Gajah Sumatera: Taksonomi, Morfologi, Habitat, dan Upaya Konservasi

Diposting pada

9. Menghindari dan Mencegah Konflik Gajah

Konflik yang terjadi antara manusia dan gajah sering kali tidak terelakkan. Hal ini terjadi lantaran manusia menginginkan daerah yang serupa dengan habitat gajah. Akhirnya konflik yang terjadi di wilayah pemukiman atau perkebunan dan pertanian.

Hidup bersebelahan dengan gajah memang bukan hal yang mudah. Tak jarang Anda akan menjumpai kawanan gajah yang melintas, atau memakan berbagai hasil kebun Anda. Namun ada beberapa kiat sederhana yang bisa Anda lakukan untuk menghindari dan mencegah konflik gajah.

Hal pertama yang perlu Anda perhatikan untuk menghindari konflik dengan gajah adalah tidak membeli lahan yang dekat dengan habitat gajah, atau dilewati oleh jalur pergerakan gajah. Jika sudah terlanjur, Anda sebaiknya menghitung resiko kerugian dan kerusakan yang bisa diderita akibat gajah.

Hal lain yang bisa Anda lakukan adalah dengan membersihkan secara rutin rumah dan pekarangan Anda dari semak belukar. Gajah menyukai tempat teduh, terutama belukar. Jaga selalu lahan Anda, dan tidak memelihara hewan seperti Anjing untuk menjaga, karena gajah cenderung mengejar hewan yang berteriak padanya.

Untuk mengurangi konflik dengan gajah, Anda bisa melakukannya dengan membangun menara pengawas, dan parit di sekitar kebun atau menara tersebut. Bangun pagar berduri, atau dengan tegangan listrik sebagai pelengkap.

Selain itu, Anda juga bisa menyalakan lampu minyak tanah di sekeliling kawasan yang membuat gajah berasumsi kalau ada manusia yang tinggal di kawasan tersebut. Anda juga bisa membakar campuran cabe, gemuk, dan kotoran gajah untuk mengusirnya dengan wewangian tersebut, serta menggunakan suara mercon dengan jarak yang aman agar gajah tidak terluka.

~

Menjaga habitat dan populasi gajah Sumatera merupakan langkah yang harus dilakukan jika ingin menghindarkan spesies ini dari kepunahan. Keberadaan gajah ini terbilang penting karena merupakan ‘spesies payung’ dari lingkungan sekitar habitatnya, serta mewakili keanekaragaman hayati di ekosistem sekitar.

Editor:

Mega Dinda Larasati