Ekosistem Hutan Taiga yang Unik dengan Adaptasi Iklim Subtropik

Diposting pada

5.1 Flora

Keanekaragaman flora di hutan taiga tidak cukup tinggi karena vegetasi yang tersebar di wilayah hutan ini hanya vegetasi sejenis yaitu pohon daun jarum (conifer). Flora yang tumbuh di tipe hutan ini merupakan tanaman yang selalu terlihat hijau di sepanjang tahun atau evergreen, bahkan pada musim dingin pun tanaman conifer akan selalu tampak hijau. Hal tersebut terjadi karena pohon daun jarum mampu melakukan adaptasi dengan menyerap panas lebih banyak untuk memenuhi kebutuhan fotosintesis.

Lingkungan hutan taiga yang cukup ekstrem menyebabkan tidak semua tumbuhan mampu beradaptasi. Tumbuhan conifer mampu beradaptasi dengan iklim subropis karena memiliki struktur morfologi yang sesuai dengan lingkungan.

Tumbuhan conifer memiliki struktur morfologi daun berbentuk seperti jarum dan akar yang kuat. Daun yang berbentuk jarum dilapisi oleh lilin. Struktur morfologi bentuk daun seperti ini mampu beradaptasi dari suhu yang dingin hingga panas dan tetap bertahan ketika memasuki musim salju. Oleh karena itu, tumbuhan konifer sangat cocok dengan ekosistem hutan taiga.

5.2 Fauna

Lingkungan yang cukup ekstrem di ekosistem hutan taiga juga menyebabkan tidak semua fauna mampu beradaptasi. Pada umumnya fauna yang mampu bertahan dengan lingkungan hutan taiga memiliki struktur morfologi seperti rambut dan jaringan lemak yang tebal. Mamalia yang berambut tebal umumnya mendominasi wilayah tipe hutan ini.

Jenis fauna yang dapat berdaptasi di hutan taiga yaitu beruang hitam, tupai, gagak hitam, kelinci snowshoe, kucing salju, burung-burung yang bermigrasi, rusa kutub, dan serigala. Burung yang bermigrasi akan datang pada musim panas, sedangkan pada musim dingin burung akan meninggalkan hutan untuk mencari tempat yang agak lebih hangat. Selain itu, terdapat serangga, capung, semut, dan aphid yang hidup di ekosistem taiga.

 

6. Suksesi Hutan Taiga

Hutan Konifer

Proses perubahan dengan suksesi yang berlangsung satu arah melibatkan komunitas lama untuk membentuk komunitas baru yang berbeda dengan komunitas sebelumnya. Suksesi terjadi akibat modifikasi fisik dalam komunitas atau ekosistem.

Proses suksesi vegetasi membentuk ekosistem yang tidak seimbang sebelumnya menjadi lebih seimbang. Suksesi juga dapat diartikan sebagai perubahan yang terjadi secara perlahan pada komunitas tumbuhan dalam suatu wilayah yang terjadi pengalihan tumbuhan ke tumbuhan lain dalam tingkatan populasi.

Suksesi dapat disebabkan oleh perubahan iklim karena tumbuhan tidak mampu beradaptasi dengan variasi iklim yang berlangsung lama sehingga menyebabkan rusaknya vegetasi. Selain itu, faktor topografi juga dapat menjadi salah satu penyebab suksesi, misalnya erosi dan pengendapan. Faktor lain penyebab suksesi adalah faktor biotik.

Proses suksesi bisa terjadi secara primer dan sekunder. Proses suksesi primer diawali dengan munculnya tumbuhan pionir, berupa lumut kerak. Lumut kerak mampu melapukkan bebatuan menjadi tanah, lumut kerak yang sudah mati akan terurai menjadi zat anorganik yang dapat memperkaya nutrien tanah menjadi lebih subur.

Benih yang jatuh pada permukaan tanah akan tumbuh lebih subur. Kemudian, mulailah tumbuh rumput, semak, perdu, dan pohon. Setelah itu, hewan mulai memasuki ekosistem ini kemudian akan membentuk komunitas yang lebih kompleks. Dari proses komunitas tumbuhan akan diikuti oleh komunitas hewan. Pada akhirnya akan terbentuk komunitas klimaks yang tahan terhadap perubahan.

Sedangkan proses suksesi sekunder tidak diawali dengan tumbuhnya tumbuhan pionir karena vegatasi tanaman yang sebelumnya masih ada. Tetapi tidak dapat dipungkiri bahwa akan muncul tanaman jenis baru yang belum ada sebelumnya.

 

7. Wisata di Hutan Taiga

Wisata alam hutan taiga di Indonesia sangatlah jarang ditemukan, sehingga berikut ini akan disajikan tempat wisata ekosistem hutan taiga yang berada di Alaska. Alaska memiliki taman nasional yang sangat luas dengan keanekaragaman flora dan fauna yang cukup tinggi dengan tipe ekosistem hutan taiga yang sangat menakjubkan. Berikut tempat wisata di Alaska yang merupakan negara bagian Amerika Serikat: