Hutan Konservasi: Pengertian, Fungsi, Jenis, dan Peraturan

Diposting pada

6. Masalah Pengelolaan Hutan Konservasi di Indonesia

Konservasi tidak jauh kaitannya dengan kerusakan. Kerusakan hutan inilah yang menyebabkan adanya tindakan konservasi hingga saat ini. Laju kerusakan hutan semakin lama semakin besar. Data statistik tahun 2000 menyatakan bahwa laju kerusakan hutan di Indonesia saat itu adalah dua juta hektare lahan pertahun dan menjadi suatu hal yang memalukan karena pada kala itu Guinness Book of World Records memberikan predikat sebagai negara tropis dengan laju deforestasi atau kerusakan hutan terparah dan terburuk di dunia.

Semakin banyaknya hutan yang rusak maka habitat bagi flora dan fauna di dalamnya semakin menghilang. Satwa yang kehilangan habitatnya akan mencari tempat baru untuk dijadikan tempat tinggal yang kerap tidak sesuai dengan kebutuhan mereka. Jika mereka tidak bisa bertahan dan beradaptasi dengan tempat baru itu maka tidak lama setelah mereka kehilangan habitat aslinya akan terancam kematian juga kepunahan.

Masalah yang kini melanda hutan konservasi Indonesia adalah kurang ketatnya penjagaan terhadap kawasan hutan konservasi oleh pemerintah. Hal ini juga diperparah dengan adanya keterlanjuran perambahan hutan yang terjadi sebelum dikukuhkannya kawasan hutan konservasi atau sesudah diangkatnya hutan konservasi.

Perambahan hutan sendiri adalah tindakan orang atau sekelompok orang yang memasuki hutan dan tinggal di hutan untuk memenuhi kebutuhan hidupnya dengan memanfaatkan sumberdaya dan potensi yang terdapat di dalamnya.

Persoalan perambahan hutan saat ini belum diselesaikan secara tuntas. Perambahan terus terjadi karena dibiarkan berkembang di dalamnya. Di samping itu, permasalahan pemburuan dan perdagangan tumbuhan dan satwa secara ilegal juga terus merajalela. Banyak upaya yang telah dilakukan pemerintah untuk mengendalikannya, namun tetap saja permasalahan tersebut belum tuntas.

Kekayaan hutan Indonesia, mencakup keanekaragaman flora, fauna, dan ekosistem hutan yang sangat tinggi, serta kemampuan hutan dalam menyerap dan menyimpan karbon untuk mengendalikan kandungan karbon dalam atmosfer bumi akan sangat berguna dalam upaya untuk mempertahankan kualitas lingkungan hidup yang dalam satu sampai dua dekade terakhir ini mengalami penurunan kualitas yang dangat signifikan akibat terjadinya perubahan iklim di dunia. Seluruh kekayaan ini tidak saja bermanfaat bagi Indonesia, akan tetapi juga bagi seluruh umat manusia dan seluruh kehidupan di muka bumi ini. Maka dari itu perlu adanya kesadaran dari masyarakat tentang pentingnya melindungi dan menjaga apa yang telah tersisa saat ini.

 

Referensi:

Suhendang E. 2013. Pengantar Ilmu Kehutanan. Bogor (ID): PT Penerbit IPB Press.

UU No. 5 Tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya.