman, Kriteria dan Standar Pemanfaatan Hutan di Wilayah Tertentu pada Kesatuan Pengelolaan Hutan Lindung dan Kesatuan Pengelolaan Hutan Produksi.
  7. Peraturan Pemerintah Nomor 104 Tahun 2015 tentang Tata Cara Perubahan Peruntukan dan Fungsi Kawasan Hutan.
  8. Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Republik Indonesia Nomor P.45/Menlhk-Setjen/2015 tentang Integrasi Sistem Informasi Pengelolaan Hutan Produksi Lestari.
  9. Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan RI Nomor P.42/Menlhk-Setjen/2015 tentang Penatausahaan Hasil Hutan Kayu yang Berasal dari Hutan Tanaman pada Hutan Produksi.
  10. Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Republik Indonesia Nomor P.30/Menlhk/Setjen/PHPL.3/3/2016 tentang Penilaian Kinerja Pengelolaan Hutan Produksi Lestari dan Verifikasi Legalitas Kayu pada Pemegang Izin, Hak Pengelolaan, atau pada Hutan Hak.

5. Perusahaan-Perusahaan Besar Pemegang Izin di Kawasan Hutan Produksi

Sinarmas Forestry

Berikut ini beberapa perusahaan besar pemegang izin di Kawasan Hutan Produksi:

5.1 Sinarmas Group

Sinarmas Group merupakan perusahaan konglomerat terbesar di Indonesia yang didirikan pada tahun 1962 oleh Eka Tjipta Widjaja.

Berbagai bisnis yang dijalankan oleh Sinarmas Group antara lain:

1. Pulp & Paper

Asia Pulp & Paper merupakan sebuah trade nama yang menaungi perusahaan-perusahaan penghasil pulp dan kertas Sinarmas. Hasil produknya memiliki brand sinar dunia, paperline gold, bola dunia, office print, tissue paseo dan lain sebagainya.

2. Agribisnis & Makanan

Sinarmas mengoperasikan bisnis Agribisnis & Makanan melalui Golden Afri-Resources Ltd (GAR) yang terdaftar di Singapore Excharge. Salah satu cabang dari GAR adalah Sinar Mas Agro Resources and Technology (PT SMART Tbk) yang berada di Singapura.  Melalui PT SMART Tbk ini, Sinarmas tercatat sebagai salah satu konglomerasi perkebunan minyak kelapa sawit terbesar dan terluas di Indonesia.

3. Jasa keuangan

Sinar Mas Multiartha Tbk menyediakan beragam jasa keuangan seperti asuransi jiwa dan non jiwa, layanan perbankan dan pasar modal.

4. Telekomunikasi

Smart Telecom merupakan anak perusahaan sinarmas yang bergerak di bidang telekomunikasi seluler. PT Smartfren Telecom Tbk merupakan penyedia layanan telekomunikasi yang menggunakan teknologi 4G LTE.

5. Developer dan Real Estate

Duta Pertiwi merupakan salah satu unit usaha Sinar Mas Developer and Real Estate yang mengerjakan sejumlah proyek  berupa apartemen, hotel, perumahan, pusat perbelanjaan, perkantoran dan ruko.

6. Energi dan Infrastruktur

Sinarmas Energy and Mining merupakan anak perusahaan Sinarmas yang bergerak di bidang pertambangan batubara.

5.2 Korindo Group

Korindo (Korea – Indonesia) merupakan sebuah perusahaan Indonesia yang didirikan pada tahun 1969 dengan fokus utama pengembangan hardwood. Pada tahun 1979 fokus utama Korindo beralih ke plywood/veneer, kertas koran pada tahun 1984, perkebunan kayu pada tahun 1993 dan perkebunan kelapa sawit pada tahun 1995.

Bisnis Korindo Group antara lain:

  1. Perkebunan (kayu, kelapa sawit, dan karet)
  2. Produk kertas dan kehutanan
  3. Kontruksi & industri berat (wind tower, pabrik dan struktur baja serta kendaraan peruntukan khusus)
  4. Logistik (Pelayaran, transportasi dan pusat distribusi)
  5. Layanan Finansial (Sekuritas, Multi-finansial, dan Asuransi)
  6. Real Estat (Tempat tinggal)

Divisi Plywood Korindo merupakan salah satu divisi di Korindo yang berhasil mengekspor 98% hasil produksinya ke luar negeri di antaranya Eropa, Jepang, Timur Tengah, dan India. Produk-produk yang dihasilkan antara lain Film-Faced Plywood (FFP), Urethane Coated Plywood (UCP), Container Flooring Plywood (CFP), Floor Bases (FB), dan Oridinary Plywood (OP).

Divisi kertas Korindo merupakan salah satu produsen kertas koran terbesar di Asia Tenggara. Divisi ini bekerja sama dengan berbagai perusahaan yang memproduksi tabloid, makalah, buku telepon, buku pelajaran, dan lain sebagainya.

Korindo dikenal atas keberhasilannya menjadi pemasok kertas koran domestik serta mampu melakukan pembaruan dalam industri kertas koran yang sebelumnya sangat bergantung pada produksi kertas koran impor.