Hutan Hujan Tropis: Pengertian, Ciri, Sebaran, Manfaat, dan Keadaannya

Diposting pada

3.1 Hutan Hujan Tropis di Amerika Selatan

Hutan hujan tropis terbesar di dunia terletak di Amerika Selatan. Hampir setengah dari luas hutan hujan dunia terletak di daerah ini. Blok hutan ini biasa disebut juga neotropics, secara harfiah memiliki arti hutan tropis baru.

Hutan ini tersebar di sepanjang sungai Onoroco dan sungai Amazon. Basin atau Daerah Aliran Sungai (DAS) sungai Onoroco terletak di Venezuela dan bagian timur Kolombia, sedangkan basin sungai Amazon terletak di bagian utara dan tengah Brasil.

Selain itu, terpisah dari blok di atas, terdapat juga hutan hujan yang berada di bagian selatan Mexico yang memanjang sampai ke Guatemala, Panama, Costa Rica, hingga Ekuador dan juga kepulauan Karibia.

3.2 Hutan Hujan Tropis di Afrika

Blok hutan hujan tropis terbesar kedua terletak di Afrika yaitu di sekitar sungai Kongo. Setengah kawasannya termasuk ke dalam wilayah negara Republik Demokratik Kongo (dulunya bernama Zaire) dan sisanya tersebar di Republik Kongo, Gabon, dan Kamerun.

Agak sedikit terpisah dari bagian blok utama, ada beberapa bagian hutan tropis di bagian barat Afrika yang wilayahnya meliputi Pantai Gading, Ghana, Liberia hingga sampai ke bagian timur Sierra Leone. Blok utama di Afrika Tengah dengan blok di Afrika Barat terpisah sejauh 300 km.

3.3 Asia

Blok hutan hujan tropis terbesar ketiga terletak di Semenanjung Malaya dan Indonesia. Di Indonesia hutan hujan tersebar hampir di setiap pulau besar, seperti Sumatera, Jawa, Kalimantan, dan Sulawesi.

Selain itu, juga ditemukan di beberapa wilayah di Filipina. Di Semenanjung Malaya, hutan hujan tropis meliputi wilayah Malaysia, Thailand, Kamboja, Vietnam, Laos dan Myanmar.

Sebagian kecil lagi di temukan di Tiongkok bagian selatan dan Taiwan. Kemudian, terdapat juga di wilayah Asia Selatan, seperti Sri langka, India dan Pakistan.

3.4 Madagaskar

Blok yang ke empat terdapat di pulau Madagaskar. Sebenarnya iklim di Madagaskar cenderung kering, sehingga hutan hujan tropis hanya dapat ditemukan di sebagian kecil wilayah pulau tersebut.

Hutan hujan di Madagaskar dapat dijumpai pada sisi timur yang membentang dari utara ke selatan sepanjang 120 km. Hutan Madagaskar dikenal memiliki keunikan tersendiri, yaitu seperti pulau yang terisolasi dari dunia lain, memiliki flora dan faunanya yang khas yang tidak ditemukan di tempat-tempat lainnya.

3.5 Papua Nugini dan Australia

Blok hutan hujan tropis yang berada di pulau Papua dapat dikatakan memiliki karakteristik flora dan fauna yang berbeda dengan blok Asia Tenggara. Pulau Papua terbagi menjadi dua wilayah. Bagian barat pulau Papua termasuk ke dalam bagian negara Indonesia dan bagian timur menjadi bagian negara Papua Nugini.

Selain itu, dalam konsentrasi yang lebih kecil juga terdapat hutan hujan tropis yang ada di bagian utara Australia meliputi Cooktown dan Townsville yang memiliki karakteristik hampir sama dengan hutan di Papua.

4. Manfaat

Hutan hujan tropis memberikan banyak manfaat baik dari segi ekonomi, sosial, maupun ekologi. Hasil hutan dibedakan menjadi dua yaitu hasil hutan kayu dan hasil hutan non kayu. Produksi dari hasil hutan tersebut sangat berperan penting untuk menunjang kehidupan terlebih dalam sektor ekonomi.

Permintaan pasar akan kayu saat ini kian meningkat. Kayu biasanya digunakan untuk produksi mebel, komposit, ataupun dapat dijual dalam bentuk log. Sifat, motif maupun corak memberikan daya tarik tersendiri terhadap pemilihan kayu sehingga penggunaan kayu sulit untuk disubstitusi dengan bahan sintetis lainya.

Hasil hutan non kayu meliputi produk dari hutan selain kayu. Produk tersebut dapat berupa bahan padat maupun cair. Contoh dari produk hasil hutan non kayu meliputi hewan buruan, minyak atsiri, resin, getah, tumbuhan obat, tumbuhan paku, madu, dan tumbuhan serta hewan yang bermanfaat lainnya.

Selain manfaat ekonomi, terdapat pula manfaat sosial dari keberadaan hutan hujan tropis. Manfaat sosial hutan sangat dirasakan terutama bagi masyarakat yang tinggal di sekitar hutan. Terlebih lagi dengan adanya perhutanan sosial yang sangat berdampak bagi kehidupan masyarakat.

Hutan sosial tidak hanya mementingkan manfaat pada satu sisi, melainkan dengan adanya hutan sosial ini, interaksi antara masyarakat dengan hutan ditumbuhkan melalui rasa peduli. Masyarakat tidak hanya mendapat manfaat dari hutan, namun juga harus memperhatikan keseimbangan ekologinya.

Manfaat dari segi ekologi melputi manfaat klimatis, edafis, maupun hidrologis. Manfaat klimatis diperoleh dari sisi jasa lingkungan yang diberikan oleh hutan. Sebagai penghasil oksigen, hutan sangat berperan dalam keseimbangan iklim di atmosfer. Hutan dinilai mampu mengurangi laju emisi karbon di atmosfer sehingga dampak dari pemanasan global dapat diminimalisir dengan keberadaan hutan.

Kesuburan tanah dan ketersediaan zat hara merupakan manfaat dari segi edafis. Di dalam hutan terjadi siklus materi yang terus berlanjut. Pohon hidup yang memanfaatkan zat hara dari tanah dapat ditopang penguraian serasah dan mineral oleh dekomposer. Siklus tersebut terus berlangsung sehingga zat hara tanah dapat terus tercukupi.

Teralirinya sumur-sumur maupun sumber mata air merupakan manfaat hidrologis dari hutan. Akar tumbuhan hutan yang menyebar dapat menyerap dan menyimpan air di dalam tanah. Selain manfaatnya bagi manusia, satwa juga memperoleh manfaat dari keberadaan hutan. Sumber pakan, habibat satwa, dan tempat berkembang biak, satwa ada di dalam hutan. Proses adaptasi yang mendukung semua komponen tersebut memungkinkan satwa dapat tumbuh dan berkembang dengan baik di dalam hutan.